KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life


Leave a comment

435. Game Design: Dragons Rise of berk dari cinta jadi benci!

435. Game Design: Dragons Rise of berk dari cinta jadi benci!  Ini dia Green Death

435. Game Design: Dragons Rise of berk dari cinta jadi benci! Ini dia Green Death

Beberapa bulan ini ditengah banyaknya tugas menjelang lebaran, Saya menyempatkan diri untuk bermain game. Biasnanya sih bermain game di PC tapi, dikarenakan energi saat pulang ke rumah sudah minim jadinya main game di smartphone saja deh. Game yang saya mainkan di waktu senggang adalah DRAGONS: Rise of berk. Game besutan Ludia dan Dreamworks ini adalah game memelihara naga dan kota layaknya zoo tycoon. Game ini merupakan perpanjangan franchise dari How to train your dragons.

Continue reading


Leave a comment

434. User Experience and Big Data!

434. User Experience and Big Data!

434. User Experience and Big Data!

Dewasa ini, dimana kata ” Smart City” sudah semakin meraja lela dan di galakan di beberapa kota di Indonesia membawa istilah “Big Data” menjadi semakin populer. Organisasi seperti IBM, Toshiba, GE , Google dan beberapa perusahaan besar lainnya mulai menggalakan penggunaan Big Data untuk memecahkan segala jenis masalah. Sampai tulisan ini di buat, para perusahaan besar tersebut sebagian besar masih dalam tahap mengumpulkan Big Data.

Btw , apa’an sih tuh big data?

Big Data adalah sekumpulan data yang besar dan memiliki 3 ciri. Data-data tersebut merupakan data yang high volume, high value, dan Hight Variety. Itu artinya data yang kompleks, berguna bagi banyak pihak dan sangat amat bervariasi. Mirip-mirip Indonesia lah, Cieee…
Kalau saya ibaratkan, Big Data itu ibarat pasar induk. Dimana segala jenis barang di jual di dalamnya. Pasarnya amat padat, banyak penjual dan pembeli yang amat bervariasi. Dari jualan baju, sayur, ikan hias, elektronik, sabun mandi, keset, furnitur, kartu pokemon dan berbagai hal lainnya. Banyaknya variasi data ini sebenarnya menjadi kesempatan emas bagi para User Experience (UX) Designer dan developer.

Loh, kok bisa?

Data-data statistik ini kebanyakan disediakan secara gratis dan dapat di akses oleh orang awam dan dapat digunakan untuk memecahkan berbagai jenis masalah di dunia ini. Ibaratnya UX Designer adalah koki yang mau memasak Sayur asem maka, UX designer perlu mengambil asam, melinjo, lobak, cabe, dll. Kesemua bahan itu lalu di olah dan di jadikan sayur asem. Begitupula dengan Big Data, UX designer perlu memutuskan akan memecahkan masalah apa dan dari masalah itu kira-kira perlu data apa saja untuk dapat menghasilkan solusi atau paling tidak mempercepat proses penyediaan solusinya.
UX designer yang berkolaborasi para programmer baik front end dan Back End, terbukti dapat memecahkan masalah kekurangan stok obat dan vaksin malaria di Afrika sana dengan menggunakan Big Data. Di Indoensia sendiri pemerintah sudah membuka beberapa API juga untuk bisa di olah oleh UX designer dan para developer. Salah satu contoh yang lumayan heboh adalah kawal pemilu. Semoga lebih banyak lagi UX designer dan developer yang menggunakan Big Data untuk memecahkan masalah sosial yang terjadi di Indonesia. Merdeka!


Leave a comment

433. Apa yang saya pelajari dari Go-jek!

432. Apa yang saya pelajari dari Go-jek!

432. Apa yang saya pelajari dari Go-jek!

Go-jek adalah salah satu solusi transportasi di Jakarta. Menurut Saya ada tiga keunggulan dari layanan buatan Nadiem Makarim anak Indonesia yang kuliah di harvard ini. Keunggulannya antara lain:
1. Harganya yang relevan (karena kalau nawar dengan tukang ojek harganya suka gak tau diri)

2. Ojek yang mendatangi pelanggan (biasanya kan pelanggan yang ke pangkalan ojek )

3. Bisa bayar dengan Credits, artinya gak usah ribet-ribet bawa uang dan terkena konflik gak ada kembalian.

Dari ketiga keunggulannya tersebut Gojekpun menjadi fenomena tersendiri. Saya sebagai User Experience (UX ) Designerpun mencoba untuk mempelajari Go-jek ini. Bagi pengendara Gojek, dengan adanya layanan ini mereka mendapatkan peningkatan penghasilan yang signifikan dibandingkan dengan ngojek seperti biasanya. Kalau ngojek biasa, mereka lebih banyak mangkal di pangkalan dan maksimal hanya mendapatkan Rp 150 ribu perharinya.

Berbeda halnya dengan saat bergabung dengan Gojek, mereka mendapatkan rata-rata Rp 350 ribu perhari alias Rp 10 Juta perbulan. Naik drastis kan!?

Loh! kok bisa?

Continue reading


Leave a comment

432. Apa yang saya pelajari dari Assassins Creed Rogue!

432. Apa yang saya pelajari dari Assassins Creed Rogue!

432. Apa yang saya pelajari dari Assassins Creed Rogue!

Separah-parahnya Game pasti ada lah beberapa hal yang bisa dipelajari. Termasuk dari game Assassins Creed Rogue. Harus Saya akui bahwa, penokohan dari karakter utama Assassins Creed Rogue yaitu Cormac sangat kuat. Cormac sering sekali berkata ” I made my own luck“. hal ini sering sekali dia katakan setelah lolos beberapa kali dari ancaman bahaya. Pertanyaannya adalah:

Apakah Cormac seberuntung itu?

Setelah saya amati, ternyata Cormac memang “Mebuat” keberuntungannya sendiri. Setidaknya ada tiga hal yang membuat Cormac beruntun dan dapat diterapkan di dunia nyata.

  1. Persiapan. dalam setiap misinya Cormac selalu mempersiapkan dirinya entah dengan, menguping pembicaraan, mencari dokumen yang penting, atau menghubungi orang yang kredibel serta berhubungan dengan tugasnya. Selalu saja ada waktu untuk riset dan mempelajari misi yang akan dilaksanakan.
  2. Pantang menyerah. Dalam game Assassins Creed Rogue sering sekali, Cormac dijebak atau terkena rintangan sebelum menyelesaikan misinya. Entah dijebak racun, di kelilingi musuhnya, ataupun di jebak dengan bom di gua es. Sejatuh-jatuhnya Cormac, selmaa masih bisa bergerak maka ia akan terus maju dan terus berusaha. Begitu juga di dalam hidup, jangan sampai kena masalah sedikit lalu putus asa dan berhenti. Teruslah berusaha walhasil, kesuksesan akan diraih.

Walaupun secara grafik, alur cerita, gameplay dan pengembangan karakter game Assassins Creed Rogue terbelakang tapi, toh ada juga kan yang bisa dipelajari dari game ini. Semoga bisa menginspirasi.

432. Apa yang saya pelajari dari Assassins Creed Rogue! saking seringnya diomongin

432. Apa yang saya pelajari dari Assassins Creed Rogue! saking seringnya diomongin


Leave a comment

431. Assassins Creed Rogue Review PC!

431. Assassins Creed Rogue Review PC! Pada kenyatannya sih si karakter utama jarang pake Hood nya

431. Assassins Creed Rogue Review PC! Pada kenyatannya sih si karakter utama jarang pake Hood nya

Di libur lebaran kemarin, Saya memutuskan untuk melanjutkan permainan Assassins Creed. Setelah bermain dengan ke 7 serial Assassins Creed ( AC, AC2, AC brotherhood, revelations, 3, 4, dan Liberation) Saya pun melanjutkan serial ini dengan serial Assassins Creed ke 8 yaitu Assassins Creed Rogue. Supaya gak capek ngetik dan boros karakter Assassins Creed akan saya singkat jadi AC (bukan pendingin ruangan yah).

Continue reading


Leave a comment

430. Ngapain sih beli tablet!?

430. Ngapain sih beli tablet!? 3 tablet paling kece saat ini: ipad mini, Nexus 9 dan Galaxy tab S

430. Ngapain sih beli tablet!? 3 tablet paling kece saat ini: ipad mini, Nexus 9 dan Galaxy tab S

Halo para pembaca? Gimana nih libur lebarannya?
Udah abis belum THRnya? hehe

Salah satu kegelisahan dan kegusaran pikiran Saya kemarin saat ingin lebaran adalah Bagaimana caranya supaya bahan bacaan yang Saya punya bisa terbaca semua. Selama ini semuanya hanya menumpuk (lama-lama jadi perpustakaan deh). Kebetulan bahan bacaan Saya ini banyak yang berbentuk digital (epub). Salah satu teman Saya yang merupakan tokoh black marketeers dan hacker namun, hobi membaca menyarankan untuk membeli tablet 7 inchi.

Katanya sih, beliau banyak menghabiskan waktu membaca dengan tablet 7 Inchi bermerk SAMSUNG. Ada juga yang pakai Nexus 7 (lupa yang tahun 2012 atau 2013). Ada juga teman Syaa yang beli iPad juga dengan alasan enak buat baca. Di zaman yang sudah penuh dengan smartphone raksasa (Hingga 6 inchi) apakah tablet 7 Inchi masih relevan? Apakah perbedaan 1 Inchi sangat mempengaruhi User Experience dan kenyamanan dalam membaca?
Selama liburan ini, Sayapun dapat pinjaman tablet 7 inchi dari kantor. Tablet bernama HP voicetab 7 Bali edition inipun Saya install berbagai aplikasi untuk membaca. Berikut ini hal yang saya pelajari:

1. Ternyata baca pake tablet pas tiduran atau duduk berat juga yah! Kalau di pakai untuk membaca 3 menit sih gak kerasa tapi, kalau baca buku yang 200 – 300 halaman…BERAAAAT. Bentuk tablet yang pipih dan tipis ternyata gak enak buat di genggam lama-lama dengan 1 maupun 2 tangan. Mendingan baca pakai Nintendo DS kemana-mana deh.

2. Baca di tablet memang enak karena, hurufnya lebih besar tapi…kan pakai smartphone bisa juga di gedein hurufnya.
Sampai saat ini, Saya belum menemukan alasan kuat mengapa Saya harus membeli tablet 7 inchi maupun 10 inchi. Kalau ada yang punya alasan kuat mengapa tablet masih relevan di zaman smartphone raksasa seperti sekarang ini, tolong komentar di bawah ini. Salam kuper~


Leave a comment

429. Harga turun tol di tengah inflasi lebaran!?

429. Harga turun tol di tengah inflasi lebaran!?

429. Harga turun tol di tengah inflasi lebaran!?

Di penghujung semangat liburan lebaran ini, Beberapa hari lalu Saya sempat dikagetkan dengan turunnya harga tol dalam kota. Tol yang biasanya Saya harus membayar Rp 10.500 kini hanya harus membayar Rp 7.000 alias Diskon 30% men! Harga tol ini tentunya turun hanya di tol lingkar luar dan dalam kota Jakarta saja. Ditengah inflasi harga disaat lebaran ini kok Jasamarga memilih menurunkan tarif tol hingga tanggal 22 juli 2015 yah?

menurut Saya sih ada satu penyebab utama dari mengapa jasamarga menurunkan tarif tol. Alasan utama tarif tol dalam kota turun adalah karena jalanan umum non tol di Jakarta sepi. Jalanan yang sepi menyebabkan para pengemudi tidak lagi menggunakan tol karena:

  1. Gak harus bayar untuk mencapai tujuannya (kan gak lewat tol)
  2. Jarak tempuh lebih dekat. Keterbatasan pintu tol menyebabkan pengguna harus puter balik ataupun menempuh perjalanan ekstra setelah kelaur dari tol. Sedangkan kalau lewat jalan biasa bisa langsung. Contohnya kalu dari Kelapa gading mau ke ciputat kalau lewat tol kita harus ikut tol sampai ke arah pondok gede (TMII). Muternya jauh kan?hehe
  3. Lebih gampang berhentinya. (yah kalau di tol kan berenti dan jajan+ ke WCnya harus di rest area). Kalau tol dalam kota lebih susah lagi kali nyari WC,hehe.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,851 other followers