504. Time hackspace!

504. Time hackspace. Contoh ruang tidur buatan IKEA. ngeri jatoh juga ya?
504. Time hackspace. Contoh ruang tidur buatan IKEA. ngeri jatoh juga ya?

Di suatu sore yang mendung Saya nonton video di Youtube tentang IKEA hack small space. Inti dari videonya sih gimana menambah fungsi sebesar-besarnya untuk ruangan yang ukurannya terbatas atau kecil. Dari videonya ada beberapa prinsip untuk menambah fungsi di ruangan yang minim; salah duanya dalah pergunakan dinding untung menyimpan barang/ gantung barang dan gunakan perangkat yang multi fungsi serta bisa di geser-geser(misalnya sofa yang bisa di gabung dan di pisah serta bisa jadi tempat tidur).

Dari video ini saya jadi berpikir,  Gimana kalau penerapan dan prinsip ini kita terapkan dengan waktu di kehidupan kita? setiap orang kan punya waktu yang sama yakni sehari 24 jam. Nah, gimana caranya mempergunakan waktu itu sebaik-baiknya dan se produktif-produktifnya? BTW sibuk dan produktif itu beda yah.

Kalau misalnya menggunakan prinsip yang menggunakan furnitur yang bisa di pindah-pindah mungkin artinya harus kerja mobile atau work from home kali yah? Jadi bisa lebih leluasa. Sisanya Saya masih mencari jawabannya.

 

Advertisements

503. iPhone X dan Ex iPhone

503. iPhone X dan Ex iPhone
503. iPhone X dan Ex iPhone antrean di Singapura,wew~ dari subuh

Baru-baru ini Apple merilis iPhone X ( baca; ai-fon ten bukan ai-fon ex). Banyak warga Indonesia yang rela antre di Singapura untuk mendapatkan iPhone X. Secara spesifikasi dan fungsi iPhone X ini mirip-mirip dengan iPhone 8 yang notabene lebih murah. iPhone X sendiri merupakan suatu pencapaian dimana harga smartphone mencapai $1000 (Rp 17 Juta ++)  dan pastinya lebih banyak lagi produsen membuat smartphone dengan harga segitu. harga yang lebih mahal. ( Padahal Vertu udah bikin HP mahal dari dulu yah tapi, karena ini Apple yah beda lah ya).

Sepengamatan Saya iPhone X adalah suatu tanda bahwa Desain itu sangat penting banget dan menambahkan nilai tambah dan jual bagi suatu produk. Dari kegunaan dan spesifikasi iPhone 8 atau iPhone 6S yang bekas pun bisa menghadirkan UX yang mirip dengan iPhone X. Namun dengan adanya layar yang ikonik dan fasilitas face ID dengan infra merah membuat banyak pengguna (terutama wanita) mau membeli iPhone X.

dltntduuiaafhyp

Gaya yang utama, fungsi kedua.

Di tahun 2017 ini ternyata aspek desain yang gaya lebih menang dari fungsi untuk kebanyakan orang. Itulah yang Saya pelajari. Apple tak selalu menjadi yang pertama dalam menghadirkan inovasi dalam teknologi dan desain namun, mereka selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam menghadirkan inovasi desain dan teknologi itu secara user experience (UX).

503. iPhone X dan Ex iPhone! cost of iPhone X
503. iPhone X dan Ex iPhone! cost of iPhone X

502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking!

502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking!
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! digibank buatan DBS. Bukan DBSK 😉

Kenapa di tahun 2017 ini banyak Startup Financial Tech (Fintech) bermunculan?

Karena, para founder startup fintech melihat banyaknya pain point yang dialami masyarakat berinteraksi dengan bank.

Mau minta pinjaman, repot.

Mau investasi, repot.

Mau menggadaikan barang, repot. Serta berbagai kerepotan lainnya.

Bank-bank di Indonesia (terutama yang besar alias sudah buku 4) menyadari hal ini dan berlomba-lomba menjadi digital banking. Sebagai contohnya BRI sebagai bank dengan asset terbesar di Indonesia sedang menggalakan kolaborasi dengan membuka API mereka. mereka pun mulai melakukan proses development secara SCRUM dan melakukan Design Thinking. Segala produk yang dikeluarkan nantinya harus, berfokus kepada user/pengguna.

502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! JENIUS
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! JENIUS nih karya anak bangsa. Produk yang fenomenal dan membuat banyak bank panas,ahahaha

Dalam eksekusinya, Hal yang para bank-bank besar ini lakukan biasanya membuat 2 divisi yang berbeda. 1 divisi yang konvensional masih menjalankan bisnis bank secara normal. 1 Divisi ini yang menggarap bisnis baru terutama digital banking.

Prinsip digital banking sendiri sebenarnya berakar dari prinsip ;

” Banking is an activity not place”.

Artinya di tahun 2017 ini user Indonesia lebih memerlukan kegiatan perbankan daripada pergi ke banknya. Jangan sampai keterbatasan cabang, ATM dan berbagai infrastruktur lainnya membuat user susah melakukan kegiatan perbankan. Untuk memperbaki hal ini Bank memerlukan banyak investasi di programmer, automated security testing dan tentunya User Experience (UX).

how-square-is-disrupting-banks-6-638
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! Petuah bang Billy.

Di salah satu acara yang Saya ikuti, Salah satu petinggi bank besar mengatakan bahwa,

“Kita melakukan ini karena, gak mau ter distrupt oleh bank asing dan jasa-jasa lainnya. Hal ini udah terjadi dengan industri telekomunikasi yang ter distrupt dengan jasa OTT (Over The Top seperti WhatsApp, FB, Twitter, Google,IG, Telegram, dsb). Di zaman ini kalau, kita gak berubah maka kita akan mati.”

Hal yang Saya perhatikan di salah satu seminar juga adalah kalau bank-bank yang sudah buku 4 ini bisa melakukan transformasi dan bisnis digital  banking nya dengan FULL POWER namun, bank yang lebih kecil biasanya lebih berhati-hati. Melakukan penerapannya lebih lambat bisa di ukur dengan perubahan dari tahun ke tahun (menurut Saya lambat sih kalau tahunan gini).

Bank yang lebih kecil juga biasanya lebih melihat apa yang kompetitor lakukan terlebih dahulu di bandingkan melakukan inovasi karena, keterbatasan budget dan tenaga kerja juga. Tapi yang ini kayaknya tergantung pemimpinnya juga deh, Kalau kita lihat JENIUS dari BTPN malah yang pertama dan heboh membuat Digital banking untuk milenial.

502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! Bank di dunia DIgimon
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! Bank di dunia Digimon buatan MRizzi.

501. Gods Eater Burst Review!

501. Gods Eater Burst Review!
501. Gods Eater Burst Review! Nama monster ini HANIBAL. Gabungan bahamut dan amaterasu di Okami. Keren dan susah banget lawannya. BTW karakter Saya itu kostumnya terinspirasi Cashern.

Setelah lebih dari setahun lalu menamatkan Witcher 3 dan expansion-expansionnya sampe semua misi udah abis( bagus emang nih game). Rasanya kangen juga main game yang bunuh-bunuh monster, setelah cari-cari di Internet bertemulah dengan game Gods Eater Burst ini.

Game besutan developer jepang ini yah seperti game Jepang kebanyakan. Karakternya kecil-kecil dengan muka anak SD berbadan anak kuliahan dan memegang senjata yang 2 kali ukuran badannya. Wajahnya ganteng dan cantik semua yang sebenarnya lebih cocok jadi boyband/girlband dari pada lari-lari bunuhin monster. Tipikal game jepang lah. Gak se realistis game eropa ato amerika.

Gods Eater Burst ini merupakan game pertama untuk serial ini dan adanya di konsol PSP.

Yak, PSP. Bukan PHP. Apalagi PHD.

Ceritanya di dunia yang Post Apocalypse karena, di serang oleh sekumpulan monster alien raksasa (Aragami) yang mengambil wujud dewa-dewi di dunia ini. Dengan bantuan teknologi yang tepat guna,manusia pun membuat senjata dan bagian Aragami ini. Senjata yang bisa membunuh Aragami dan pasukan yang memegang senjata itu dinamakan “Gods Eater”.

501. Gods Eater Burst Review!  Ouroboros.
501. Gods Eater Burst Review! melawan Ouroboros salah satu Aragami paling gede di game ini. HPnya bejibun juga lagi.

Game ini mempunyai kontrol yang parah bikin pusing. Susah banget ngendaliin kamera apalagi kalau mau membidik monster. Untungnya pengalaman bertarungnya ini keren banget. AI dari monsternya benar-benar pintar mereka tau kapan harus kabur dan kapan harus menyerang dengan agresif. Hal ini lah yang membuat pemain harus menghafalkan pose-pose monsternya karena, sekali kena serangan bisa langsung mati coy. Tapi kita bisa di bantu dengan 3 teman kita, yang bisa membuat kita siuman lagi berkali-kali. Walaupun kalau kebanyakan mati nanti bisa juga mereka keabisan obat.

Saking susah dan serunya bermain game ini, untuk menyelesaikan 1 misi bisa sampai 30 menit sendiri.

Gila ga tuh?

Capek banget kan mencetin tombol non stop.

Saya gak punya waktu 30 menit untuk 1 misi dan di Gods Eater Burst ini misinya banyak banget alhasil ,pake bantuan cheat deh,hehehe. Kalau main jujur game ini bisa di selesaikan dengan menginvestasikan waktu ratusan jam. Menurut Saya sih game ini ga sebanding dengan ratusan jam hidup Saya. Misinya yang monoton dan tidak banyaknya variasi permainan membuat Anda cepat bosan.

501. Gods Eater Burst Review! Tsuyokomi
501. Gods Eater Burst Review! versus Tsuyokomi yang terbang-terbang. Jadi harus pake tembakan deh. Liat ga tuh tembakannya 2x tinggi orang yang megang? ahahha

Desain monsternya yang bagus, pertarungannya yang seru, musik-musik dubstep di campur orkestra dan senjatanya yang keren-keren membuat Saya pengen memainkan Gods Eater Burst 2 yang ada di Steam atau PSVita. Buat yang suka Witcher mungkin bisa cobain game Gods Eater Burst karena, belum ada game yang sekeren Witcher lagi. (Menurut Saya Darksouls dan Monster Hunterpun kalah keren jauh sama Witcher) .

500. Main Game lagi!; Yeah~

Kurang lebih sudah 4 bulan lebih Saya tidak main game sama sekali. Wew~

Di kala orang-orang di bis dan kereta bermain game, Saya malah asyik membaca buku atau ngurus kerjaan via chatting. Hingga akhirnya, karena pusing dan kangen ingin main game. Saya mengunduh satu game di Android yang berjudul “Into the Dead 2”.

Game yang pertamanya sih pernah Saya mainkan dan menurut Saya sangat membosankan banget. ‘ Into the Dead’ yang pertama ini cuman ada 1 stage dan Anda di suruh bertahan hidup dari zombie-zombie yang bertebaran. Udah gitu aja. Gak ada goal atau tujuan lain selain bertahan hidup.

Untungnya sang developer sadar pentingnya alur cerita di dalam game dan membuat game Into the Dead 2 lebih baik. Into the Dead 2 mempunyai banyak stage dan di dalamnya user lebih merasakan ada pencapaian. Di Into the Dead 2 kita bisa di temani anjing sebagai asisten kita melawan zombie-zombie.

Grafik game ini buat kelas Android sih bagus dan gameplaynya juga lebih variatif. Senjata yang di sediakan juga lebih bervariasi dan banyak. (BTW kalau lawan zombie yang banyak, selalu pake shotgun lah yah—> referensi film-film).

Game Into the Dead 2 ini benar-benar beda dengan yang pertama dan berhasil membuat Saya bermain game lagi. Sehari bisa 3 kali main game ini.

Setelah beberapa hari bermain, eh tiba-tiba database di cloud dari gamenya corrupt. Waktu buka game ini lagi Saya melihat bahwa, kok semua status dan progress Saya jadi mulai dari awal lagi?

Setelah kesel dan komplen kepada developernya via game dan play store. 2 hari kemudian semua di kembalikan seperti sedia kala dan di kasih bonus sebagai permintaan minta maaf. Sang developernya ini benar-benar mengutamakan user experience di dalam dan di luar gamenya banget. Bagus nih jadi panutan kita yang mau bisnisnya maju dan usernya tambah banyak 🙂

499. Apa yang Saya pelajari dari Social Media Week 2017!

SMW JKT 2017, UXID
499. Apa yang Saya pelajari dari Social Media Week 2017! Ini dia nih panggung SMW jakarta 2017

Beberapa bulan lalu Saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara Social Media Week yang di adakan di SCTV Tower. Saya sendiri menghadirinya karena, dua hal yakni; Dapet tiket Gratis dari kantor dan lokasi nya di seberang kantor Saya. Mubazir banget kan kalau ga ikutan? hehehe…

Berikut ini beberapa hal yang Saya pelajari dari Social Media Week 2017 (SMW);

1. Personalisasi dalam aplikasi dan marketing


Ternyata dua hal ini membuat revenue naik 15% dan mengurangi ongkos marketing 50% (SETENGAH coy!), Efisiensi marketingnya pun naik 30%. Personalisasi ini maksudnya adalah merekam kegiatan user di produk Anda dan coba sodorkan apa yang user mau berdasarkan online activitynya. Contohnya user yang suka browsing tentang sepeda gunung harusnya dapat email promosi yah mengenai sepeda gunung dan aksesorisnya. Jangan malah nawarin popok dan bedak bayi.

Personalisasi ini bisa dilakukan dengan Machine learning yang merekam perilaku user dan sebenarnya di zaman sekarang ini bisa di otomasi. Yang perlu desainernya lakukan adalah membuat layout promonya, tampilkan kata-kata yang menggiurkan dan jangan lupa strateginya supaya email yang di baca user mudah di mengerti + harus bisa di buka di perangkat mobile.

Personalisasi ini bukan hanya dilakukan di email marketing namun,juga di dalam aplikasi atau web. Jadi semua promonya itu relevan dengan apa yang user inginkan. Untuk membuat sistem yang ada personalisasinya ini di butuhkan kerja keras dan komitmen dari tim IT dan marketing. Walaupun developnya lumayan ribet tapi, hasil jangka panjangnya sebanding banget.

2. Micromoment


Salah satu best practice yang disarankan Google supaya bisnis para partnernya maju adalah dengan  memperhatikan dan mendevelop solusi berdasarkan micromoment.  Micromoment sendiri adalah momen-momen kecil yang dialami user.

Contohnya; ” I want to know moment”, ” I want to find moment” dan “I want to buy moment”.

Kalau sudah tau momen mana yang mau di kerjakan darisana mulailah dengan prinsip; Right people, Right time dan Right message.

Kalau dari UX desainer sendiri, mulailah menganalisa atau mencari masalah dari momen-momen ini. Dari momen itu di pilih deh  user seperti apa yang akan di tuju? Kapan waktunya? dan Apa pesan yang ingin diberikan. Contoh paling gampangnya adalah JET dot com yang memberikan pesan kepada user untuk menambahkan barang lainnya supaya user mendapatkan gratis ongkos kirim.

Nah, itulah yang Saya pelajari sebagai UX desainer selama SMW 2017. Saya ikutnya juga ga semua sesi karena, paralel juga jadi harus milih-milih. Semoga tahun depan bisa ikut SMW lagi dan belajar lebih banyak hal lainnya.

498. Forum UI desainer dari Indonesia nan Kece Badai

Forum UI desainer dari Indonesia nan Kece Badai
Contoh UI design yang nge animasiin. ini ceritanya membayangkan kontrol scrolling pake mata.

Di kala produk dijital meraja lela bahkan melebihi restoran lele lel*,ahahhaa

Ada banyak posisi baru  yang naik daun. Salah satunya adalah UI designer . UI designer adalah sekumpulan desainer dari kampus yang gede banget di depok.

hehehe, enggak degh.

UI designer adalah User Interface Designer. Posisi ini lah yang membuat semua tampilan di produk dijital dari halaman pendaftaran hingga halaman error-error. User Interface sendiri di populerkan oleh Apple Macintosh (1984) dimana sebelum Apple semua komputer di operasikan dengan cara ngetik kode.

Bayangin deh klo fungsi klik kanan dan kiri mouse elo harus di ketik kodenya? repot kan?

Nah, kembali ke masa kini. UI designer di Indonesia sendiri sudah sangat berkembang dan banyak yang udah jago-jago kemampuannya hingga di akui dunia. Sayangnya belum ada forum berbagi ilmu dan info tentang UI designer di Indonesia. Hingga akhirnya Kak Thomas Budiman dan kak Dwinawan membuat forum yang kece bernama INSIGHT.DESIGN.

Forum UI desainer dari Indonesia nan Kece Badai
Forum UI desainer dari Indonesia nan Kece Badai. ini nih tampilannya.

 

Pendirinya adalah kak Dwinawan dan kak Thomas. Mereka ini bagaikan Naruto dan Sasuke nya di dunia UI design Indonesia (ini lebay sih),hehehe…

DI Insight ini kita bisa belajar banget tentang ilmu-ilmu,tips dan trik tentang UI desain dan terlebih pentingnya INSIGHT ini karya anak bangsa. Buat yang berminat ke bidang UI desain atau mau belajar-belajar bisa gabung aja ke insight yah.

GRATIS kok 🙂

Ini linknya yah; http://insight.design/

 

P.S: ini bukan promosi yah tapi, emang forum ini keren adanya.