KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life


2 Comments

011.SASATOAN KOMIK!

KOMIK SASATOAN 001

Komik iseng pendukung TA. Di kisahkan Tarno si Tarsius di suruh Pak RT untuk mengajak anak muda melakukan kerja Bakti di kampungnya.

KOMIK SASATOAN 002

Komik iseng pendukung TA. Dikisahkan tentang anak-anak yang pameran oleh-oleh setelah berlibur.

Komik ini merupakan komik pendukung TA saya. Dimana karakter komiknya merupakan karakter animasi TA saya. Kalau mau membaca lebih jelas klik gambar komiknya ya,jangan deketin mata ke monitor. Karena hal itu amatlah berbahaya. Selamat menikmati 🙂
berikut disertakan Presentation boardnya  juga! Kalau bikin komik sebaiknya bikin juga presentation board nya ya! Tapi kalau malas ya ga usah, ahahahaha….

Presentation Board SASATOAN COMIC

inilah bentuk dari presentation board. Biasanya digunakan dan dikirmkan untuk mengecek keaslian komik kepada konsumen atau penerbit. Jadi komik diatas benar-benar buatan saya sendiri.


1 Comment

010. ON FIRE!

ON FIRE COVER

Sebuah animasi buatan Arnold, Andika dan Iqbal. Animasi ini dilanjutkan pembuatannya sampai-sampai masa kami bertiga Kerja Praktek di Jakarta. Sungguh melelahkan namun tetap bersyukur+senang.Melihat cover animasi ini saya menjadi terbakar lagi semangatnya untuk terus berkarya 🙂

“ON FIRE!” adalah sebuah Animasi 2 Dimensi buatan saya, Andika dan, Iqbal. Animasi ini dibuat dalam rangka menuntaskan tugas animasi aplikatif yang akhirnya dapat nila “B”. Padahal usaha yang kami keluarkan sudah sampai tangan bergetar menggambar dan mengedit animasi ini. Namun hal tersebut tak membuat kami kecewa karena pada dasarnya hidup memang tak adil. Tapi cinta lengkapi jiwa. Menarilah dan terus tertawa. Walau Dunia tak seindah surga.Yah,itulah petikan lagu Laskar pelangi dari Nidji.

Animasi ini mengisahkan tentang Rojaki si anak tukang gado-gado berjuang mengembalikan hagemoni makanan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dalam animasi ini dikisahkan makanan Indonesia telah “dijajah” dengan masakan asing terutama dari Amerika, Italia, Jepang dan bahkan Korea Selatan. Masyarakatpun mulai melupakan kenikmatan rasa nan berfilosofis dari masakan Indonesia. Sehingga makanan Indonesia di anggap sebagai makanan yang tak berkelas dan kalah prestis di bandingkan makanan asing.

Rojakipun berjuang untuk menjadi koki terbaik dan mengikuti kompetisi memasak kelas dunia. Semangatnya yang selalu membara, kerja keras, determinasi yang tinggi dan di iringi doa dari orang tua membuatnya percaya diri bersaing di kompetisi memasak kelas dunia ini. Rojakipun berjuang mengembalikan masakan Indonesia menjadi penguasa di negeri sendiri dengan membuktikannya ke depan dunia internasional bahwa masakan Indonesia itu enak dan tidak kalah prestis dibanding masakan manapun! Menurut saya semangat seperti ini perlu di tiru anak-anak muda zaman sekarang.

Berikut ini saya sertakan juga Artbook dari animasi ini. Dimana di dalamnya terdapat info-info tentang animasi ini terutama dalam proses pembuatannya. Semoga berguna 🙂

https://dl.dropbox.com/u/30011047/Art%20book%20On%20fire%20kecil.pdf


Leave a comment

009. Run for you’re life!

Hidup ini seperti berlari. Hanya bedanya kalau berlari kita tahu dimana kita akan mencapai “Finish” sedangkan dalam hidup ini, kita tahu suatu saat kita akan “Finish” tapi tak ada seorangpun yang tahu kapan dan dimana kita mencapai titik tersebut.

Itulah pemikiran saya bahwa hidup ini seperti lari tepatnya lari marathon bukan lari 100meter. Dimana dalam pertandingan lari marathon ketahanan dan konsistensi pelari lebih penting dari sekedar kecepatan. Dalam menjalani hidup yang bagai pertandingan lari marathon ini kitapun sering menemui banyak masalah,godaan, rintangan dan bahkan rasa iri dengan kesuksesan orang lain yang membuat kita putus asa.Di dalam hidup ini hanya orang yang tetap tahan akan segala godaan dan rintangan serta konsisten+fokus untuk mencapai tujuan hidup kita. Apapun yang terjadi tetap berlarilah! Layaknya pertandingan marathon yang memiliki beberapa post yang menandai fase pelarian begitupula hidup kita…

Ngomong-ngomong tentang lari marathon saya ingin bercerita tentang kehidupan saya yang berhubunagn dengan lari. Dalam hal ini saya akan membahas tentang sepatu lari! (APAAA NYAMBUNGNYA!?)Baiklah kita mulai saja. Hal ini berawal dari saat saya SMP (2002) dahulu saya senang sekali memakai sepatu kets berbahan kanvas rancangan Chuck Taylor (bukan Chuck Norris) yang berbahan kanvas dan beberapa berbahan kulit. Dahulu saya menganut sistem rusak buang terutama sepatu kanvas yang gampang sobek dan harganya murah dulu hanya 70ribuan di masa itu saya ingat harga sepatu antara 100-300ribu’an. Karena sering rusak maka sayapun berganti jenis sepatu yang lebih awet yaitu sepatu kets dengan bahan kulit. Waktupun berjalan dan musim berganti. Di SMA (2005) saya dulu amat menggemari olah raga bola basket (basah ketek,hehehehe).  Rupanya sepatu kets kulit saya terlalu licin dan susah menekuk untuk bermain-main bola basket.Dengan bujuk rayu dan tatapan hampa sayapun membujuk orang tua untuk membelikan sepatu basket. Puji Tuhan saya diberikan sepatu Air Jordan Carmello. karena dulu saya senang sekali permainan Rookie dari Carmello Anthony.AHEY!

Air Jordan Carmello

Desain dan bentuknya amat keren sekali.Sampai sekarangpun saya tidak kepikiran punya sepatu seperti ini. Sungguh baik Tuhan dan orang tua saya,hehehe

Selama memakai sepatu ini sayapun berjalan ke sekolah dengan penuh percaya diri walaupun terserang disentri. Permainan bola basketpun semakin lihai.Namun baru 3 bulan dipakai sepatu ini sudah kecemplung lumpur galian parit di depan rumah. hatiku hancur,kepala tertunduk,tangan mengepal dan kakiku becek kena lumpur. Sebanyak 3 kali, saya mencuci sepatu yang keren ini. Selama 2 minggu berusaha mengembalikan ke elokan sepatu ini. Selama itupun saya ke sekolah memakai sepatu lari.Sepatu bermerk Naiki yang tak ada gambarnya di pencarian google. Sepatu yang bukan produk andalan dan bahkan desainnya tak menarik.Hanya warna abu-abu polos dan sol putih.  Karena masih trauma tercebur lumpur galian di depan rumah maka sayapun memutuskan tiap hari memakai sepatu lari Naiki yang kurang elok ini. Dengan pemikiran “kalau kecebur lagi ato kena ujan ga usah takutlah ya.Sepatu jelek ini.-Arnold di masa SMA”

 
Setiap haripun saya memakai sepatu Naiki dan seperti pepatah jawa “Witing Tresno Jalaran soko ulino”. Makin sering memakai sepatu ini cintapun bertumbuh. Sepatu ini ringan,fleksibel bisa nekuk-nekuk, kalau mau pake tinggal masukin kaki, tak perlu repot mengikat tali sepatu walaupun ada talinya.Sungguh praktis dan Amboi! Sejak saat itupun saya menggunakan sepatu Nike itu untuk beragam aktifitas.  Setelah 3 tahun berlalu di masa SMA sepatu inipun jebol. Sol-solnya yang dulu gagah dan tangguh menghantam bumi berjatuhan bagaikan gigi tanggal dari gusi lansia. Tua dan lapuk. Bagian depannya yang dahulu kokoh melindungi jari kaki tuannyapun sobek bagai teriris sembilu.Ringkis dibiaskan angin lalu.(Intinya sepatu ini rusak dan solnya copot,jadi kalau dipakai jalan licin).

Waktupun bergulir dan musim berganti. Sayapun masuk kuliah di Bandung (2008) .Hal ini mengharuskan saya nge-kos. Medan kosan yang Gersang tak ada pohon membuat jalanan dipenuhi debu dan pasir yang amat licin,penuh lorong sempit dan tanjakan curam bak lokasi Assassin’s Creed mengharuskan saya membeli sepatu baru yang sesuai dengan medannya. Sayapun menelpon orang tua dan mereka memahami keadaan kosan saya yang konturnya ekstrim kebawah dan ke atas. Saya dan Anda pun berpikir pastinya dibeli’in sepatu Boot kan ya? Alhasil orang tua memberikan sepatu lari lagi. T___T

Si Ribok

Sepatu yang setia menemani saya di berbagai kesempatan selama di Bandung.Setia menemani dari tahun pertama saya hingga saya bekerja. Sedih juga melepasnya pergi 😦

Yak,dapatlah sepatu lari ini! Bagaimanapun harus di syukuri. Supaya memudahkan penceritaan kita beri nama si Ribok. Seperti pendahulunya si Naiki, Si Ribok ini ringan,flekssibel bisa nekuk-nekuk, kalau mau pake tinggal masukin kaki jadi amat cocok dalam keadaan yang terburu-buru karena tak perlu duduk mengikat tali sepatu tetapi, yang biasa saya lakukan adalah berdiri sambil menggembok pintu lalu memasukan kaki ke sepatu dan berangkat. Sungguh praktis bagi mahasiswa seperti saya. Banyak kenangan di si Ribok dari saya tahun pertama hingga lulus dia setia menemani diberbagai kesempatan , di berbagai kegiatan di kala panas terik maupun hujan dan banjir. Hingga tanggal 17 Agustus 2012, Sol si Ribokpun sobek dan copot. Saya tau kalau di lem pun nantinya akan copot lagi dalam waktu 1 bulanan karena memang sudah umurnya. kalau dilem dengan lem tukang sepatu yang amat keras(alteco,powerglue dan keluarganya). Walau ampuh akan merusak lapisan plastik di sol sehingga kalau copot lagi dan bila di lem akan sulit menempel karena permukaanya sudah rusak.(pengalaman dengan sepatu kanvas yang sering rusak membuat saya mengenal tukang sepatu dan seluk beluk sepatu).

Sepulangnya saya ke rumah sayapun mengungkapkan kerusakan si ribok kepada orang tua dan orang tua mengingatkan sepatu saya yang dulu. Si Jordan Carmello!Karena sayang-sayangnya saya pun lebih banyak menyimpan sepatu ini. Sayapun bergegas ke lemari sepatu dan menemukan sosok sepatu biru putih ini yang gagah dan tetap elegan. Wow! sudah 7 tahun sejak saya punya sepatu ini. Dengan riang gembira sayapun membawa sepatu ini ke Bandung. Sayapun memakai sepatu ini ke tempat kerja dan baru seminggu apa yang terjadi!? Yak,solnya sobek dan copot di jalan tanpa saya sadari. WOW! Sayapun membawa sepatu jordan ini ke kosan dan menyadari bila tetap dipakai akan membahayakan dan merepotkan untuk saya. Mulai saat itu sayapun pergi ke kantor dengan menggunakan sendal gunung.

Tulisan ini saya dedikasikan kepada semua sepatu yang telah menemani perjalanan hidup saya. Untuk para pembaca gunakanlah sepatu sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin karena lama di simpen pun akan menjadi hal yang percuma. Lem sepatunya lambat laun akan lepas dan sepatu tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Lalu apa hubungan antar paragraf pertama dengan yang terakhir? Hidup ini seperti perlombaan lari marathon kawan-kawan. Perjalanan hidup kita mungkin masih panjang mungkin sudah dekat. Seperti sepatu ada “umurnya” begitupula diri kita. Bukan masalah berapa lama umur kita tetapi Bagaimana kita memanfaatkan sisa umur yang ada? Apakah untuk melangkah ke arah kegelapan atau berlari untuk mencapai tujuan yang mulia dan berguna bagi banyak pihak? Semoga kita semua tetap setia melakukan yang terbaik dengan apa yang kita punya hingga akhirnya mencapai garis finish dan di sambut senyuman dari Sang pencipta. AMIN