KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life


1 Comment

018. Book GeDe’Buck!

Buku adalah jendela dunia

Dulu saya berpikir “Akh,itu kan cuman slogan Depdiknas! Ngapain sih baca buku? Mendingan main Witcher 2.”Itulah pemikiran saya setahun lalu. Sayapun bingung melihat banyak teman-teman Saya terutama yang non-Desainer suka membaca buku. Dari buku tentang pemikiraan,filosofi,agama hingga buku-buku fiksi seperti Harry Potter,Twilight saga dan Hunger games saga. Dulu saya melihatnya Akh, itu mah mereka cuman ikut-ikutan zaman. Zaman Hunger games baca hunger games nanti kalo filmnya abis masa “boomingnya” juga udah ga ada yang baca…

Seiring berjalannya waktu saya merasa dan makin menyadari banyak kekurangan.Lalu atas anjuran dari Mak iren yang berulang tahun hari ini.(Selamat ya mak!) Sayapun dianjurkan membaca buku. Dulu buku-buku yang Saya baca kebanyakan buku rohani karena tujuannya memperlengkapi&menguatkan saya. Buku-buku dari Purpose Driven Life, The Shack, Pemuridan Seni yang Hilang,Kambing Jantan, Musashi(novel paling tebal yang pernah saya temui), Jual Ide segar! dan 21 irrefutable laws of leadership saya baca dan kesemuanya adalah hasil minjam(dan semuanya sudah dibalikin/saya bukan tipe orang menjadikan barang pinjaman hak milik).ahahahha,Saat itu saya membaca 1 buku bisa 3-6 bulan lebih. Karena malas dan terutama baru baca 20 halaman sudah mulai mengantuk (walaupun bacanya berdiri loh!).

Makin kesini Saya sendiri makin banyak membaca makin merasa tidak tahu apa-apa. Minimnya anggaran mengakibatkan Saya harus membaca buku secara digital. Telah kusambangi berbagai web untuk membaca namun hasilnya kurang memuaskan dan kebanyakan layoutnya bikin pusing (termasuk googlebook!). Akhirnya kutemukan alat membaca buku ternyaman(bagi saya). Apakah itu? Bukan iPad,bukan iPhone,Bukan Nexus 7 apalagi Samsung Galaxy Note 2. Alat itu adalah…..

Continue reading


Leave a comment

017. How to train you’re Ego

Mengatur diri sendiri terbukti jauh lebih sulit daripada mengatur orang lain. Saya sudah merasakannya. Salah satu parameter mengatur diri sendiri adalah mengatur sikap. Sikap adalah perasaan dalam hati yang diungkapkan oleh tingkah laku. Pada prinsipnya orang selalu mengeluarkan atau menampilkan apa yang mereka rasakan dalam hati. Saya sendiri merupakan orang yang blak-blak’an dan mengeluarkan langsung apa yang ada dalam hati. Dalam beberapa kali pengalaman ini menimbulkan masalah dan Saya rasa kurang bijak juga langsung mengeluarkan apa yang ada di dalam hati ke permukaan. Inilah yang sedang Saya coba kendalikan. Caranya adalah:

1. Sebelum mengeluarkan pendapat dan unek-enek. Se-emosional dan mendesak apapun juga saya mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam. Tahan. dan keluarkan. Sampai tenang. Lebih baik lagi dilakukan dengan doa didalam hati.Mohon kekuatan ya Tuhan~

2.Sesudah agak tenang. Agak tenang camkan hal itu! Baru deh dipikirkan pokok masalah dan unek-unek yang mau dikeluarkan.Sehingga lebih matang opinin-nya. Selalu serang masalahnya bukan orangnya.

3.Ungkapkan dengan tenang dan positif. Jadi jangan ada lagi bawa-bawa aura negatif dalam berpendapat.

Ketiga hal ini sering sekali coba saya praktekan. Sambil belajar bersabar sambil berusaha mengubah sikap saya yang ga sabaran dan blak-blakan sehingga sering menyakiti hati orang lain (terutama orang yang melankolis). Lebih sering gagal melakukan ketiga hal itu daripada berhasil. Saya yakin perubahan terbesar yang bisa saya lakukan berada di dalam diri kita sendiri bukan,diri orang lain. Pokoknya keep fighting to be a better man!

CMIWIWIWIWIWPRIKITIEEEWWW~


Leave a comment

016.We are few, we are happy few, we are band of brothers

Saya percaya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Dengan cara apa? Secara DKV saya bisa menjawabnya! Dengan cara mengenang jasa mereka dengan membuat film semi dokumenter yang bergaya Hollywood. YEAAH! Masih belum kebayang? Saya akan berikan contohnya dari HBO mini-series yang amat sukses dan Booming di pasaran!

Band of Brother's (2001)

Band of Brother’s(2001):Merupakan HBO mini series yang wajib ditonton. Menceritakan tentang perjuangan pasukan Airborne Amerika Serikat yang bernama Easy Company dalam menginvasi Eropa dari serangan Jerman/Nazi. Dalam 10 episode benar-benar terasa perkembangan tiap karakter didalamnya. Film ini penuh aksi dan mengingatkan saya pada game Brother in Arms 3. Secara visual kualitasnya tak kalah dengan Saving Private Ryan. banyak Aktorpun terkenal setelah main film ini di antaranya James McAvoy, Michael Fassbender,Jimmy Fallon,Tom Hardy dan Simon Pegg. padahal dulu waktu pertama saya tonton yang saya kenal hanya David Schwimmer(Friends)

The Pacific (2010)

The Pacific (2010): 9 tahun setelah kesuksesan Band Of Brother’s dengan desakan dari para penggemar dan warga Amerika Serikat akhirnya, HBO memproduksi The Pacific. Kalau Band Of Brother’s tentang Angkatan udara maka The pacific mengisahkan tentang angkatan laut (Marines). Dalam perang dunia ke dua pasukan Marines bertempur merebut kembali daerah Asia Pasifik, Dari Guadalcanal hingga ke Okinawa Jepang. Dikisahkan betapa sulit dan desperatenya pasukan Marines yang bertempur melawan tentara kolonial Jepang.

Hal yang menginspirasi saya membuat post ini adalah ketidaksengajaan saya menonton Band Of Brother’s dari beberapa hari yang lalu tanpa saya sadari setelah menonton satu episode sehari. Sampailah di episode 4 danĀ  bertepatan dengan hari pahlawan! WOW! Kedua film ini benar-benar menginspirasi dan dikemas dengan amat baik. Kelebihan kedua film ini adalah data sejarah dan bukti sejarah yang amat kuat dalam pembuatan ceritanya. Para Veteran perang diwawancarai dan ada cuplikan wawancara sebelum film ini dimulai(sebagai saksi sejarah). Dalam cuplikan wawancara itu para veteran bercerita tentang apa yang mereka alami dan tak jarang mereka bercerita penuh dengan emosi hingga menangis. Pada akhir Serial inipun baru diungkapkan siapa para veteran perang yang diwawancara tersebut yang pada akhirnya mereka adalah tokoh dan bagian dari film ini.Dengan cara ini maka jasa para pahlawan dapat tetap dikenang dari generasi ke generasi dan dikemas dengan cara yang amat menarik. Sehingga tak bosan ditonton berkali-kali. Kalau ada kesempatan dan tawaran tentang membuat film seperti ini tentang perjuangan para pahlawan proklamasi Indonesia tanpa berpikir panjang pasti saya terima!

Selamat hari pahlawan!


Leave a comment

015. Saat Makan Siang, tiba-tibaaa!

Sejak SD hingga bekerja sekarang makan siang atau istirahat siang dalah waktu favorit saya. Dalam waktu-waktu tersebut saya bisa makan sambil berinteraksi dengan teman-teman. Hari ini saya makan di Ramen House bersama teman-teman kantor. Lokasinya amat dekat dengan kantor (di daerah simpang dago). Restoran ini memiliki makanan yang rasanya biasa saja,porsinya yang kecil dan harganya yang lumayan mahal (dari perspektif mahasiswa). Namun uniknya tempat makan ini memliki pelayana-pelayan yang ramah,rajin tersenyum dan sabar.

Jadi hari ini saya dan teman-teman makan disana dan tak seperti biasanya pesanannya lama datang. Setelah 20 menit menunggu perutpun tak bisa diajak kompromi lagi.Rasa lapar memnuhi hati,pikiran,jiwa dan tentunya perut. Sayapun bergegas memanggil Mbak pelayan dan menanyakan “Mbak,pesanan kami mana ya?” dengan nada sabar dan tawakal (Padahal ini parah banget keadaannya sudah 20 menit bahkan minuman saja belum keluar.). Si mbak pelyanpun dengan sabar dan tersenyum meminta maaf dan menjelaskan bahwa Mie ramennya habis. Sayapun berpikir masa sih restoran ramen kehabisan mie di saat makan siang?Sungguh tak masuk di akal. Entah ada energi apa yang membuat saya dan teman-teman tetap sabar menunggu. 10 menit kemudian pesanan kami keluar semuanya. Tanpa basa-basi sayapun menyantap makanan namun tidak lupa disertai doa terlebih dahulu (assssiiiiiik~)

Setelah kenyang makan dan bercerita-cerita, Saya dan teman-temanpun pergi ke kasir untuk membayar makanan tadi. Sekonyong-konyong si Mbak pelayan datang dan meminta maaf atas keterlambatan datangnya makanan sehingga beliau memberikan diskon 10% dari jumlah harga makanan kami. Sayapun spontan berkata” Mbak bayarnya sendiri-sendiri aja. kamikan berdelapan kalau,seorang dapat 10% berarti berdelapan dapat diskon 80% donk?” (Entah itung-itungan darimana).Teman-teman saya dan si Mbakpun tertawa. Kamipun kembali ke kantor dengan semangat yang baru. Hari ini saya belajar bahwa amat mudah unutk emosi dan menyalahkan orang lain saat kita dirugikan atau merasa tidak nyaman namun hari ini Saya memilih untuk tetap sabar. Pepatah “orang sabar di sayang Tuhan” memang benar adanya para pembaca budiman dan budiwati.

30 menit kemudian suasana kantor yang sunyi membuat kami semua mengantuk dan kamipun berjuang melawan ngantuk.Sungguh hidup ini memang perjuangan!

Oh,Ya! Satu hal lagi! Waktu makan siang yang panjang saya manfaatkan juga untuk memotret pemandangan dan panorama. Seperti post saya yang ke-14 sayapun meng-update foto panorama dari kantor Saya bisa dilihat di postingan saya yang ke 014 karena sudah di update atau kalau malas disini

Berikut Saya sertakan foto pemandangan dari kantor. Selamat menikmati!

Foto pemandangan edisi Gaul-gaul instagram gimana gitu

Foto ini diambil jam 13’an jadi matahari amat terang dan terik. merupakan waktu yang buruk untuk memotret. Di potret dengan iPhone 4 punya kantor,hehehehe. Di edit dengan mengedepankan ke kontrasan warna oranye dan biru yang menciptakan warna yang aduhai baak body bawang bombay.

Foto pemandangan edisi retro-retro gimana gitu

Foto yang sama kayak diatas tapi di edit supaya jadul dan terlihat menawan tanpa melupakan estetika.

Foto pemandangan edisi apa dan gimana gitu

Foto yang sama dengan dua pendahulunya diatas.Di edit sedemikian rupa sehingga menyerupai foto HDR. Di potretnya dengan mode HDR juga sih dari iPhonenya. Tapi tetap aja hasilnya busuk/jauh dari harapan(makanya di edit).


1 Comment

014. Life in Panoramic Picture

Tahun 2009 adalah saat dimana saya pertama kali memegang kamera SLR. Disaat itu saya masih amat muda dan untuk memgang kamera SLRpun saya masih suka keringetan tangannya. hal ini karena saya gugup dan takut memakai barang ini yang tegolong canggih di zamannya. Sejak memiliki kamera SLR saya mulai menyadari bahwa lingkungan sekitar kita bisa diabadikan menjadi foto yang menarik nan indah asalkan kita pintar-pintar menangkap sudut yang pas,komposisi,rana,serta beberapa aspek lainnya seperti warna dan cahaya.

Di tahun 2012 banyak hal berubah. Saya yang sudah jarang memegang kamera SLR semenjak mengerjakan tugas akhir tiba-tiba saja iseng membawa kamera SLR dan hunting. Disana saya mendadak ingat jenis fotografi yang amat keren dan sering terpampang di National Geographic. Apa itu!???

Continue reading