KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

KALEIDOSKOP 2012

6 Comments

Kaleidoskop 2012

Pada awal tahun 2012 banyak orang yang takut bahwa 2012 adalah tahun terakhir daripada kehidupan mereka. Isu badai matahari yang akan membakar bumi dan memusnahkan manusia dari permukaan bumi(seperti digambarkan film “Knowing”) serta ramalan Suku Maya yang kalendernya berhenti di tahun 2012 menjadikan orang-orang paranoid. Bagi saya sendiri 2012 merupakan tahun yang sangat menarik. Untuk mengingat-ingat hal kejadian pada 2012 sayapun aan menuliskan kaleidoskop kehidupan saya. Bukan untuk pamer namun hanya untuk mengingat keberhasilan dan kegagalan yang pernah terjadi pada kehidupan saya lalu untuk memperbaiki kelakuan saya.Supaya tahun 2013 lebih baik dari tahun 2012.Berikut ini Kaleidoskop 2012 kehidupan saya:

Januari:

Awal tahun 2012 adalah akhir daripada saya berkuliah di ITB. Rencana saya saat itu adalah untuk lulus di bulan Oktober. Pada semester terakhir sayapun mengambil TA(Tugas Akhir) dan secara mencengangkan kaprodi saya Ibu Naomi mengumumkan bahwa beliau ada Proyek dari BPPT yang buoynya(alat pendeteksi gelombang Tsunami) Seing dirusak oleh masyarakat. Padahal Buoy itu kan alat yang ditaruh dan diciptakan untuk memperingatkan masyarakat jikalau akan terjadi Tsunami.Secara spontan dan tanpa banyak mikir sayapun mengajukan diri mengambil topik itu.Saya mengambil topik ini karena menyangkut nyawa banyak orang/hajat hidup orang banyak.

Selama beberapa minggu Saya,Lydia dan Karima pergi ke Jakarta mencari data TA dari BPPT dan LIPI. Kamipun sangat antusias dan bermimpi bahwa TA ini akan dijadikan kenyataan dan dikerjakan skala nasional dalam hal mendidik masyarakat tentang mitigasi bencana Tsunami.Kamipun membayangkan kami berkeliling Indonesia meneliti kebudayaan dan kebiasaan masyarakat untuk mengajarkan mereka tentang mitigasi bencana Tsunami. Tentu semuanya itu kami bayangkan akan didanai oleh negara kalau dengan uang sendiri mana mampu?

Dibulan Januari inipula saya memiliki rencana dan strategi TA. Dimana setiap ahri saya akan mengerjakan TA secara sungguh-sungguh 5 jam setiap senin-jumat. Metode ini saya sebut metode “everyday is Sunday”. Dengan metode ini kita bisa tetap berprogress TA dan nyantai. Intinya harus ada kejaran perharinya dan jangan pernah ada penundaan atau ditunda-tunda.Jadi kalau 5 jam itu sudah kita disiplinkan sisanya waktu kosong dan bisa dibuat bersenang-senang serta nyatai. Kalau orang-orang buat fokus TA sampai menarik diri dari pergaulan dan menon-aktifkan FB serta Twitter. Saya sih enggak.Pergaulan jalan terus.Toh kita udah dewasa juga kan masak buat fokus TA aja sampai harus mati’in TV,non-aktif’in FB dan dikos’an teruuu~us. Seharusnya kalau udah tingkat akhir ya pinter-pinter ngontrol diri dan tau prioritaslah ga usah sampai selebay gitu.

Everyday is Sunday! Foto senang-senang DKV sebelum pergi memerangi Tugas Akhir. Villanya bagus dan dekat Bandung lagi...lokasinya di Dago pakar. Keren loh pemandangannya :-)

Everyday is Sunday! Foto senang-senang DKV sebelum pergi memerangi Tugas Akhir. Villanya bagus dan dekat Bandung lagi…lokasinya di Dago pakar. Keren loh pemandangannya🙂

Febuari:

Febuari menrupakan bulan yang mencengangkan bagi saya. Pada Imlek 2012 saya pulang ke Ciputat dan dengan bangga menceritakan topik TA kepada Papi saya. Sayapun menjelaskan bahwa saya berencana lulus Oktober karena mau main-main dulu di kampus sebelum langsung bekerja. Selama saya bercerita kepada Papi satu hal yang saya rasakan. Pendengaran papi saya sudah tidak sebaik dulu…

Sedih rasanya,

Melihat orang tua makin lama makin tidak peka panca inderanya. Makin sulit menopang hidupnya sendiri apalagi hidup anak-anaknya?

Selama diperjalanan saya balik ke Bandung. Di dalam mobil travel itu saya berpikir. Betapa egoisnya saya mau lulus oktober?padahal keadaan Papi sudah seperti itu dan makin lama pasti akan makin berkurang segala kemampuan panca inderanya. Baik itu penglihatan,pendengaran.penciuman,dll. Padahal saya adalah anak terakhir dan tanggungan terakhir Papi saya. Kakak-kakak saya sudah mandiri dan sudah tidak ditanggung Papi saya. Disaat itu juga saya memutuskan untuk cepat lulus Juli dan langsung bekerja! Langsung menjadi pribadi mandiri dan tidak menyusahkan orang tua lagi! Itulah komitmen saya didalam hati yang tak pernah saya ungkapkan sampai akhirnya saya tuliskan disini.

Batas akhir pengumpulan data kelapangan untuk TA adalah bulan maret 2012. Setelah bulan maret setiap mahasiswa wajib di Bandung dan setiap hari absen ke TU(Tata Usaha). Dibulan itu kami (Saya,Lidya dan Karima) mendapat kabar bahwa proyek tentang mitigasi bencana Tsunami yang kami kerjakan sebagai Tugas Akhir tak dapat didanai oleh BPPT. Padahal BPPT yang minta bantuan. Sungguh Ironis. Hal ini dikarenakan BPPT sudah tak mendapat bantuan dana dari UNESCO.

Dana bantuan di UNESCO tahun 2012 berkurang hingga 40% dikarenakan perihal politik dimana Amerika dan Israel menarik dananya  karena Palestina akan dimasukan anggota PBB. Bahkan konflik di timur tengah sana mempengaruhi TA saya! Sungguh hal diluar dugaan saya sebagai mahasiswa DKV yang sederhana namun suka berkelana ini. Sayapun sempat ragu apakah akan melanjutkan topik TA ini atau tidak? Selain topik ini cangkupannya luas juag membutuhkan banyak dana. Segala harapan di bulan Januari seakan pecah berserakan di bulan ini. Kami berpikir bagaimana kami melanjutkan topik ini kalau sang “pemberi” topik/kerjaanpun sudah angkat tangan.Kamipun tetap mencari data dari sumber lainnya yaitu LIPI yang memiliki data tentang penanggulangan bencana dan memiliki divisi Ad hock sendiri yang menyiapkan komunitas masyarakat untuk waspada bencana.Di bulan Febuari , Saudara saya yang terkasih Micah pulang ke Bandung setelah satu tahun di Australia…

Maret:

Setelah beberapa kali berkonsultasi dengan dosen pembimbing saya pak Intan. Saya beberapa kali mengungkapkan “bagaimana nih kejelasan TA saya?”. Parahnya lagi saya tidak mempersiapkan rencana cadangan atau topik lain kalau-kalau topik tentang mitigasi bencana Tsunami ini gagal. Di Bulan Maret kamipun harus selalu berada di Bandung dan sudah tidak boleh lagi mencari-cari data keluar kota. Pak Intanpun berkata kepada saya yang intinya lebih baik topik TA ini dilanjutkan saja. Kalau dilihat dari sisi baiknya kamu jadi lebih bebas mendesain dan berkarya karena sudah tidak membawa nama “BPPT” jadinya kamu lebih mandiri dan independen. Nantinya kalau sudah jadi kamu bisa tawarkan ke badan pemerintahan lain yang memiliki modal.

Oh,ya! Sebagai catatan Indonesia merupakan negara yang amat rawan dengan becana Tsunami karena Indonesia dikelilingi lempeng-lempeng samudra dan benua yang saling menekan dan bergerak tiap tahunnya. Setiap pergerakan itu akan beresiko menimbulkan gempa yang gempa itu beresiko menimbulkan Tsunami yang tak terhindarkan. Di Indonesia sendiri tak ada badan yang resmi mempersiapkan masyarakat supaya siap sedia bencana. BPPD sendiri banyak dikritik karena menjad badan yang tanggap bencana setelah bencana terjadi bukannya mempersiapkan masyarakat supaya siap siaga terus akan datagnya bencana.

Di bulan Maret akhirnya kami bertiga akhirnya memutuskan melanjutkan topik ini dan tidak jadi berganti topik. Persoalan barupun muncul. Kalau kita tidak ke BPPT kita kemana cari datanya. Padahal kami semua ahrus setiap hari absen ke TU. Tapi tetap saja Tuhan bukakan jalan. Kamipun mendapat kontak dan data-data dari peneliti LIPI Bandung. Dimana lokasi LIPI bandung dekat dengan lokasi kampus ITB. Disana kami sangat beruntung diberikan data dan dibimbing oleh bapak Eko dan Pak Munasri alumni Geologi ITB yang menurut saya dan NATGEO (soalnya sering mengisi artikel disana) sudah pakar sekali untuk kaliber Indonesia. Disinipun saya dibantu Eta yang kebetulan memiliki topik tentang sosialisasi patahan lembang/bencana gempa di Bandung. Untuk mempercepat waktu pengumpulan data tentang bencana Tsunami sayapun berpencar dengan Lidya dan Karima. Saya dan Eta mencari data ke LIPI. Lidya dan Karima mencari data ke Pelabuhan Ratu.

April:

Dari Maret hingga April saya dan Eta mendapat bimbingan yang intensif dari pak Eko dan Pak Munasri. Pada Bulan ini bahkan kamipun bertemu beberapa tokoh Geologi nasional hingga ikut seminar Geologi di Museum Geologi padahal Background kami DKV,hehehehe. DKV memang organik karena semua bidang pada dasarnya membutuhkan kemampuan DKV dalam pengonsepan secara kreatif hingga penyampaiannya. Pada bulan ini semua data tentang Tsunami sudah terpenuhi. Muncul lagi persoalan data dari bidang DKVnya bagaimana? Sayapun kebingungan mencari media penyampaian yang efektif. Lagi-lagi Dosen pembimbing saya Pak Intan memberikan inspirasi dan pencerahan! WOW banget dosen ini! Dia bilang ada kebudayaan yang terlupakan. Pak Intanpun berkata “Coba kamu ke Museum Sri Baduga dan cari yang namanya Gambar To’ong!”

Sayapun bingung. Apa pula itu gambar To’ong!?

Gambar To'ong di museum Sri Baduga. Beridir disamping replika prasasti yang saya lupa namanya. Kalau ga salah prasasti dari Tarumanegara :-)

Gambar To’ong di museum Sri Baduga. Beridir disamping replika prasasti yang saya lupa namanya. Kalau ga salah prasasti dari Tarumanegara🙂

Berkat kesolid’an saudara PA(kalau ga ada mereka ga taulah nasib saya nyari tuh museum sendiri). Saya,Micah dan Samuelpun pergi ke Museum Sri Baduga. Kami sama-sama belum pernah pergi kesana. Bahkan Micah yang asli orang Cimahipun tidak pernah kesana. Bermodalkan HP Sam yang memiliki Google Maps dan mobil Pick Up Micah kamipun berangkat ke museum Sri Baduga. Ada kejadian lucu saat kami berhenti di lampu merah di bawah jembatan Cikapayang. Saya dan Micah memanggil Bencong untuk menggoda Sam. Sampun mulai keringat dingin dan ketakutan. Sungguh konyol sekali perilaku kami dan wajah Sam saat itu. Setelah ebberapa kali salah ambil jalur dan bertanya kamipun sampai di museum Sri Baduga. Disana kamipun bertanya tentang Gambar To’ong kepada pengurus museum dan dimintai surat ijin untuk meneliti produk ini.

Waduh! Saya ga tau harus pake surat ijin segala!? Kirain dipajang barangnya dan bisa diliat-liatt seksama.Kalau begini sayapun harus puas diri dengan membawa pulang foto gambar to’ong tanpa kejelasan data-data dan asal usulnya.

Tapi jangan menyerah!

Dengan wajah tenang dan sikap berwibawa. Sayapun mulai bernegosiasi dengan pengurus museum dengan bahasa Sunda.Sayapun menjelaskan saya dari ITB,Sedang TA,berminat pada gambar To’ong dan punya maksud menyelamatkan banyak jiwa dari Tsunami dengan gambar To’ong. Si bapakpun mulai empati dan bertanya “Kamu muridnya pak Intan?”

Jiaaaaah~

Ternyata pak Intan pernah mengajar para pengurus museum itu. Akhirnya kami yang sama-sama kenal Pak Intan berbincang dan sampailah kami pada gerbang kantor museum Sri Baduga. Disana saya diberikan Arsip tentang gambar To’ong. Data tentang gambar To’ongpun terkumpul J

Sayapun tahu apa itu “Gambar To’ong!”

Gambar To'ong di museum Sri Baduga. yang kenal juga dengan nama Tunil. Terkenal dari tahun 1940-1970'an merupakan hasil budaya Jawa BArat dan berasal dari Tasikmalaya :-)

Gambar To’ong di museum Sri Baduga. yang kenal juga dengan nama Tunil. Terkenal dari tahun 1940-1970’an merupakan hasil budaya Jawa BArat dan berasal dari Tasikmalaya🙂

Gambar To’ong merupakan produk budaya asli Sunda dan merupakan hiburan dari zaman kolonial Belanda hingga tahun 1970’an. Gambar To’ong merupakan kotak kayu yang didalamnya terdapat lampu dan gambar berseri yang dilihat dengan cara meno’ong/mengintip kedalam kotak kayu itu. Merupakan hiburan anak-anak pada zaman itu dan amat digemari. Gambar To’ong bagaikan Bioskop keliling dikala itu. Sayangnya seiring perkembangan teknologi bioskop dan televisi kebudayaan ini punah lalu terlupakan. Padahal ini asli dari Indonesia loh!

Mei

Bulan Mei merupakan bulan kerja rodi. Data tentang Tsunami dan data tentang Gambar To’ong sudah terkumpul. Sekarang saatnya membuat animasi dan laporan TA dari bab 1-3nya.Salah satu ke unikan dari TA di DKV dan mungkin Seni Rupa adalah kita harus membuat karya+laporan+karya itu harus jadi+harus berhasil. Sangat berbeda dengan TA beberapa jurusan yang boleh hanya simulasi dan kalau simulasinya menunjukan hasil gagal ya tetap lulus TA. Kalau di DKV simulasinya gagal sama dengan mengulang TA atau bahasa kerennya sampai jumpa di sidang tahun depan.

Pada bulan ini Sayapun mendesign karakter,setting,dan cerita.Jadi tinggal mendesain saja. Karena semua karakter dan data serta referensi sudah didapatkan di bulan-bulan sebelumnya. Berkat Strategi Everyday is Sunday! Namun pemirsa satu hal yang perlu dicatat bahwasanya

“Shit is really happens”

Seperti adanya keajaiban begitupula kesialan terjadi tanpa faktor yang jelas.Hampir setiap malam Saya begadang karena mengedit animasi dan kadang renderan After Effect suka error. Kadang kalau sudah capek sayapun tidur dan menyerahkan semuanya ketangan-Nya. Biarlah dipagi hari saya lihat hasil renderannya berhasil atau tidak.Kadang berhasil kadang masih ada kecacatan di videonya. Jadi harud dirender ulang. Bermodalkan Processor AMD Phenom dan RAM 2GB yang termasuk low-end di tahun 2012. Sayapun mengerjakan TA. Hampir tiap malam komputer menyala,merender dan membuat suhu ruangan kamar menjadi panas. Untungnya Komputer ini amat tahan disiksa melakukan pekerjaan berat. Samapi satu saat pernah Komputer tidak dimatikan selama 5 hari.

Selain itu kabar mengerjutkan juga tersiar dari TU DKV. Sidang Akhir yang biasanya dilakukan pada minggu kedua dan ketiga di bulan Juni. Sekarang dimajukan menjadi minggu pertama Juni! WOW!Saya dengar karena alasannya dosen-dosen mau ke Bali.  Hal inipun membuat kaget segenap anak DKV 2008 dan kesal. Disaat itu saya ikut kesal juga dan merasa terzolimi. Orang biasanya tanggal 15’an. Waktu seminggu itu bisa memperngaruhi karay TA sangat besar loh!Apalagi sekarang lagi ditahap eksekusi.Sekarang awal Juni! Harusnya saya di saat itu ga ikut-ikutan kesal sih…

Bersama teman-teman DKV MM berjuang untuk lulus Juli! Cowok-cowok dibaris atas dari kiri ke kanan:Bregas,Lukman,Saya,IqbalCewek dibaris bawah dari kiri ke kanan: Ninda,Dyonk,Bubu

Bersama teman-teman DKV MM berjuang untuk lulus Juli! Cowok-cowok dibaris atas dari kiri ke kanan:Bregas,Lukman,Saya,Iqbal
Cewek dibaris bawah dari kiri ke kanan: Ninda,Dyonk,Bubu

Beberapa teman sayapun mengundurkan diri dari wisuda Juli karena merasa TA-nya sudah tidak terkejar. Saya sempat berpikir seperti itu tapi,entah mengapa saya tetap maju dan mecoba.Setidak-tidaknya kalau gagal di sidang akhir saya bisa belajar apa kesalahan saya dan mencoba mengejar april tahun depan. Sayapun mulai memacu diri dan bekerja sepenuh hati,jiwa dan raga di kamar mengerjakan animasi TA dalam kurun waktu 3 minggu. Strategi Everyday is Sundaypun saya lakukan 3 kali lipat. Dari 5 jam bekerja tiap hari menjadi hampir 15 jam perhari!

Hidup saya saat itu hanya TA saja kerjanya. Pekerjaanpun menumpuk dari mendesain karakter,membuat aset,menggerakan aset hingga jadi animasi dan mencari sound FX serta musik. Belum lagi ditambah laporan yang harus sudah selesai,rapih,tinggal dijilid dan print panel untuk TA. Panel adalah kertas A2 berisi tentang deskripsi dan visualisasi TA kita yang akan dilihat dosen sebelum sidang dimulai. Waktu itu saya disuruh mengeprint 10 panel dan dibawa ke kampus.Kalau ada sisa waktu ya buat makan, mandi, absen+ngobrol bentar di DKV dan tidur. Harus lulus Juli dan langsung menjadi pria mandiri!

Juni

Awal Juni merupakan waktu sibuk dan panik bagi semua anak DKV’08. Puji Tuhan TA saya animasi dan laporan sudah selesai 2 hari menjelang sidang. Sisa waktunya saya buat untuk mendesain 10 panel dan mengeprint panel. Sidang di DKV yang diadakan diawal Juni merupakan salah satu sidang jurusan tercepat di ITB karena rata-rata prodi lain sidang di minggu ke 3 dan 4 bulan Juni. Jadi DKV menjadi salah satu yang tercepat sidangnya di ITB. WOW! Sehari menjelang sidang anehnya saya merasa biasa saja,tidak deg-deg’an ataupun susah tidur seperti yang dialami beberapa teman-teman DKV’08. Disaat itu saya hanya berserah diri.

Sidang di DKV dibagi 2 hari. Sayapun mendapat giliran sidang di hari pertama dan bagian pertama. Benar-benar Prime Time! Disaat sidang saya menjawab sebisa saya. Kalau tahu ya bilang tahu kalau gak tahu ya,jangan sok tahu. Saya disidang oleh 5 dosen dan semuanya hadir disana dengan ide-ide kritisnya. Saya tak pernah merasakan suasana ruang DKV seserius saat sidang.­­­Kata teman-teman, Saya disidang selama satu jam lebih namun saya tak merasakannya. Saat keluar ruang sidang sayapun merasa lemas(mungkin efek kebanyakan begadang). Kepala terasa panas,badanpun agak sempoyongan dan otak saya terasa kosong. Benar-benar capek. Saat keluar ruang Sidang sayapun dijemput oleh Micah dan Mothy.Disana kami berbincang dan makan. Mereka tidak dapat melihat sidang saya karena, sidangnya tertutup untuk umum.

2 hari setelah sidang,kamipun berkumpul satu DKV. Disana kami dikumpulkan oleh dosen-dosen. Diberikan wejangan sebelum mereka melepas kami ke dunia nyata. Disanapun nilai-nilai dari TA kami di umumkan. Banyak dari teman-teman mendapat nilai A begitupula AB.Sebagai info absen saya di DKV adalah absen terakhir. Jadi pengumumannyapun yang terakhir. Hingga akhirnya tibalah waktu saya dipanggil kedepan.

Suasana hening…

Didalam pikiran saya satu hal yang terpikir “Apapun nilainya yang penting nanti abis diumumin harus heboh.Jelek ato bagus mah,bodo amet…” Nilai sayapun diumumkan lalu saya berlari menepok tangan para teman-teman saya mirip gerakan artis nyapa fans,ahahahha…

Puji Tuhan saya dapet AB dan siap  di wisuda Juli.

Setelah pengumuman nilai kamipun seangkatan amat terharu dan banyak juga yang menangis karena tahu mungkin ini saat-saat terakhir kita bareng-bareng lagi. Sayapun merasa sedih harus meninggalkan teman-teman DKV yang sudah bersama lebih dari 4 tahun. Bergaul,bermain,senang, susah semua dilalui bersama-sama.

Foto Lydia,Saya dan Karima.Tim Tsunami DKV'08. Foto setelah kami sidang. Senang rasanya bisa melalui TA bersama dengan mereka berdua.Semoga kalau ada kesempatan kita bisa bekerja sama lagi ya Lidya dan karimcuy :-)

Foto Lydia,Saya dan Karima.Tim Tsunami DKV’08. Foto setelah kami sidang. Senang rasanya bisa melalui TA bersama dengan mereka berdua.Semoga kalau ada kesempatan kita bisa bekerja sama lagi ya Lidya dan karimcuy🙂

Bulan Juni terasa amat lamaaa…Mungkin ini efek dari sibuk-sibuknya bulan-bulan yang lalu dan sekarang kami semua memiliki banyak waktu senggang. Sebelum diwisudapun kami mengurus administrasi sebagai syarat wisuda. Menurut saya administrasi ini amat merepotkan karena kita harus kesana-kemari dan amat membuang tenaga serta waktu kalau tidak tahu jalurnya. Masa kampus sebesar ITB buat mengurus administrasi wisuda harus repot gitu. Apdahal ada teknologi dan saya yakin ITB pasti punya data semua mahasiswanya. Mau lulus aja kok repot. Sama repotnya seperti mau masuk ITB. Sistem koordinasinya pun buruk.Pokoknya ada 6 tempat mengurusnya TU prodi, TU SR,Perpus pusat,perpus SR(di suruh sumbang buku),BNI GKU timur dan Annex. Kenapa ga semua datanya taro ke TU prodi dan dari TU prodi dikirim ke Annex aja. Toh Annex punya data mahasiswa lengkap.Buktinya aja kalau kita belum bayar ditagih-tagih masa kita mau lulus masih harus isi-isi data lagi?duh,rempong!

Salah satu syarat yang diberlakukan ITB baru pada tahun 2012 ini adalah kewajiban tiap mahasiswa menulis jurnal ilmiah untuk Indonesia.Sayapun menulis saja jurnal ilmiah tentang TA saya. Ternyata beberapa formatnya berbeda dengan laporan TA.Disaat saya mengurus administrasi dan asistensi jurnal ilmiah sayapun, ditawarkan untuk ikut lomba ICPCO.TA saya akan dilombakan disana. Sayapun didukung oleh dosen pembimbing dan Kaprodi saya. ICPCO adalah seminar internasional kelautan yang diadakan di ITB. Karena TA saya tentang Tsunami maka saya,lidya dan Karimapun mengikuti lomba itu. Disana kami disuruh menulis paper ilmiah dan akhirnya akan presentasi kedepan khalayak umum diseminar itu.

Juli

Tidak terasa sudah setengah tahun terlewati. TA benar-benar cepat dan benar-benar tidak terasa TA telah merenggut 6 bulan kehidupanmu. Di Bulan Juli saya menulis abstrak berbahasa inggris untuk ke ICPCO. Jadi sebelum kita memasukan paper kita, Panitia ingin mengetahui ringkasan dari paper kita itu melalui abstrak. Abstrak itu rangkuman kisi-kisi dari apa yang akan kita lakukan di paper. Jadi ini tahap seleksi awal apakah paper kita layak dipresentasikan atau tidak? Sayapun mengirimkan Abstract saya ke panitia ICPCO.

Pada minggu ketiga bulan Juni selain mengurus syarat kelulusan yang amat ribet sayapun melamar kerja paruh waktu di Voyage Indonesia. Sebuah perusahaan game dari jepang yang kantornya berada di Dago Butik. Saya memilih perusahaan game karena Industri kreatif khusunya game sedang mengalami kemajuan di Indonesia khusunya game Handphone.Saat itu saya diwawancara dan ditanya kapan kira-kira bisa bekerja? Syapun menjawab saya bisa bekerja di bulan Juli tepatnya minggu kedua. Saya prediksi disaat itu saya sudah senggang dan administrasi tinggal sedikit lagi yang diurus. Alhasil prediksi saya tepat dan saya bekerja di perusahaan itu. Kerjanya freelance atau paruh waktu.Puji Thuan saya sebelum lulus sudah bias bekerja. Saya diwajibkan masuk minimal 4 jam sehari. Tapi boleh ga masuk juga sih asal dengan alasan(alasan males),hehehehe…

Persiapan wisudapun ternyata bukan hanya adminsitrasi. Harus ada persiapan kemeja,jas,toga, sepatu,hotel untuk orang tua menginap,dll. Satu hal yang saya kelupaan dan kelewatan adalah hal terakhir tadi. Hotel untuk orang tua menginap. Walaupun orang tua dari ciputat tapi tetap saja butuh hotel untuk menginap. Semua hotel disekitar Dago,Bandung sudah full-book semuanya!

Aduh,celaka!

Selain itu yang seharusnya saya persiapkan adalah foto studio setelah wisuda. Saya lupa akan hal itu juga! Semua foto studio di Bandung hari sabtu saat wisuda dan minggu sudah full book semuanya juga. Sayapun bingung bagaimana nanti foto wisuda dan dimana orang tua akan menginap?

Puji Tuhan, Tuhan bukakan jalan bagi saya. Orang tua saya bias menginap di rumah tante saya di daerah Leuwi Panjang. Rumah itu kosong dan memang bekas rumah anaknya yang kuliah di ITB.

Foto wisuda Juli bersama kak Irene dan kak kartini. Senang rasanya bisa melihat mereka berdua datang ke wisudaan. Dua-duanya merupakan cewek yang kuat,tangguh dan berpengaruh dalam kehidupan saya...

Foto wisuda Juli bersama kak Irene dan kak kartini. Senang rasanya bisa melihat mereka berdua datang ke wisudaan. Dua-duanya merupakan cewek yang kuat,tangguh dan berpengaruh dalam kehidupan saya…

Pada tanggal 14 Juli 2012 Sayapun diwisuda…lulus dari ITB walaupun tidak cumlaude,bebas dari asistensi dosen, bebas dari administrasi yang merepotkan dan bebas dari tekanan deadline tugas.­..

Dibulan Juli ini juga saya memutuskan untuk membuat blog dan belajar menulis. Jadi Kraukraukdi ini tercipta dibulan Juli.Terima kasih Linda.

Agustus

Satu hal yang saya sadari dibulan ini adalah gaji saya sebagai pegawai freelance amat pas-pas’an untuk hidup saya. Sayapun memutuskan untuk melamar di Voyage menjadi karyawan tetap yang gajinya lebih mumpuni. Apalagi saya ingin mandiri secara ekonomi dan tidak menyusahkan atau memberi beban lagi kepada keluarga.Dibulan Agustuspun saya mulai bekerja full time dari pukul 9.30-18.30 WIB. Mungkin ini adalah fase baru dalam hidup saya.

Fase dunia kerja.

Di Voyage saya dipercaya untuk mengerjakan satu game baru. Disana saya bertindak sebagai  Video game designer. Kerjanya yang mengkonsep,mendesain dan membuat game dari awal hingga akhirnya. Dalam tingkatan desain video game designer merupakan pemimpin dari satu project yang nantinya akan di awasi dan dimintai pertanggung jawaban kepada kepala proyek atau Project manager. Jadi dalam satu perusahaan ini ada banyak proyek dan semuanya diatur dan di manage oleh project manajer. Didalam kantor inipun terdapat banyak anak ITB 2008. Ternyata perekrutan anak-anak ITB yang banyak freelance ini mirip seperti MLM. Satu teman masuk lalu mengajak teman yang lainnya masuk juga. Begitulah siklusnya hingga sayapun bisa  masuk Voyage.

Disanapun saya banyak belajar dari Internet bagaimana caranya membuat game yang bagus dan disukai orang –orang. Game yang kami buat ini adalah game untuk iPhone. Jadinya disana saya sering sekali memainkan iPhone dari 3 sampai 4S. Demi riset yang lebih baik sayapun memainkan iPhone-iPhone tersebut. Riset game itu gampang-gampang susah. Intinya kita harus menemuak esensi daya tarik dari game yang kita mainkan.

Dibulan Agustus inipun saudara PA saya si Avis pulang dari negeri Jepang. Di jepang dia melakukan riset dan pertukaran pelajar. Dia berkuliah di Tohoku Univesity. Saya,Micah dan Samuelpun menyambut dia dengan gembira. Ada yang berubah saat dia kembali ke Indonesia. Kulitnya makin putih dan makin mirip orang Jepang. Sayang logatnya Surabaya,heheheh…

September

Dibulan Sepetember ini penuh dengan kabar yang mengejutkan. Satu-persatu anak ITB yang menjadi pegawai di Voyage mengundurkan diri. Mereka mengudurkan diri dengan berbagai macam alasan terutama mereka berkata bahwa ada tawaran lain yang lebih ber”prospek”. Kesemua anak ITB itu merupakan programmer dan mereka mengundurkan diri bahkan sebelum mereka wisuda di Oktober nanti. Ada juga yang alasannya ingin fokus kepada kuliah dan sidang akhir. Anak yang keluar dari perusahaan ini berjumlah 9 orang. Sebuah penurunan yang drastis.

Sayapun berpikir. “Apakah keputusan saya mengambil pekerjaan ini merupakan suatu kesalahan? Kalau tidak,mengapa banyak teman sejawat saya yang keluar?” sampai tulisan ini dibuat saya tak berani menyimpulkannya.Biarlah waktu yang menjawabnya…

Dari sisi ICPCO(loba yang saya ikuti). Bersyukur bahwa Abstrak saya diterima dan saya bisa meneruskan untuk mengirimkan paper ke ICPCO. Permasalahan barupun muncul. Untuk bisa mengikuti seminar dan presentasi ini saya membutuhkan dana 1,4 juta rupiah sebagai uang masuknya(biaya aslinya dollar). Saat itu keadaan saya adalah pegawai baru dan saya sudah berjanji tak akan meminta uang sepeserpun kepada orang tua lagi. Saya harus mandiri. Sebuah komitmen yang konyol bagi sebagian orang dan memang lebih mudah untuk minta ke orang tua dibanding mencari uang sendiri…

Papi sayapun menawarkan bantuan namun saya tolak. Beliau berkata “toh ini buat kemajuan kamu juga. Masa gara-gara ga ada uang(uang pribadi saya) kamu ga jadi ikutan ICPCO?”. Sayapun menolak tawaran Papi saya yang akan memberikan uang pendaftaran. Saat itu uang saya sebagian besar saya habiskan untuk membayar kos’an saya yang sudah jatuh tempo dan sisanya untuk biaya hidup. Sayapun beriman bahwa bulan depan pasti terkumpul uangnya. Sayapun mengerjakan Abstract ini dan meminta bantuan dek Elisa dan Tia dari HI Unpad.

Dibulan September ini saya juga mulai berpikir bagaimana rencana saya kedepannya? Baik rencana ekonomi dan terutama karir. Apakah saya akan pindah ke Jakarta???

Oktober

Tanpa saya sadari saya sudah 3 bulan menjadi alumni. Dibulan ini banyak sekali teman-teman saya non-Seni Rupa yang berwisuda. Senang rasanya melihat mereka bisa lulus sayapun terkenang romantisme saat diwisuda Juli. Diakhir bulan ini saya dan teman-teman 2008 yang berbeda jurusanpun berfoto bersama. Senang melihat mereka akhirnya bisa lulus dan beberapa sudah dipanggil untuk bekerja dan beberapa sudah dipanggil wawancara.

Foto bareng 2008. Disaat itu Toga saya sudah ada di Ciputat jadi ya foto seadanya aja dengan kemeja hitam saya. Samapi bertemu lagi ya teman-teman...

Foto bareng 2008. Disaat itu Toga saya sudah ada di Ciputat jadi ya foto seadanya aja dengan kemeja hitam saya. Samapi bertemu lagi ya teman-teman…

Di Bulan Oktober ini  keadaan kantor makin sepi. Karyawan yang memutuskan untuk pergi dari Perusahaan pun bertambah. Hal ini tentunya makin membuat saya bimbang dan sempat berpikir seperti dibulan lalu. Alasan merekapun sama seperti yang lainnya. Didalam hati saya berkata “Apakah saya yang terlalu bebal untuk tetap bertahan ya?”.

Pada bulan inipun saya harus menerima kenyataan bahwa uang untuk ke ICPCO tak cukup. Sayapun berkonsultasi dengan dosen pembimbing saya. Mereka katakan akan mensubsidi biaya itu. Sayapun merasa lega mendengar hal itu. Jurnal ilmiah untuk ke ICPCO pun saya berikan kepada dosen pembimbing dan kaprodi untuk di ACC apakah sudah benar dan layak untuk dikirimkan atau belum? Setelah beberapa kali Asistensi (ACC), Jurnal sayapun dinyatakan layak. Di saat asistensi itupun saya meminta subsidi itu kepada sang dosen namun beliau sering berkata “nanti dan nanti”. Di sms dan telepon si dosen tidak menjawab.Pada akhir bulan Oktober 2012 sayapun gelisah dan deadline pembayaran makin mendekat. Sayapun menghubungi panitia ICPCO. Namanya adalah bu Nita beliau dosen Kelautan ITB dan panitia ICPCO. Setelah berkonsultasi dan bernegosiasi akhirnya Ibu Nita mengambil keputusan. Keputusannya adalah…

Saya boleh ikut ICPCO dan tidak membayar namun harus membantu mendesain untuk ICPCO. Saya pun bernoegosiasi dan akhirnya diputuskan saya mendesain peta “you’re here” untuk ICPCO. Sayapun menyanggupinya. Walau pada kenyataannya saya masih harus bekerja dan sepulang kerja itu capek sekali rasanya namun ini harga yang harus dibayar. Sayapun mengerjakan peta tersebut di saat akhir pekan.  Sambil mengerjakan presentasi untuk ICPCO sayapun mendesain peta untuk acara tersebut. Presentasi untuk ICPCO ini harus berbahasa Inggris jadinya saya latihan dan latihan terus. Susahnya adalah banyaknya istilah dan istilah itu merupakan istilah sains dan ilmiah. Jadi harus dicari padanan katanya dan ngerti.Beda deh sama ngomong biasa.

Di bulan Oktober ini juga kakak saya yang kedua menikah. Sepanjang akhir pekan dari bulan-bulan selanjutnya sayapun sering disuruh ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan. Misinya adalah supaya papi saya bisa mengundang orang-orang secara langsung ke pernikahan kakak saya yang kedua. Kalau diundang langsung kayaknya lebih afdol dibanding cuman dapet undangannya doank. Sayapun mulai memikirkan pernikahan. Padahal baru lulus juga!

November

Setelah bergelut beberapa bulan ini tentang ICPCO dan ICPCO mulu. Akhirnya dibulan ini ICPCO dimulai!Acaranya termasuk dalam rangkaian acara Ocean Summit di ITB. Acara ini benar-benar serius tempat yang disewa lapangan basket untuk pameran,Aula barat dan Aula timur serta Auditorium CC timur untuk lokasi presentasinya. Saya kebagian presentasi hari kedua di Auditorium CC timur. Disana juga ada Karima dan Lidya namun mereka hanya datang di hari kedua. Sedangkan saya sudah izin tak masuk kerja dari hari pertama. Banyak anak kelautan yang saya kenal tidak percaya saya pembicara di ICPCO bahkan dari meja pendaftaran mereka sudang nanya “Ngapain bang? Kan anak SR.Kok ke ICPCO?”. Ya begitulah nasib,heheheh….

Di awal acaranya sayapun duduk mendegarkan pembukaan ICPCO oleh rektor ITB. Ngantuk sih,padahal baru jam 9 pagi,heheheh… Disana saya tidak mengenal satu orangpun. Secara saya kayaknya DKV sendiri dan yang lain anak teknik .Ditengah kesendirian saya diruang Aula barat dimana pembukaan acara berlangsung. Saya disapa sosok yang saya tak kenal.Kamipun berbincang dengan bahasa Indonesia. Usut punya usut beliau adalah Warga Negara Malaysia(pantes aja bahasanya agak aneh) dan merupakan pembicara juga buat ICPCO ini. Waduh,bener-bener internasional ini. Selama 30 menit saya mendengarkan pidato/.ceramah/wejangan/apapunlah dari vice minister of transportation dan tidak mengerti. Melihat presentasi petinggu PGN saya coba menyimak dan tetap tidak mengerti. Selanjutnya petinggi Freeport presentasi.Mencoba menyimak namun tetap tidak mengerti…

Sayapun berpikir bahwa hari ini akan berlangsung panjaaaaang dan membosankan. Tiba-tiba hadirlah secercah kebebasan bernama coffe break. Ditengah kepenatan saya dan males minum kopi. Bertemulah saya dengan seorang gadis alumni 34. Dia adalah Gaby GD’08(bukanmanusiadodol.blogspot.com).Kamipun sama-sama bingung dan bertanya.

Gaby     :“Arnold!Ngapain lo disini!?Lo kan DKV?”

Arnold  : “Lah gue pembicara. Lo ngapain anak Geodesi ke seminar kelautan?”

Gaby     : “Hah!Serius loh!?(dan pertanyaan saya ga dijawab)

Setelah penjelasan panjang lebar akhirnya Gabypun tau saya pembicara dan saya tahu dia diutus oleh perusahaannya untuk ikut ICPCO. Karena malas minum kopi dan malas di Aula barat ITB kamipun pergi keluar dan jajan digerbang depan. Di ICPCOpun saya tidak merasa asing lagi. ICPCOpun makin ceria ditemani kawan saya yang satu ini.Komentar-komentarnya Gaby cerdas namun kadang imajiner juga dan tak terselami.Ahahaha,Untung ketemu orang yang ku kenal kalau enggak bisa bosen banget. Dilihat dari sponsornya acara ini memang besar sekali dan menghabiskan banyak dana tentunya. Semua anak kelautanpun diliburkan kuliah selama 2 hari dan dijadikan panitia. Pada malam harinya kamipun menghadiri Gala Dinner di Aula timur di gala dinner itu saya dapet kaos doorprize,ahahaha…senangnya. Keesokan haripun saya presentasi terakhir di Auditorium CC timur dan semuanya berjalan lancar.Makasih Tuhan! Makasih juga Dini dan Gaby yang udah nonton presentasi saya🙂

Foto Dini(ngadep kebelakang),Gaby dan Saya di Gala Dinner ICPCO. Hampir 2 hari penuh saya bersama mereka dalam event ICPCO ini. Gaby dan Dini merupakan teman di SMA'34. Dua anak yang baik-baik :-)

Foto Dini(ngadep kebelakang),Gaby dan Saya di Gala Dinner ICPCO. Hampir 2 hari penuh saya bersama mereka dalam event ICPCO ini. Gaby dan Dini merupakan teman di SMA’34. Dua anak yang baik-baik🙂

Di akhir bulan November ini juga saya berulang tahun dan merupakan hari terakhir Dika kerja di Voyage.Dika adalah teman sejawat saya di DKV yang membawa saya ke Voyage. Dia akan pergi ke Australia(RMIT) untuk mengambil S2 disana. Jadi tambah satu lagi pegawai yang keluar…

Desember

Tidak terasa sudah berada dibulan terakhir 2012. Dibulan ini saya menhikuti Camp pra-alumni yang amat menguatkan saya supaya bisa berkembang di dunia kerja. Walaupun saya sudah alumni namun masih alumni baru jadi ya,belum terlalu tau banget lah dan sekarang masih jadi pegawai baru juga kan.Terima kasih kepada panitia dari Bandung dan Jatinangor yang udah mempersiapkan acara ini.

Setelah sekian lama berpisah akhirnya ada kesempatan juga untuk berkumpul bersama keluarga PA yang lengkap. Semoga walaupun sibuk bisa bertemu lagi diwaktu-waktu mendatang :-)

Setelah sekian lama berpisah akhirnya ada kesempatan juga untuk berkumpul bersama keluarga PA yang lengkap. Semoga walaupun sibuk bisa bertemu lagi diwaktu-waktu mendatang🙂

Dibulan ini sayapun mengikuti Natal dengan khusyuk dan bisa bersama-sama dengan saudara PA saya yaitu Avis dan Micah. Sebuah pengalaman yang belum pernah kami alami. Di Natal inipun diingatkan pentingnya memiliki harapan-harapan yang nantinya akan membakar semangat kita dalam mewujudkannya. Di bulan inipun teori tentang kiamat di 2012 tidak terbukti dan ini membuktikan bahwasanya tak ada yang bisa meramalkan kapan datangnya kiamat.

Di akhir tahun inipun saya banyak berpikir apaksaja yang sudah saya lakukan di 2012? Sebenarnya di tahun ini ada 2 fase dimana satu semester awal adalah fase saya berjuang keluar dari dunia kampus dan di semester selanjutnya merupakan fase di dunia kerja. Saya berpendapat dimana jika satu era atau masa berakhir maka muncul awal yang baru. Yang baru menggantikan yang lama. Pada kenyataannya kita tak bisa terlalu lama disatu masa/tahapan hidup. Hidup harus terus bergerak maju dan apabila gagalpun tetaplah maju.

Ditahun 2012 ini saya juga merasakan bahwa Tuhan itu baik. Apa yang saya minta dalam hati dikabulkan. Contohnya saya pengen ada temen di seminar ICPCO. Eh,tau-tau ada si Gaby,Dini dan Bang Destry. Contoh lagi : Dari dulu syaa ngebet punya iPhone 4S. Eh ditempat kerja ada dan saya bisa dengan puas maininnya bahkan sampai bosan.Tuhan kasih pinjem itu iPhone sampe puas dan males saya menggunakannya. Banyak hal juga yang harus dikoreksi di 2012. Seperti kebiasaan mengeluh itu ga baik banget dan harus dihilangkan di 2013. Beberapa hal seperti pekerjaanpun masih belum terjawab sampai sekarang. Biarlah waktu yang menjawabnya…

Mungkin ini adalah tulisan terpanjang saya di blog. Bukan untuk pamer namun untuk mengingatkan saya apa saja yang sudah saya alami dan apa saja yang harus saya perbaiki kedepannya. Sampai saat ini saya masih bergumul tentang resolusi di tahun 2013. Seperti apa hidup saya di 2013?kita lihat saja nanti😉

SELAMAT TAHUN BARU 2013 semuanya!

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

6 thoughts on “KALEIDOSKOP 2012

  1. Makasih ya kak Rani dan Dek Niko…Aku yakin kalau kalian buat kaleidoskop parti lebih luar biasa dari aku.Aku sayang kalian🙂

  2. ARNOOOLLLDDD ADA NAMA GUEEEE!!!!!! jadi ingat tahun laluuu :””)
    entah lo bisa baca tulisan ini ato ngga hahahaha.

  3. Pingback: 158. A Calendar of Blogs! | KRAUKRAUKDI

  4. Pingback: Kaleidoskop 2014 | KRAUKRAUKDI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s