KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

035.Mari mengenal konsumen Indonesia dari jejaring sosial!

Leave a comment

Indonesia merupakan negara yang majemuk karena itulah Indonesia merupakan negara yang indah. Dalam bidang ICT saya sebagai desainer dituntut untuk mengerti perilaku konsumen khususnya konsumen Indonesia. Indonesia sedniri merupakan salah satu negara pengguna sosial media terbesar di dunia. Berdasarkan riset 2/3 masyarakat Indonesia menggunakan Internet dan 90% yang menggunakan Internet pasti membuka Facebook. WOW!

Twitter dimana Indonesia memiliki basis masa yang besar sehingga menjadi Trending Topic dunia bukanlah hal yang mustahil. Kasusnya yang pernah saya lihat adalah saat acara X-factor Indonesia (Sebuah ajang kompetisi musik). Disaat Fathin akan dan bernyany maka Fathin langsung menjadi Trending topic, Saat Mikha Angelo akan bernyanyi langsung nama Mikha Angelo menjadi trending topic, begitupula saat Isa Raja bernyanyi.Lihat! Dalam 1 malam Indonesia bisa menghasilkan 3 trending topic bahkan lebih topik-topik yang sedang panas dan dilihat oleh dunia. benar-benar negara nan ajaib!

Berikut ini beberapa ciri khas konsumen Indonesia dalam menggunakan Sosial media:

1. Narsis!

Kalau kita lihat di jejaring sosial banyak sekali orang Indonesia yang memamerkan segala hal yang dimilikinya. Seperti berbagi foto jalan-jalan keluar negri, pamer tas baru, pamer rambut baru dan melakukan tindakan narsis lainnya baik yang penting maupun tidak penting shingga menjadi obrolan panjang dan bahkan menjadi perdebatan. Mungkin ini adalah dampak dari culture shock. Dimana orang Indonesia dulunya merupakan orang yang tertutup dan kalau mau komentarpun ga ada wadahnya.

Semenjak era reformasi kebebasan berpendapatpun berkibar dan jejaring sosialpun menjadi tempat menyalurkan aspirasi. Dari aspirasi tentang kebangsaan hingg kegalauan karena ditinggal pergi kekasih tercinta bahkan kegalauan mencari makanan di tengah malam. Hal ini pun menimbulkan kebingungan, Kadang perilaku seseorang di jejaring sosial berbeda dengan kepribadian asli orangnya. Di jejaring sosial bisa berkoar-koar dan jago berpendapat tapi pas lihat aslinya ternyata untuk tunjuk tangan saja tidak berani. Kalau istilah saya “Narsis supaya eksis”.

2. Mencari teman sebanyak-banyaknya!

Mungkin ini akibat dari ajaran SD untuk berteman dengan siapa saja,ahahhaa. Masyarakat Indonesia sendiri suka dang bangga bila memiliki teman yang banyak di jejaring sosial dan uniknya hanya 20% saja yang ternyata mereka kenal. Sisanya mereka hanya tahu dan bahkan tidak tahu atau main masukin ke friendlist. Jadi bukan hanya teman-teman yang dekat saja, teman yang ada di Zimbabwe dan Amerikapun di Add atau di approve (kalau ada yang nge-add). Kebiasaan ini sebenarnya memiliki resiko tinggi, karena bisa dimanfaatkan oleh para penjahat untuk penipuan bahkan penculikan.
3. Suka KEPO!
KEPO adalah singkatan dari Knowing Every Particular Object. Kebiasaan inipun akan menimbulkan kebiasaan bergosip,ahahhaha. Media sosial merupakan tempat dimana masyarakat ber KEPO ria. Hal ini sebenarnya bagus bagi para produsen (kalau tau cara promosinya) karena,konsumen menjadi aktif mencari tahu. Berbeda dengan konsumen luar negri  dimana konsumen sudah tidak mau tahu tentang brand dan memilih apa yang mereka butuhkan. Karena itu produsen luar berpikir panjang dan dalam bagaimana konsumen bisa melihat brand dengan cara menjadikan produk brand itu sebagai hal yang amat dibutuhkan.
4. Latah!

Orang Indonesia memiliki mental latah. Sebagai contoh dulu Jejepangan amat terkenal karena anime. Maka masyarakat Indonesiapun menjadi suka J-culture,harajuku style, gothic lolita, hatsu mimiku,dsb. Kedigdayaan jepang digantikan korea selatan. Sekarangpun demam korea terutama boybandnya. Bukan hanya budaya hal inipun berlaku ke produk. Satu orang pamer BB maka yang lainpun iri dan ikut-ikutan beli BB sehingga terciptalah komunitas BBM indonesia. Kebiasaan latah inipun bisa menjadi salah satu jalan masuk melakukan promosi bagi konsumen.

5.Belum suka bisnis
Walaupun Kepo ternyata konsumen Indonesia tidak suka dengan hal-halo yang berbau bisnis dan promosi-promosi yang dilakukan perusahaan! Banyak perusahaan salah menggunakan jejaring sosial sebagai perpanjangan tangan dari promosi. Dari data ternyata hanya 6% dari total pengguna internet Indonesia yang melakukan transaksi. Karena itu perlu cara-cara yang kreatif dalam menjaring kosnumen hingga terjadi transaksi. Mau tau caranya? Hubungin saya.hehehe

Kelima karakteristik diatas sebenarnya adalah Opportunity atau kesempatan bagi produsen bisa lebih lagi menjaring konsumen Indonesia. Sebagai desainerpun kita harus mengetahui karakteristik dari target sebelum membuat suatu produk, kampanye maupun karya. Sehingga kesemuanya itu bisa efektif dan sinergis.

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s