KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

085. Marketing 3.0 at Travel Vaganza!

Leave a comment

Travel vaganza bersama Pak Hermawan

Travel vaganza bersama Pak Hermawan

Tema tulisan ini adlaah bagi-bagi ilmu bisnis. Beberapa hari yang lalu saya mendapat kesempatan untuk ikut dalam seminar Travelvaganza. Salah satu pembicaranya adalah pak Hermawan Kartajaya (CEO Markplus). Beliau adalah pakar marketing yang berpengaruh di Indonesia. Kalau saya sendiri melihatnya beliau lebih cocok jadi dosen sih,heheh. Di seminar itu saya belajar tentang Marketing 3.0. Apa sih itu? Marketing 3.0 sendiri dibagi menjadi 3 tahapan.

Tahap Pertama: Enjoy!
Ini adalah tahap paling dasar dari kemampuan produk kita. Produk atau jasa yang kita berikan haruslah bisa membuat konsumen menikmatinya. Sebagai contohnya bila hal ini di kontekskan ke bidang pariswisata adalah penjualan Memento/oleh-oleh. Pengunjung akan menikmati oleh-oleh yang ada namun setelah itu apa? Kalau sampai tahap pertama ini  relatif lebih mudah dilupakan konsumen.

Tahap kedua : Experiencing!
Tahap kedua ini adalah tahap dimana kita membuat konsumen benar-benar mengalami kelebihan dari produk atau jasa yang kita berikan. Sebagai contohnya dalam bidang pariswisata adalah adanya festival di tempat wisata. Misalnya festival lampion saat waisak di candi Borobudur. Konsumen akan lebih ingat dan tertarik apabila mencapai tahap ini. Konsumenpun akan berulang kali menggunakan produk atau jasa Anda.

Tahap ketiga: Engage!
Tahap ketiga ini adalah tahap dimana konsumen terikat dan merasa memiliki ikatan jasmani dan batin dengan produk atau jasa Anda. Sebagai contoh di bidang pariwisata adalah Saung Mang Udjo. Dimana konsumen atau para turis bukan hanya mengalami festival pertunjukan Angklung namun Turis juga menjadi bagian di dalamnya. Para turis di ajarkan bermain angklung. Dari contoh ini dapat dilihat bahwa tahap Engage ini memang lebih dalam daripada tahap experience. Hal ini akan menghasilkan efek yang luar biasa karena brand Anda akan melekat ke konsumer dan sekali brand itu sudah melekat maka akan susah sekali untuk dilepaskan. Hal ini akan menghasilkan konsumen yang loyal. Sebagai indikator konsumen ini sudah engage atau tidak pak hermawan berpendapat kalau Konsumen sampai nangis atau sedih saat meninggkalkan tempat wisata Anda maka mereka sudah engage dan kemungkinan besar mereka tidak akan melupakannya seumur hidup. Konsumenpun akan berjuang untuk bisa mendapatkan produk atau jasa Anda berapapun harganya. (ngerrriii yah!?). Kalau dibidang IT mungkin salah satu contohnya adalah iPhone. Walaupun lebih amhal daripada HP pada umumnya dan Spesifikasinya lebih rendah dari HP Android tapi masih banyak konsumen (apple fanboy) yang benar-benar engage dengan produk Apple ini.

Salah satu paradigma yang salah dari pengusaha adalah menempatkan kepuasan konsumen/ satisfaction sebagai kualitas utama. Hal ini salah karena, kepuasan konsumen/ satisfaction adalah modal dasar yang wajib dimiliki produk atau jasa kita. Harus ada sesuatu yang lebih daripada satisfactions semata. Orang bisa saja puas tapi tidak menikmati produk atau jasa yang diberikan perusahaan Anda. (karena itu tahap pertama “enjoy”). Semoga berguna J

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s