KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

210. Membaca buku digital lebih nyaman dengan ini!

3 Comments

Pada postingan sebelum-sebelumnya,  Saya telah mereview beberapa buku yang amat menarik. Semuanya ini demi mendukung program ” Arnold Rajin membaca” yang akan menularkan tren membaca buku kepada kalangan anak-anak muda. Kebanyakan buku yang Saya baca adalah buku yang memiliki format epub. Rata-rata waktu yang saya habiskan untuk satu kali membaca buku adalah 20 menit  hingga 2 jam. Hal inipun menyebabkan mata lelah dan capek.

Salah satu penyebab capeknya mata kita adalah karena saat membaca buku kita menatap layar LCD atau LED terlalu lama. Layar LCD se detail dan serapat apapun pixelnya(retina display) akan memberikan cahaya kepada mata kita. Cahaya itu lah yang membuat mata cepat lelah berbeda dengan membaca lembaran kertas yang tak mengeluarkan cahaya. Cahaya dari layar LCD yang terlalu lama ditatap dalam kondisi kurang cahaya akan menyebabkan pusing, mual dan insomnia.

Lalu bagaimana donk solusinya membaca buku digital tanpa harus mengalami efek pusing?

Jawabannya ada pada teknologi e-ink atau elektronik ink (tinta elektronik). E-Ink memiliki beberapa kelebihan antara lain:

E-Ink reader yang bernama Kindle Paper white

E-Ink reader yang bernama Kindle Paper white buatan AMAZON

1.  Tidak mengeluarkan cahaya:
e-ink benar-benar seperti kertas. Tidak mengeluarkan cahaya yang mencolok ke mata kita. e-ink juga memiliki kontras yang bagus dan segala bacaan kita bisa terlihat jelas walaupun di  dalam keadaan cahaya yang terik. Kalau LCD di ruang terbuka dan terik kan biasanya menjadi tidak terlihat.

2. Awet Batere:
Sebagai perbandingan Kindle Paper White (e-ink) bisa bertahan 60 hari jika digunakan terus menerus. ENAM PULUH HARI! Bukan jam lagi patokannya. Berbeda dengan iPad Mini yang hanya bisa bertahan 10 jam (gak sampe setengah hari).

Perbandingan tampilan mendetail dari e-ink, kertas dan layar LCD

Perbandingan tampilan mendetail dari e-ink, kertas dan layar LCD

3. Bisa membaca di dalam gelap:
E-ink yang modern sudah memiliki lampu yang dapat mengeluarkan cahaya. Namun posisi lampu bukan berada di belakang layar yang akan langsung menyilaukan mata. Posisi lampu berada di sekeliling layar e-ink. Sehingga memungkinkan pengguna membaca di dalam gelap. Lampunya cukup terang namun tidak seterang LCD yang bisa bikin orang lain bangun di saat malam hari karena saking silaunya.

4. Harganya Murah:
Harga E-ink reade sangatlah murah. Kindle Paper White (e-ink) harganya cuman $120, iPad Mini Retina Display $400 dan Nexus 7 harganya $230. Jauh beda kan?

Sayangnya e-ink bukanlah teknologi yang sempurna. E-ink hanya bisa membaca data yang berwarna hitam dan putih. Jadi baca’an Full color seperti majalah tidak akan optimal di e-ink. E-Ink juga memiliki efek “Invert” dimana layar akan me refresh e-ink. menurut saya ini cukup mengganggu. Selain itu e-ink reader sendiri kurang populer di Indonesia. Di luar negri merek seperti Barnes&Nobles: NOOK, Amazon: Kindle Paperwhite dan Sony PRS pun amat terkenal di Amerika dan Eropa.

E-Ink Reader bisa menjadi alternatif bagi Anda yang suka membaca. E-reader pun biasanya dilengkapi dengan Wifi, Bluetooth dan pemutar musik. Semoga bisa menginspirasi.

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

3 thoughts on “210. Membaca buku digital lebih nyaman dengan ini!

  1. E-ink bisa dipake baca file dengan format pdf ngga bang?

  2. Reblogged this on Young Achievers and commented:
    this new imagination

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s