KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

278. Kenapa desainer mau aja di bayar murah?

1 Comment

Sekedar sharing saja, Saya seorang multimedia desainer yang sudah menekuni bidang ini secara profesional selama lebih dari 6 tahun. Kenapa sih teman-teman desainer mau aja di bayar murah? atau bahasa gampangnya, kok mau sih dibayar murah? Sebagai salah satu contoh kasus, Ada junior Saya yang mendapatkan proyekan lalu,menanyakan “berapa sih tarif/bayaran untuk mengedit video? “.

Saya tanya balik, “itu semua tergantung spesifikasi dan ribet apa enggak videonya? Emang kayak apaan sih?” Ternyata eh,ternyata udah kliennya mintanya banyak, revisi se enaknya dan parahnya bayarannya murah banget lagi (ratusan ribu untuk video company profile yang penuh animasi di campur rekaman).

Saya lalu menyarankan dia bikin kontrak yang jelas dan naikin harganya dengan argumen” Ngedit video kan butuh skill, software dan hardware yang tinggi. Belum lagi waktu nge-rendernya yang makan banyak waktu (secanggih apapun komputernya)”.

“Begini deh logikanya ,

Kuliah tentang desain itu mahal,

Buku-buku yang bermutu tentang pelajaran desain (bukan tutorial photoshop kawan-kawan) itu mahal,

Buku referensi seperti kompilasi fotografi atau artbook tentang desain itu mahal,

Gadget dan perangkat buat kamu ngedesain kayak kamera SLR, Laptop (kalau mau gaya biat keliatan kayak desainer banget, musti Macbook Pro lagi = 20juta++), Graphic tablet pasti pilih merk wacom (wacom Bamboo,Intuos & Chintiq) , jarang tuh yang pake merk lain itu semua mahal,

Belom lagi perintilan yang kayaknya harus di punyai desainer kayak HP musti iPhone dan buku catetan musti merk Moleskine dan itu semua mahal,

Belom lagi kalau kamu pake software desain yang legal beserta plug-in nya. Pasti MAHAL tuh! (kalau gak percaya cek aja harga Adobe Master Collection dan harga lisensi 3D MAX, MAYA,dan plug-innya kayak V-Ray, Krakatoa,dsb)

Secara logika dan bisnis aja yah, untuk membuat satu karya itu kan sebuah enkapsulasi dari kamu belajar, baca buku,bikin sketsa di buku trus finishing pake gadget yang mahal. Kok mau-maunya di bayar murah? (murah dalam artian pengeluaran dan waktu kerja tak sebanding dengan penghasilan). Paling enggak kamu itung-itung dulu lah kayak pake proposal, itungin jam kerja kamu, itung listriknya,dll”.

Dia malah menolak bikin kontrak dengan alasan; “Yah,kan masih mahasiswa, cari pengalaman, dan lumayan buat portofolio”. Saya lalu menjawab, “Kalau dari mahasiswa aja kamu udah gak menghargai profesi kamu? Gimana nanti di dunia kerja?”.

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

One thought on “278. Kenapa desainer mau aja di bayar murah?

  1. Pingback: 286. Desainer mau sih dibayar murah karena, proyekan dari teman? | KRAUKRAUKDI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s