KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

280. Apa Kabar OVJ dan Bukan empat mata?

Leave a comment

Menurut Saya, Acara di Trans TV dan Trans 7 mengalami penurunan kualitas yang berakibat penurunan rating TV ini. Salah satu penyebabnya adalah kepindahan “Mastermind” dari Trans TV dan Trans & yaitu Wishnutama yang pindah mengelola NET. Kalau mengingat trans 7 saya pasti teringat dengan acara lawak OVJ dan Bukan empat mata yang pernah amat-sangat bombastis di tahun 2010-2012. Pada tahun tersebut kebetulan Saya jarang menonton TV karena, tidak ada TV di kos’an.

Pada tahun 2014 ini, Sayapun penasaran

“Masih ada gak yah OVJ dan Bukan empat mata?”

Apa Kabar OVJ dan Bukan empat mata? Para pemain OVJ pada masa jayanya.

Apa Kabar OVJ dan Bukan empat mata? Para pemain OVJ pada masa jayanya.

Setelah Saya amati (melihat TV dan jadwal di koran), seminggu ini di Jakarta. Sayapun mendapatkan hasil bahwasanya; OVJ sudah ditiadakan karena, ratingnya turun dan keluarnya Sule mengikuti Wishnutama ke NET TV. Kaget juga, acara sefenomenal Opera Van Java yang merupakan lenong versi modern bisa ditiadakan karena alasan rating. Padahal dulu, OVJ sangat digemari masyarakat Indonesia sampai-sampai dibuatkan road show.

Pertanyaan berikutnya; “Lalu bagaimana dengan Bukan empat mata?”

Acara talk show yang dipandu oleh Tukul Arwana ini tetap dipandu oleh Tukul dengan format panggung yang lebih mewah. Sayangnya, jam tayang acara ini dimulai pada pukul 23.30 WIB alias bukan waktu Prime Time lagi. Lawakan Tukul di acara inipun tidak berubah tetap mengandal kan lawakan interaktif ” Eaaa~Eaaa~eaaa~” ke penontonnya. Kalau dilihat-lihat, sepertinya Bukan Empat Mata bakal menyusul OVJ dalam waktu dekat.

Hal, inipun memunculkan pertanyaan selanjutnya ” Kenapa acara lawak yang fenomenal seperti OVJ dan bukan empat Mata bisa lesu bahkan ditiadakan?”

Menurut Saya, Hal ini terjadi karen eksploitasi talenta artis hiburan komedi didalamnya. Selama enam tahun lebih; Sule, Andre, Aziz, Nunung dan Parto serta Tukul berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat Indonesia. Menurut saya, mereka semua adalah seniman yang pada hakikatnya karya yang mereka berikan tidak bisa di eksploitasi secara industri. Sangat sulit menghadirkan lawakan baru yang segar bila Anda di tuntut untuk melawak selama lima hari dalam seminggu. Selain itu, kehadiran lima kali dalam seminggu membuat penonton bosan dan dengan mudah bisa menebak arah lawakan.

Teori diatas juga berlaku pada acara ILK. Kalau dilihat-lihat, lawakan para panelis khususnya, Cak Lontong semskin tidak lucu (karena sudah ketebak dan itu-itu saja caranya). ILK memiliki kesempatan bertahan yang lebih lama karena, para panelisnya bisa di ganti-ganti dan hanya Deny Chandra yang tetap (tiap episode ada). Sehingga, kalau pelawaknya jenuh atau masyarakatnya jenuh, mereka bisa digantikan dengan panelis lain.

Namanya juga manusia, tidak bisa dipaksa untuk selalu bisa produktif. Manusia pastilah butuh istirahat.

Apa Kabar OVJ dan Bukan empat mata? Para pengisi bukan empat mata yang kelihatan lelah.

Apa Kabar OVJ dan Bukan empat mata? Para pengisi bukan empat mata yang kelihatan lelah.

Mungkin mereka semua lelah~

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s