KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

413. UX research: Qualitative + Quantitative research!

1 Comment

613. UX research: Qualitative + Quantitative research! Ilustrasi riset dengan pengguna secara langsung

613. UX research: Qualitative + Quantitative research! Ilustrasi riset dengan pengguna secara langsung

Pada postingan sebelumnya, saya pernah membahas bahwa riset adalah langkah awal yang menentukan dalam User Experience (UX) design. Buatlah produk berdasarkan kenyataan apa yang dibutuhkan penggunanya. Dalam melakukan riset UX ada dua metode riset. metode kualitatif dan kuantitatif (Udah kayak ngerjain Tugas Akhir aja di ITB T_____T ).

Metode kualitatif berguna untuk mengetahui “Mengapa”. Contohnya pada suatu website e-commerce seperti LAZ*DA, TOK*PEDIA, BUKA*APAK, ZAL*RA, KA*KUS, dsb: Mengapa pengguna yang sudah memesan barang tidak jadi membeli? Pada tahap ini UX designer harus ber empati dan harus memahami “Mengapa” pengguna berperilaku seperti itu? Ada 2 cara penerapan metode kualitatif yaitu: Wawancara dan pengamatan. Baiknya sih dilakukan pengamatan dulu sehingga pengguna berperilaku senatural mungkin baru deh di wawancara.

613. UX research: Qualitative + Quantitative research! Ini Dia nih proses brainstorming dan pengelompokan masalahnya secara bersama-sama.

613. UX research: Qualitative + Quantitative research! Ini Dia nih proses brainstorming dan pengelompokan masalahnya secara bersama-sama.

Metode kedua adalah metode Kuantitatif. Tujuan riset dengan metode Kuantitatif adalah mengetahui ” Apa” yang salah? Apa yang harus di perbaiki? Contohnya pada suatu website e-commerce seperti yang diatas saya jelaskan: Apa yang membuat pengguna yang sudah memesan barang kok gak jadi beli? Dalam tahap ini bisa dilihat di bagian mana pengguna meninggalkan atau menutup aplikasi/web e-commerce ini.

Terus gimana cara mengukurnya secara kuantitatif?

Cara mengukurnya adalah dengan memakai software analytics yang disematkan pada web atau aplikasi yang digarap. Dengan memakai software analytic maka developer dan designer dapat mengetahui data-data dari laporan (biasanya berbentuk metric/ diagram). Software analytics inipun ada berbagai jenis dan fungsi tergantung apa yang mau kita ukur atau teliti.

Kalau mau liahat berapa banyak, software analytics yang disematkan oleh situs e-commerce coba, aja install Ghostery di browser kamu (firefox+chrome). Disana Ghostery akan mengungkapkan data apa saja yang ingin di ambil oleh situs e-commerce seperti LAZ*DA, TOK*PEDIA, BUKA*APAK, ZAL*RA, KA*KUS, dsb. Selamat melakukan riset🙂

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

One thought on “413. UX research: Qualitative + Quantitative research!

  1. wihhh hukumonline juga pakai loh hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s