KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

416. Combo UX research versi Saya!

Leave a comment

617. Combo UX research versi Saya! Apa yang UX designer lihat dari 1 gambar  transaksi ini

616. Combo UX research versi Saya! Apa yang UX designer lihat dari 1 gambar transaksi ini

Pada tulisan yang lalu, telah  aya jelaskan metode riset UX pada suatu produk. Kali ini akan Saya jelaskan implementasinya atau bahasa gampangnya yang Saya lakukan dilapangan gimana. Berikut ini tahapan riset UX yang saya lakukan pada produk yang sudah berjalan atau sudah ada produknya:

1. Cari masalahnya!

Nah, tahap pertama ini bisa di identifikasikan dengan cara melihat grafik atau metriks dari software analytics yang kita pasang pada produknya (ini kalau desainernya rajin liatin diagram). Cara kedua adalah cara yang lebih gak rajin yaitu dapet komplen dari pengguna atau dari tim sales,hehe. Kalau komplennya terjadi pada lebih dari 3 orang maka hal ini patut di selidiki.

2. Teliti metriks atau grafiknya!

Tahap kedua ini, setelah di tentukan masalah apa yang mau di pecahkan,. Saya biasanya akan melihat metriks atau grafik dari software analyticsnya. Sebagai contoh kasusnya pada suatu website e-commerce (pake contoh di postingan yang lalu aja yah,hehehe) : “Apa yang membuat pengguna yang sudah memesan barang kok gak jadi beli? ”

Dalam tahap kedua ini bisa dilihat metriks atau grafik pada bagian (di window/tab) mana pengguna meninggalkan atau menutup aplikasi/web e-commerce ini? Carilah window/tab dimana pengguna paling banyak menutup aplikasi / web e-commerce. Setelah tau, buatlah asumsi mengapa pengguna meninggalkan bagian tersebut? misalnya pengguna meninggalkan bagian tersebut karena prosesnya lama (harus cek stok barang di gudang/panggil API stok barang).

617. Combo UX research versi Saya! Jenis-jenis UX research

616. Combo UX research versi Saya! Jenis-jenis UX research

3. Pengamatan dan wawancara!

Setelah tau masalahnya apa dan sudah ada asumsi mengapa pengguna gak jadi membeli maka, saatnya pengamatan.Pada tahap ini Saya harus bertemu pengguna secara fisik. Saya akanmengamati pengguna menggunakan produk. Hal yang perlu diperhatikan adalah perilaku mereka saat menggunakan produk senatural mungkin jadi, jangan di kasih tau atau di komentari baik pengguna salah maupun benar.

Catat di bagian mana pengguna merasa ragu-ragu atau lama. Setelah pengamatan, wawancara si pengguna tentang

” Mengapa pengguna yang sudah memesan barang tidak jadi membeli?”

Tanyakan juga di bagian mana dia kesulitan dan minta masukan apa yang harus di perbaiki. Wawancara dan amati 5-10 pengguna yang memiliki latar beragam.

4. Perbaiki dan testing!

Sebagai UX designer Saya selalu menilai lebih perilaku pengguna saat menggunakan produk kita di banding yang dikatakan mereka (Kadang mereja gak tau atau bingung apa yang harus dikatakan). Setelah data terkumpul maka, buatlah kesimpulan apa yang harus di perbaiki secara UX? Pada contoh e-commerce ini, bagian mana yang harus di kurangi, digabung atau di tambahkan supaya pengguna jadi membeli barang yang sudah di pesan?

Dalam tahap ini biasanya ada beragam solusi. Nah, pilihlah dua solusi yang sudah disepakati juga dngan developernya yang akan di realisasikan. Setelah solusinya ada maka saatnya melakukan A/B Testing. A/B testing adalah membandingkan 2 solusi ini kepada pengguna yang sama. Metode riset kuantitatif ini berguna untuk mengetahui solusi mana yang terbaik.

Dalam kasus ini, solusi yang terbaik adalah yang berhasil meningkatkan presentasi pembelian si e-commerce (meminimalkan batalnya pengguna membeli suatu barang). Setelah mendapat solusi yang terbaik maka UX designer bisa kembali ke tahap 2,3 dan 4 atau merilis solusinya dalam versi terbari aplikasi/web.

Nah, itu yang biasanya Saya pakai di lapangan. Jadi Combo risetnya: Kuantitatif , Kualitatif , bikin solusi dan tes Kuantitatif lagi.

Berapa lama melakukan riset ini?

Biasanya sih dilakukan selama 3 hari sampai 2 minggu (tergantung skala masalahnya). Pembuatan solusi untuk A/B testing juga jangan bagus-bagus yang penting cepet jadi aja. Kalau nanti sudah ada solusi yang terbaik baru deh di poles sehingga lebih rapih dan keren. Sekian!

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s