KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

422. UX Design: Perlukah update ke Material Design?

Leave a comment

621. UX Design: Perlukah update ke Material Design? Contoh animasi pada material design.

621. UX Design: Perlukah update ke Material Design? Contoh animasi pada material design.

Material design adalah gaya visual dan prinsip desain terbaru yang di adopsi oleh Google. Dewasa ini, sudah banyak sekali pengembang aplikasi yang meng update desain aplikasinya ke material design tapi, apakah kita perlu me redesign aplikasi atau produk kita dengan gaya material design?

 

Faktanya adalah:

  1. Pengguna Android Lollipop (Juni 2015) masih sedikit. Mayoritas pengguna Android masih menganut gaya desain HOLO (Android Kitkat)
  2. Supaya berjalan secara maksimal, Material Design memerlukan Android Lollipop (5.0) dan front end programmer Anda akan membutuhkan App Compat SDK diatas 21. Tanpa kedua hal ini, banyak fitur dan animasi keren material design tidak akan dapat berjalan.
  3. Android Lollipop masih belum stabil alias masih banyak kerusakannya dibandingkan kegunaannya. Stress dengan Android L, baru-baru ini Googlepun mengumumkan Android M.

Jadi, perlukah untuk update ke Material Design?

621. UX Design: Perlukah update ke Material Design? Android L di smart watch

621. UX Design: Perlukah update ke Material Design? Android L di smart watch

Menurut hemat Saya sih perlu karena, kedepannya semua applikasi yang berjalan di produk Google akan menggunakan gaya ini. Baik itu di TV, Jam tangan, Kacamata, Mobil, dsb. Update ke material designpun memiliki resiko seperti: pengguna yang menggunakan Android Kitkat akan merasakan User Experience yang sangat berbeda dengan yang menggunakan Android Lollipop. Pasti ada saja fitur yang berjalan di Lollipop namun, tak berjalan di Android Kitkat. Pasti!

Saran Saya sih, lakukan saja perubahan visual dan ikuti arahan gaya interaksi di material design. Gunakan sedikit mungkin animasi dan fitur baru material design demi performa yang lebih baik. Sebagai contohnya: Animasi ripple saat pengguna memencet tombol pada Android L hanya memerlukan 1 baris kode. Sedangkan di Android Kitkat dan versi-versi sebelumnya harus menggunakan costum library dan memerlukan kode yang lebih panjang. Akibatnya performa pun melambat😦

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s