460. Chill Out Zombie Review!

460. Chill Out Zombie Review! Ini dia nih tampilan gamenya. Keren kan?
460. Chill Out Zombie Review! Ini dia nih tampilan gamenya. Keren kan?

Didunia yang makin sibuk dan penuh kepenatan ini, Saya menemukan game Android yang ringan, bisa dimainkan sebentar dan membuat stress menghilang. Yak, Game Android (jarang-jarang kan?). Game ini berjudul Chill Out Zombie! Chill Out Zombie ini dari grafiknya sih benar-benar menawan. Kalau kata dosen Saya, “eksekusinya rapih” walaupun, bergayakan pixel art. Chill Out Zombie sendiri berceritakan tentang seekor burung yang kakinya entah bagaimana ceritanya di rantai dengan zombie.

Chill Out Zombie memiliki gameplay mirip flappy bird namun, di dalamnya ada juga beberapa item yang bisa di hancurkan dan menambah poin. Rintangan di Chill Out Zombiepun amat beragam (tidak se monoton game-game sejenis). Lebih kerenya lagi dari game ini adalah kita bisa mengganti kostum dari sitokoh utama ( burung ). Saya hitung ada lebih dari 20 kostum burung yang bisa kita dapatkan. Gameplaynya yang sederhana, grafik yang rapih dan efek suara yang lucu membuat game Chill Out Zombie di featured dalam appstore(iOS).

460. Chill Out Zombie Review! juara Dunia!
460. Chill Out Zombie Review! juara Dunia!

Satu hal lagi yang membuat game ini keren adalah game Chill Out Zombie ini ternyata KARYA ANAK BANGSA! Hal ini makin membuktikan bahwa, developer lokal memang bisa bersaing di kancah global. Buat yang penasaran atau mau mendukung developer lokal bisa langsung mendownload game Chill Out Zombie di link ini. Maju terus game developer Indonesia!

Advertisements

459. Dua hal kecil yang perlu diperhatikan sebelum presentasi di depan umum!

459. Dua hal kecil yang perlu diperhatikan sebelum presentasi di depan umum!
459. Dua hal kecil yang perlu diperhatikan sebelum presentasi di depan umum!

Mau presentasi di depan umum? Perhatikan dua hal dibawah ini yang walaupun kecil ternyata fatal juga. Bagaimanapun presentasi itu kan bagaimana sang presenter mempersepsikan dirinya ke para penontonnya. Berikut ini dua tips sederhana dari Saya:

  1. Jangan ada produk kompetitor di desktop!

Beberapa bulan lalu,Saya menghadiri seminar dari Am*z*n. Mereka menawarkan solusi penyimpanan cloud yang murah dan terpercaya. Setelah berkoar-koar selama 2 jam tiba saatnya si pembicara untuk melakukan demo di web. Saat transisi dari power point ke web browser terlihatlah desktop sang pembicara. DAN! Ada 2 produk kompetitor Am*z*n yakin Google Drive dan Dropbox! Walaupun dua produk itu dia download atas alasan riset atau gimana tapi di pandangan penonton itu ibaratnya dia gak percaya dengan produk sendiri. Damage has been done.

Sebagai perbandingan, lihat aja presentasi Apple di depan umum. Walaupun ada Microsoft Office yang lebih baik dan populer di Mac tapi, mereka selalu memakai aplikasi Keynote buatannya dibandingkan power point.

  1. Wallpaper yang sepantasnya!
459. Dua hal kecil yang perlu diperhatikan sebelum presentasi di depan umum! Nah bayangin klo udh rapih2 pake tuxedo, rambut klimis dan berjanggut. Ngaomongnya nge bass eh, pas liat wallpapernya kayak gini,hehehe
459. Dua hal kecil yang perlu diperhatikan sebelum presentasi di depan umum! Nah bayangin klo presentrernya udah rapih2 pake tuxedo, rambut klimis dan berjanggut. Suaranya nge bass eh, pas liat wallpapernya kayak gini,hehehe

Hal ini terjadi saat Saya berkuliah . Suatu hari teman Saya melakukan presentasi di depan dosen dan pihak luar, Saat melakukan perpindahan presentasi dan kelihatan desktopnya. Terlihatlah wallpaper wanita seksi versi anime. Tak ayal ini menjadi perbincangan dan candaan para penonton. Akibatnya presentasipun terganggu dan pandangan penonton terhadap si pembicara berubah.

458. Apa yang Saya pelajari dari program internship Kudo!

Sejak bulan Juni 2015, Saya di percayai oleh CEO dan COO dari Kudo untuk memimpin program internship di Kudo. Program intern Kudo ini isinya adalah 10 mahasiswa yang akan mengisi posisi Android Developer, Php developer, copywritter dan marketing designer . FYI buat yang belum tahu, Saya adalah seorang UX designer. Jadi ngerti kan masalahnya?

Gimana caranya bikin program internship untuk para mahasiswa yang kerjanya bukan di bidang kamu? Pada tahun 2011 pun Saya internship juga sebagai 3D Artist di geppetto animation. Secara pengalaman Saya belum pernah me manage program intern. Apalagi di bidang yang bukan Saya lakukan!? orang pekerjaan intern Saya aja beda banget dengan kerjaan Saya sekarang.

Akhir September 2015, ke sepuluh intern pun menyelesaikan program internship dari Kudo. Berdasarkan feedback dari mereka:

7 dari 10 mengaku skill programming/design/copywritingnya berkembang pesat hingga 200%

8 dari 10 menjadi tertarik dengan startup serta belajar tentang project dan time management nya

8 dari 10 intern mengaku senang dan mendapatkan teman baru sesama intern

lebih dahsyatnya lagi,

10 dari 10 intern akan kembali ke Kudo lagi!

Kok bisa?

Tujuan Saya dalam menjalankan program intern ini adalah

“Menjadikan program intern Kudo yang terbaik se-Asia tenggara! “

Gileee ambisius banget ye?

untuk menjadi yang terbaik maka Saya harus cari referensi dan menemukan beberapa prinsip dibawah ini. Demi ekosistem internship di Indonesia yang lebih baik akan, saya bagikan apa yang saya pelajari dan lakukan selama program internship di Kudo. Berikut ini beberapa hal yang Saya pelajari:

Continue reading “458. Apa yang Saya pelajari dari program internship Kudo!”

457. 3 fakta mencengangkan tentang Internship!

Beberapa waktu yang lalu, Saya di berikan kesempatan untuk menjadi ketua panitia internship di tempat Saya bekerja. Jujur saja Saya belum pernah tuh mimpin program internship apalagi di startup yang dimana segala sumber dayanya terbatas. Saking bingung program internship yang bagus kayak apa’an, Sayapun bertanya kepada teman-teman Saya yang bekerja di perusahaan besar dan startup yang sudah besar. Berikut ini beberapa hal mencengangkan yang Saya temukan:
1. Intern biasanya dianggap tidak penting bahkan, mengganggu!

“Hah!? Kalau gitu ngapain nerima intern?”-Pikir Saya

Intern di perusahaan yang sudah besar maupun kecil biasanya diberikan ruangan yang jauh dari tim inti (diasingkan). Pemisahan ini bermaksud agar tim inti tidak terganggu oleh pertanyaan dan kehadiran intern. Udah di asingkan di kasih projek sampingan yang gak jelas juntrungannya alias kemungkinan besar gak dipakai perusahaan lagi.
Pendapat para internpun kurang di hargai dan sering kali tidak diajak rapat atau bertukar pikiran. Padahal bisa saja internnya dari universitas terkemuka di Indonesia yang punya otak cemerlang. Internpun biasanya tidak diperbolehkan belajar dan mengamati lintas divisinya. Contohnya: saya intern design, hanya boleh bekerja saja dan berhubungan dengan orang design saja. Gak boleh deh tuh jalan-jalan liat divisi HRD, Customer Service, sales, marketing,dll.
2. Intern tidak mendapatkan pelatihan dan mentor!
Tujuan utama seorang mahasiswa ikut internship atau magang atau kerja praktek adalah untuk mendapatkan ilmu serta mengetahui industri dimana dia internship. Hal ini terbalik sekali dengan pengakuan para teman-teman Saya dimana intern tidak diberikan pelatihan dan mentor!

“Tidak diberikan pelatihan karena, pelatihan itu ongkosnya besar. Ngapain ngasih pelatihan ke orang yang gak komitmen full time (alias pegawai tetap)?” kata salah satu teman Saya yang jadi HRD.

Bahkan di perusahaan yang katanya menganut sistem “Sillicon Valley”pun para intern tidak diberikan mentor yang melayani dengan sepenuh hati, hanya di berikan penanggung jawab atau mentor-mentoran . Mentor hanya status belaka tapi, tidak membimbing dan biasanya sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Gak ada waktu untuk para intern. Hal ini terjadi karena, semua karyawan kan sibuk, banyak kerjaan dan gak ada waktu ngurusin intern.
3. Intern tidak ditraktir dan mendapat penghargaan!
Ini sih yang paling-paling parah! Udah diasingkan, kerjain proyek yang gak jelas, gak boleh jalan-jalan lintas divisi,gak dapet pelatihan dan bimbingan gak dapet kompensasi lagi! Kompensasi ini bisa berbentuk gaji,traktiran makan dari pegawai fulltime/kantor ataupun penghargaan lainnya. Biasanya seusai masa internshipnya mereka hanya mendapatkan tanda tangan telah menyelesaikan internship.

Suratnyapun biasanya sudah ada dari kampus. Kantor sama sekali idak membuatkan surat pernyataan bahwa si A memang intern disana.
Dari ketiga hal diatas Saya menemukan formula untuk program internship di kantor Saya.

Kalimat kuncinya adalah

” Perlakukan intern sebagai manusia dan sebagaimana kamu mau diperlakukan”.

Semoga dengan tulisan ini para perusahaan yang menganut ketiga prinsip diatas segera bertobat. Percuma saja punya uang, kepintaran,pengaruh dan skill jago tapi, gak punya hati.

456. 3 Tips menjalani Hackathon!

456. 3 Tips menjalani Hackathon! Ini dia backdrop hackathon yang Saya ikuti
456. 3 Tips menjalani Hackathon! Ini dia backdrop hackathon yang Saya ikuti

Hackathon adalah lomba pembuatan aplikasi secara marathon alias cuman sehari kelar. Kalau diluar negeri sih brief dari permasalahan atau apa yang harus dibuat dijelaskan di awal hackathon jadi, peserta gak bisa deh tuh bikin appnya 2 bulan sebelumnya terus di masukin hackathon. Proses hackathon yang melelahkan perlu tips dan trik juga nih dalam menjalaninya. Berikut ini beberapa tips dari saya untuk para desainer,programmer dan profesi lainnya yang ingin mengikuti hackathon:

456. 3 Tips menjalani Hackathon! Karena waktu hackathon itu terbatas maka sebisa mungkin jangan sampai tidur
456. 3 Tips menjalani Hackathon! Karena waktu hackathon itu terbatas maka sebisa mungkin jangan sampai tidur

1. Nabung tidur:
Proses hackathon yang mengharuskan tim kita untuk begadang memerlukan strategi nabung tidur. Nabung tidur artinya dari 3 hari sebelum hackathon kita harus memperbanyak tidur. Sebisa mungkin tidur 10 jam berturut-turut di 3 hari tersebut. Dengan nabung tidur kita akan mengurangi ketergantungan pada kopi yang kafeinnya membahayakan jantung. Habis hackathon pun jangan lupa tidur yang panjang yah. Kurang tidur akan menurunkan sistem imun yang artinya tubuh kita jadi lebih rentan sakit.

2. Sepakati spesifikasinya:
Diawal hackathon biasanya akan di bacakan masalah apa yang harus kita jawab dengan produk kita. Perhatikan baik-baik penjelasan dari panitia dan lakukan brainstorming dengan tim sebelum membuat apa-apa. Waktu dan tenaga yang terbatas membuat kita harus bekerja cerdas dalam menjalani hackathon. Sebelum membuat apapun pastikan kita dan tim menyepakati:
1. Apa yang akan kita buat? kenapa mau buat produk kayak gitu?
2. Produk ini bisa ngapain aja?
3. Apa yang gak bisa dilakukan produk kita?
4. Selama hackathon ini, Mau digarap sampai mana? Harus se realistis mungkin.
Setelah sepakat dengan spesifikasinya maka bisa di bagi-bagi tugas dan jangan lupakan strateginya. Setelah sepakat diawal maka, sebisa mungkin jangan ada perubahan di tengah proses pembuatan. Kalau ada perubahan yah minim-minim aja lah.

456. 3 Tips menjalani Hackathon! Cover HAPI
456. 3 Tips menjalani Hackathon! Cover HAPI

3. Prototype aja!
Prototype yang berjalan cuman punya 2 fungsi dasar lebih baik daripada, 1 produk aplikasi dengan 10 fitur namun gak ada fiturnya yang bisa jalan. Pada hackathon ini yang dituntut adalah demo dari aplikasinya jadi, buatlah sesuatu yang bisa di demokan minimal 5 menit.
Jikalau memungkinkan, buatlah presentasi produk yang keren juga! Kalau gak keburu maka buatlah prototype se solid mungkin. Kodingnya dan desainnya gak perlu rapih-rapih banget yang penting bisa di jalankan. Yang penting bisa di demokan. Toh waktunya juga mepet dan makin malam kondisi fisik dan psikis tim bakal menurun.

455. Hackathon Merdeka #MDK!

455. Hackathon Merdeka #MDK! makan siang pas hackathon hari pertama
455. Hackathon Merdeka #MDK! cover box makan siang pas hackathon hari pertama

Di bulan Agustus kemarin(UDAH LAMA BEUUUT~), selain sibuk dengan kerjaan yang makin menggila, sibuk ngurusin program internship dan sibuk main Witcher 3 Saya juga disibukan dengan Hackathon. Sibuknya sih bukan sebagai panitia yah tapi, sebagai peserta. Berbekal rasa nasionalisme ingin membantu pemerintah memecahkan masalah pangan di negara ini, Sayapun memutuskan ikut hackathon di Istana Negara!

Saya rela mengorbankan waktu akhir pekan untuk main Witcher 3 demi hackathon ini. <—PENGORBANAN BEUT~

455. Hackathon Merdeka #MDK! Luhut Panjaitan
455. Hackathon Merdeka #MDK! Luhut Panjaitan

Hackathon di Istana negara yang ternyata diadakan disebelah istana ini(bukan di istana) bernama hackathon merdeka #MDK! Program yang amat di dukung oleh staf khusus presiden pak Luhut Panjaitan dan Code 4Nation. Hackathon merdeka #MDK mengumpulkan berbagai programmer dan desainer untuk bersama-sama menghasilkan solusi untuk pemerintah. Masalah pengendalian harga pangan adalah masalah terbesar yang pemerintah alami saat ini (agustus 2015).

“Besarnya peran mafia daging, beras dan gula membuat harga dipasaran labil dan sulit dikendalikan pemerintah.” kata Pak Luhut Panjaitan dari staff kepresidenan. Atas dasar itulah dibutuhkan solusi IT untuk pengendalian harga pangan. Hackathon yang di ikuti 70 tim (1 tim 4 orang) ini di ikuti oleh dosen, mahasiswa, pegawai startup(contoh traveloka) dan tim Saya. Tim Saya isinya Saya, Mas Panji, Mas Asep dan Lutpi (pada kenal gak?).

455. Hackathon Merdeka #MDK! Snack sore oleh Ralali
455. Hackathon Merdeka #MDK! Snack sore oleh Ralali

Kejujuran pemerintah atas ketidakmampuan menangani masalah merupakan poin penting dan patut di acungi jempol. Ibaratnya kalau gak mampu yah jujur aja dan minta bantuan. Jangan gengsi-gengsi, mendiamkan masalah dan, hasilnya malah tambah buruk.

Keterbukaan adalah awal pemulihan~

Baru kali ini Saya begadang untuk memberikan solusi atas permasalahan bangsa Indonesia. Pada hackathon ini uniknya semua sponsor diberikan oleh para startup. Sponsor terbaik menurut Saya sih dari Kaskus yang mengirimkan buanyaaak Pizza ditengah malam. Sadis gan! Selama hackathon yang mencari solusi krisis pangan inipun Saya tidak pernah kelaparan (bahkan lebih cenderung enek sih liat makanan dimana-mana).

454. Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop!

Menjelang akhir tahun ini artinya perusahaan akan memasuki kuartal ke tiga dan ke empat sebelum tutup buku kahir tahun. Itu artinya segala usaha marketing, sales,branding dan development akan jor-jor an di waktu-waktu seperti sekarang (september-november). Tak ayal banyak perusahaan akan mengadakan acara seperti konferensi dan workshop. Bedanya konferensi (conference) dan workshop adalah:

454.  Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia konferens. Rame, pembicaranya banyak dan saking banyaknya ada paralel sessions
454. Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia konferens. Rame, pembicaranya banyak dan saking banyaknya ada paralel sessions

Konferensi (conference) itu acaranya lebih banyak seminar. Ada pembicara ngomong, terus ada tanya jawab di akhir sesi. Ilmu yang di dapat biasanya berupa teori dan sekedar berbagi pengalaman sang pembicara.

Workshop(pelatihan) itu acaranya lebih banyak prakteknya. Peserta akan dibimbing untuk praktek oleh tenaga ahli atau mentor selama workshop berangsung.

16454.  Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia 454.  Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia workshop. Orangnya lebih sedikit dan ada mentornya. Lebih banyak dapet ilmu lah.
16454. Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia 454. Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia workshop. Orangnya lebih sedikit dan ada mentornya. Lebih banyak dapet ilmu lah.

Saya sendiri sih lebih suka dengan workshop. Masalahnya adalah kalau di dunia IT,startup dan desain sulit sekali membedakan acara ini workshop atau konferens. Dari judul dan deskripsi aja gak jelas. Di web nya juga gak menjelaskan ini workshop atau conference. Di tanya ke panitia pun kebanyakan mereka tidak tahu juga (banyakan sih cuman EO doank). Masa muda Saya yang terbatas membuat Saya harus bisa membedakan workshop dan conference supaya ,Saya bisa lebih banyak ikut workshop.

Banyak workshop = ++Ilmu teknis terkini

Berikut ini cara membedakan acara ini workshop atau conference:

16454.  Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia 454.  Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia workshop scrum di indonesia
16454. Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia 454. Startup: Perbedaan acara konferensi dan workshop! Ini dia workshop scrum di indonesia
  1. Meja dan colokan listrik!

Hal ini adlaah hal yang paling banyak saya jadikan acuan dalam bertanya ke panitianya. Kalau acara itu workshop maka akan disediakan banyak meja dan colokan listrik. Ingat yah, banyak meja! Hal ini dikarenakan pengerjaan selama workshop akan membutuhkan laptop atau smartphone dalam pengerjaannya. Menurut pengalaman Saya, Walaupun workshopnya tentang UX design : Sketsa prototype di kertas dalam pasti, disediakan meja dan di dekat meja itu pasti ada colokan listrik.

  1. Pembicara dan jumlah peserta!

Hal kedua ini tidak semantep hal pertama dalam menetukan acara itu jenisnya workshop atau conference tapi, minimal bisa mengidentifikasi di awal-awal lah. Kalau pembicaranya punya jabatan yang teknis maka kemungkinan besar dia akan membawakan workshop. Misalnya seorang Lead Android Developer memiliki kemungkinan lebih besar membawakan workshop daripada, seorang student ambassador atau Manager Sales relations atau CEO sekalipun. Jumlah peserta workshop biasanya dibatasi 40-50 orang bahkan, bisa kurang dari segitu! Hal ini dikarenakan, kalau pesertanya kebanyakan maka workshop tidak akan berjalan secara maksimal.

Semoga dengan dua hal diatas, yang mau ikut workshop seperti Saya tidak nyasar ke conference dan begitupula sebaliknya. Amin~