KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai?

2 Comments

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Ini dia mesin tiket KAI dari desainnya aja udah ribet. Nih mesin pasti mahal sih.

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Ini dia mesin tiket KAI dari desainnya aja udah ribet. Nih mesin pasti mahal sih.

Pada tahun 2015 ini tampaknya pemerintah banyak sekali melakukan perbaikan dibidang transportasi melalui IT. Solusi yang ditawarkanpun beragam dari mesin tiket kereta api otomatis hingga, bus PPD (feeder busway) yang menggunakan NFC dalam pembayarannya. NFC itu bahasa gampangnya kartu ditempel udah kebayar di sistemnya. Sayangnya, udah canggih gitu kok dikit yah masyarakat yang pakai?

Secara UX design saya menemukan beberapa faktor yang membuat produk IT daripemerintah jarang dipakai masyarakat. Hal ini bisa juga diterapkan pada bisnis Anda untuk mendapatkan lebih banyak pengguna loh! Berikut ini beberapa faktornya, cekidot!

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Program di mulai tanggal 1, sosialisasinya malah tanggal 4, weleh-weleh~ Penumpang kan pada kaget.

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Program di mulai tanggal 1, sosialisasinya malah tanggal 4, weleh-weleh~ Penumpang kan pada kaget.

Faktor Pertama: Kurang Sosialisasi!
Kurangnya pengumuman akan produk baru, edukasi tentang manfaatnya dan bagaimana cara mendapatkannya menjadi faktor paling pertama dari UX yang buruk. Sebagai contoh kartu pembayaran PPD ini tau-tau saja diterapkan. Tanpa ada poster atau stiker yang sebelumnya dipasang. tau-tau ditanggal 1 agustus ada poster yang menjelaskan dengan kalimat ” Mulai 1 Agustus Anda bisa bayar bis dengan mudah! dsb…”. Supaya efektif pemerintah harusnya bikin teaser informasinya dan biasanya butuh waktu 3 bulanan sih supaya siap diadopsi oleh masyarakat. Kurang sosialisasi ini juga mencakup kurangnya tutorial atau penjelasan cara penggunaan.

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Mesin pembaca kartu NFCnya. Bayangkan petugas harus bolak-balik di dalam bis yang bergoyang untuk menempelkan kartu ke mesin ini. Kata "tap disini" mungkin bisa  di ganti "tempelkan kartu disini" Secara gak semua orang ngerti apa itu "tap".

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Mesin pembaca kartu NFCnya. Bayangkan petugas harus bolak-balik di dalam bis yang bergoyang untuk menempelkan kartu ke mesin ini. Kata “tap disini” mungkin bisa di ganti “tempelkan kartu disini” Secara gak semua orang ngerti apa itu “tap”.

Faktor kedua: Secara UX Design Repot!
Bahasa gampangnya ” hard to get things done”! Ambil contoh kartu pembayaran PPD, yang biasanya kenek PPD meminta uang dan memberi kembalian+tiket ke penumpang sekarang, mereka harus bolak-balik meempelkan kartu penumpang ke NFC reader. Bayangin deh bolak-balik di bis yang goyang-goyang dan rame. Susah kan? Secara UX design kartu PPD ini hanya bisa membaca transaksi 1kali untuk 1 perjalanan. Itu artinya seorang Ibu yang membawa anak hanya bisa membayar untuk 1 orang saja. Sisanya pakai uang. Artinya Ibunya bayar pakai kartu, anaknya pakai duit tunai (gak bisa 1 kartu untuk banyak penumpang). Repot kan?

Faktor ketiga: kegunaan minim!
Kartu PPD ini hanya bisa untuk bis PPD saja. Gak bisa dipakai untuk TransJakarta, Bianglala, metromini dan berbagai bis lainnya. Setidak-tidaknya kalau mau canggih yah melayani semua jenis bis lah. Atau kalau mau keren bisa buat pembayaran kereta juga jadi, gak perlu banyak kartu.

Faktor keempat: Sistem belum stabil!
Sistem yang labil=sering error! Contohnya lagi kartu PPD itu di launching tanggal 1 Agustus tapi, tanggal 24 udah error dan penumpang gak bisa bayar pakai kartu! Walaupun keesokan harinya sudah di perbaiki oleh teknisi namun, error bagi penumpang 1 bis itu sudah merupakan UX yang buruk sekali. Begitupula nasibnya dengan mesin tiket kereta otomatis yang baru launching saja sudah error.

Weleh-weleh~

Udah Error gak ada stiker yang menuliskan nomer customer servicenya lagi.

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

2 thoughts on “451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai?

  1. Dimana nold yg bisa pakai NFC? Terus nanti debit uangnya darimana?

    • Di PPD yang ciputat dam. Top upnya musti ke petugas atau ke terminal PPDnya. Kalau top up ke petugas itu artinya dia harus balik lagi ke depan bis dan lakukan topup di mesin. Gak semua orang ke terminal PPDnya lagi. Repot kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s