KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life

457. 3 fakta mencengangkan tentang Internship!

Leave a comment

Beberapa waktu yang lalu, Saya di berikan kesempatan untuk menjadi ketua panitia internship di tempat Saya bekerja. Jujur saja Saya belum pernah tuh mimpin program internship apalagi di startup yang dimana segala sumber dayanya terbatas. Saking bingung program internship yang bagus kayak apa’an, Sayapun bertanya kepada teman-teman Saya yang bekerja di perusahaan besar dan startup yang sudah besar. Berikut ini beberapa hal mencengangkan yang Saya temukan:
1. Intern biasanya dianggap tidak penting bahkan, mengganggu!

“Hah!? Kalau gitu ngapain nerima intern?”-Pikir Saya

Intern di perusahaan yang sudah besar maupun kecil biasanya diberikan ruangan yang jauh dari tim inti (diasingkan). Pemisahan ini bermaksud agar tim inti tidak terganggu oleh pertanyaan dan kehadiran intern. Udah di asingkan di kasih projek sampingan yang gak jelas juntrungannya alias kemungkinan besar gak dipakai perusahaan lagi.
Pendapat para internpun kurang di hargai dan sering kali tidak diajak rapat atau bertukar pikiran. Padahal bisa saja internnya dari universitas terkemuka di Indonesia yang punya otak cemerlang. Internpun biasanya tidak diperbolehkan belajar dan mengamati lintas divisinya. Contohnya: saya intern design, hanya boleh bekerja saja dan berhubungan dengan orang design saja. Gak boleh deh tuh jalan-jalan liat divisi HRD, Customer Service, sales, marketing,dll.
2. Intern tidak mendapatkan pelatihan dan mentor!
Tujuan utama seorang mahasiswa ikut internship atau magang atau kerja praktek adalah untuk mendapatkan ilmu serta mengetahui industri dimana dia internship. Hal ini terbalik sekali dengan pengakuan para teman-teman Saya dimana intern tidak diberikan pelatihan dan mentor!

“Tidak diberikan pelatihan karena, pelatihan itu ongkosnya besar. Ngapain ngasih pelatihan ke orang yang gak komitmen full time (alias pegawai tetap)?” kata salah satu teman Saya yang jadi HRD.

Bahkan di perusahaan yang katanya menganut sistem “Sillicon Valley”pun para intern tidak diberikan mentor yang melayani dengan sepenuh hati, hanya di berikan penanggung jawab atau mentor-mentoran . Mentor hanya status belaka tapi, tidak membimbing dan biasanya sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Gak ada waktu untuk para intern. Hal ini terjadi karena, semua karyawan kan sibuk, banyak kerjaan dan gak ada waktu ngurusin intern.
3. Intern tidak ditraktir dan mendapat penghargaan!
Ini sih yang paling-paling parah! Udah diasingkan, kerjain proyek yang gak jelas, gak boleh jalan-jalan lintas divisi,gak dapet pelatihan dan bimbingan gak dapet kompensasi lagi! Kompensasi ini bisa berbentuk gaji,traktiran makan dari pegawai fulltime/kantor ataupun penghargaan lainnya. Biasanya seusai masa internshipnya mereka hanya mendapatkan tanda tangan telah menyelesaikan internship.

Suratnyapun biasanya sudah ada dari kampus. Kantor sama sekali idak membuatkan surat pernyataan bahwa si A memang intern disana.
Dari ketiga hal diatas Saya menemukan formula untuk program internship di kantor Saya.

Kalimat kuncinya adalah

” Perlakukan intern sebagai manusia dan sebagaimana kamu mau diperlakukan”.

Semoga dengan tulisan ini para perusahaan yang menganut ketiga prinsip diatas segera bertobat. Percuma saja punya uang, kepintaran,pengaruh dan skill jago tapi, gak punya hati.

Author: kraukraukdi

I'm Fearless...If you interested in Design, Technology, Art and Love for better Life. Please check kraukraukdi.wordpress.com and follow me @soekarnold

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s