464. Batu Akik Pertamaku!

Dari judulnya aja udah kayak karangan pelajaran bahasa Indonesia pas SD yah?hehehe

464. Batu Akik Pertamaku! Batu vs permen. mirip kan?
464. Batu Akik Pertamaku! Batu vs permen. mirip kan?

Batu akik atau gemstone adalah fenomena yang menggemparkan Indonesia. Saking gemparnya banyak toko batu, tukang gosok batu dan penjual barang perawatan batu bertebaran di pinggir-pinggir jalan. Saking fenomenalnya Bukalapak.com pun memasang banyal batu akik di halaman utamanya. saya sendiri gak minat dan gak tahu tuh apa sih bagusnya batu akik?

Bagi Saya, kebanyakan batu akik itu mirip permen fox sih,hehe

Yah, gitulah kalau orang gak hobi dan gak ngerti. Gak tahu gitu esensi dan nilai filosofisnya. Hingga suatu hari ada teman Saya alumni UIN memberikan bongkahan batu kapur kepada Saya. Kata dia sih batu kapur itu dari bengkulu dan ada batu raflesianya didalamnya. Wih raflesia! pas banget sama nama saya! Bermodalkan 50rebu Sayapun ke tukang batu. Setelah ditinggal seharian besoknya, jadilah batu seperti dibawah ini!

464. Batu Akik Pertamaku! Ini dia nih batu akik raflesia asal bengkulu. Raflesia dan nama Saya kayaknya emang ada chemistry tersendiri,hehe
464. Batu Akik Pertamaku! Ini dia nih batu akik raflesia asal bengkulu. Raflesia dan nama Saya kayaknya emang ada chemistry tersendiri,hehe

Keren kan?

Mirip permen fox rasa jeruk?hehehe

Batu raflesia ini, berwarna coklat dan oranye mirip bunga raflesia. Batu raflesia ini pun asalnya dari Bengkulu sana. Jauh yak? Kalau saya lihat-lihat sih keren juga nih batu. Apakah ini awal mula hobi Saya kepada batu akik yang tren nya sudah menurun? Masih menjadi misteri~

Advertisements

463. Witcher 3 Review: Akhirnya tamat juga!

453. Witcher 3 Review: Akhirnya tamat juga!
453. Witcher 3 Review: Akhirnya tamat juga!

Pada tulisan blog Saya beberapa bulan yang lalu, Saya sempat membahas tentang witcher 3. Game yang amat fenomenal dan patut mendapat predikat “Game of the year 2015”. Setelah perjuangan lebih dari 10 minggu memainkannya maka, Sampailah Saya dalam akhir perjuangan Geralt of Rivia di witcher 3: Wild hunt. Satu hal yang ingin saya tekankan kepada Anda semua yang memiliki PC yang cukup mumpuni adalah “MAINKAN GAME INI!”.

Secara cerita Witcher 3 memiliki cerita yang amat kompleks dan kaya akan karakter. Cerita dari mahkluk-mahkluk magis, konspirasi politik kerajaan, Diskriminasi ras hingga, tema sci-fi seperti paralel universe. Kesemua tema itupun dibungkus dengan penceritaan yang keren dan tak bisa ditebak. 70% cerita dan misi berada di chapter 1 dari Witcher 3. Dimana kita berkeliling mencari Ciri. Setelah Ciri ditemukan maka pada chapter2 dan 3 jumlah misi berkurang drastis dan alur cerita lebih linear (gak banyak yang bisa dikerjakan). Misi tambahan dari update Witcher 3 inipun sayangnya hanya berjumlah sedikit+nge bug lagi! Harus lebih ketat lagi nih QAnya CDred Project.

Witcher 3 benar-benar menguras banyak waktu Saya dalam memainkannya dan memang patut dimainkan hingga tidak ada 1 misipun terlewatkan. Kesemua misi yang Saya jalani jauh dari kesan repetitif layaknya game sejenis seperti Assassins Creed. Bagi yang belum memainkan Witcher 3, Saya sarankan segera memainkannya. Game ini benar-benar MASTERPIECE!

462. 3 lapisan dalam UX design!

462. 3 lapisan dalam UX design!
462. 3 lapisan dalam UX design!

UX design mungkin sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi para developer maupun divisi sales+marketing. Mulai dikenalnya UX design sayangnya masih menyisakan mispersepsi akan UX design. Masih banyak orang yang menganggap UX design yang bagus itu adalah produk yang memiliki tampilan yang keren, kece, modern dan sangat sedap di lihat. Hal itu ada benarnya namun, UX design bukan sekedar tampilan indah semata.
UX design lebih dari sekedar tampilan yang indah karena, bagi Saya UX design itu memiliki 3 lapisan atau layer di dalamnya berikut ini penjelasannya:
Continue reading “462. 3 lapisan dalam UX design!”

461. Pentingnya Cuti!

461. Pentingnya Cuti!
461. Pentingnya Cuti!

Setelah melakukan sprint development dan design selama lebih dari 30 minggu akhirnya, Saya cuti juga. Saya cuti bukan karena, capek secara fisik tapi kayaknya otaknya udah makin gak konsen dan minat aja kerja. Mungkin sudah jenuh atau inikah yang dinamakan capek secara psikis? Kalau kata Ko Danil dari Adskom sih setiap orang memang beda-beda burnout rate nya. Burnout sendiri kondisi dimana si developer sudah capek secara fisik dan psikis. Tanda-tandanya sih mereka kurang produktif dan menjadi lesu waktu bekerja. Kalau begitu terus maka mereka bisa stress ataupun sakit. Weleh-weleh~

Kurang lebih itulah yang Saya rasakan. Anehnya lagi Saya selama cuti ini lebih banyak menghasbiskan waktu di dalam rumah. Gak tau kenapa mau di rumah aja. Mungkin gara-gara jarang di rumah selama ini. Jadi di rumah ngapain aja donk? Saya sih main, tidur, nulis blog dan yang paling penting tanyakan kepada diri Anda:

“Selama ini gue kerja buat apa’an sih? Udah berdampak belom ke orang-orang?”