468. Pentingnya menejemen proyek dan tugas!

Bulan Desember sudah hampir berakhir. Sedih rasanya melihat statistik dari blog Saya. Postingan di bulan November yang lalu benar-benar sedikit sekali. Mungkin alasannya sih sangat amat meramat klise sekali yakni SIBUK. Selama awal November hingga pertengahan bulan Desember ini, Saya memang di sibukan dengan pekerjaan yang sudah membanjiri otak, jiwa dan sanubari Saya. Weleh-weleh~

Kok bisa-bisanya yah hal ini terjadi?

Setelah Saya amati selama beberapa waktu. Saya melihat bahwasanya, hal ini bisa terjadi karena memang bobot kerjaan yang besar, kuantitas yang buanyaaak . Kedua hal pertama sih sepertinya merupakan produk dari manajemen proyek yang buruk.

Kok bisa-bisanya mengambil kesimpulan seperti itu?

Logikanya sih yah, Kalau manajemen proyeknya baik maka semuanya akan berjalan seperti seharusnya dan adem ayem. Gak bakal membuat orang yang mengerjakan sampai kehilangan waktu untuk kehidupan pribadinya. Termasuk kehilangan waktu untuk dua aktivitas favorit Saya yaitu olah raga lari dan menulis blog.

Sampai tulisan ini ditulispun Saya belum menemukan solusi yang paling jitu untuk menejemen proyek yang lebih baik. Walhasil yah harus jalanin aja deh keadaan seperti ini. Memang semuanya itu perlu belajar dan semoga dari pengalaman seperti ini bisa banyak belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.

Advertisements

467. Kemana perginya produk-produk yang sudah ketinggalan model?

Dimalam yang cerah namun, puanasnya kebangetan+ musim promo Natal dan akhir tahun. Saya menyempatkan diri ke Poins Square Lebak bulus. Mall paling anti-mainstream di pinggir selatan Jakarta ini benar-benar sepi tapi, gak se sepi pasifik ples sih. Di Poins Square yang unik dan sederhana ini terdapat toko yang menjual produk baju dan sepatu untuk olah raga. Produk-produk tersebut kebanyakan sudah ketinggalan model alias sudah 2 tahun lalu di produksi.

467. Kemana perginya produk-produk yang sudah ketinggalan model?
467. Kemana perginya produk-produk yang sudah ketinggalan model? ini dia nih sepatu adidas yang sudah ketinggalan modelnya. Walaupun di obral harganya diatas 700 ribu juga sih.

Hal ini berarti lem-lem di sepatu sudah tidak sekokoh saat dikeluarkan dari pabrik dan baju-bajunya sudah ketinggalan zaman (mirip si Doel). Darisini Saya sadar bahwa, produk-produk seperti baju dan sepatu olah raga ini ada pembagian toko berdasarkan kelas-kelasnya. Sebagai contohnya Sepatu Adidas A kalau baru dikeluarkan maka, akan di jual ke Toko Adidas di Mall-mall besar dan ternama. Berselang 6 Bulan maka akan mulai masuk toko-toko Adidas kecil di pinggiran Jakarta. 10 Bulan maka akan masuk toko seperti Atlet foot dan sport stesen. Sudah lebih dari 18 bulan maka akan, masuk ke toko yang Saya kunjungi di Lebak bulus ini.

Harganyapun mungkin tinggal setengah harga saat pertama kali diluncurkan. Pertanyaan Saya berikutnya adalah kalau sudah gak laku ditempat yang Saya kunjungi ini bakal dipindhakan kemana lagi yah? apa bakal dipaksa jual sampai laku? Masih menjadi misteri…

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015!

466. Perebutan talenta di Geekcamp 2015!
466. Perebutan talenta di Geekcamp 2015!

Geekcamp 2015 adalah acara seminar konferens pertama di Indonesia yang isinya itu mayoritas para spesialis. Spesialis disini maksudnya adalah para programer , desainer dan para network engineer. Jarang deh ketemu orang bisnis atau wartawan di acara ini. Topik-topik yang dibawakanpun kebanyakan merupakan hal teknis. Selama saya disana, Saya belum menemukan pembicara yang membawakan topik yang isinya inspirasi-inspirasi dan janji surga dunia Startup. Jenis pembicara yang promosi startupnya pun tidak Saya temui.

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! panggung geek camp. Gede yah?
466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! panggung geek camp. Gede yah?

Hal yang dibahaspun sungguh-sungguh teknis dan teoritis. Bingung juga kalau ikutan sesi yang isinya tidak Saya mengerti. Salah satu keunikan Geekcamp ini adalah sesinya yang paralel. Tiap 20 menit Sekali ada saja penonton yang berpindah-pindah ruangan. Saya melihat ada pembicara yang sempat tertegun atau kaget karena saat dia baru mau bicara 3/4 ruangan pergi ke ruangan lain. Benar-benar harus kuat mental banget.

Di Geekcamp kemarin juga Saya sadar bahwasanya, kemajuan dunia startup di Indonesia tidak di ikuti dengan kemajuan pendidikan di Indonesia. Ternyata susah sekali menemukan spesialis-spesialis seperti Java developer, Php developer bahkan, UX designer! Kalau dari perbincangan Saya dengan beberapa orang pihak yang mengunjungi stand Kudo sih mereka bilang.

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! stand kudo di geek camp. Banyak yang bahagia setelah ke stand ini, cieeee
466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! stand kudo di geek camp. Banyak yang bahagia setelah ke stand ini, cieeee

Pengunjung Programmer (PP): “Kebanyakan temen-temen informatikanya berpindah jalur. Pada bosen ngoding akhirnya kerja jadi, Business development, pegawai Bank, Sales dan bahkan jadi HRD. Katanya sih gajinya lebih menjanjikan daripada jadi programmer”.

Saya: ” lah, terus kenapa lo tetep jadi programmer?”

PP: “Passion sih…kayaknya susah deh jadi programmer kalau emang gak punya passion kesana. Toh, makin langka programmer harusnya makin naik donk gajinya?”

Saya : ” Bacusa aja langka tapi, kaga di gaji,hehehe”

PP: ” Bacusa apa’an bro?”

Saya: “Mirip-mirip Selenium lah… (ngaco banget)”

Dari perbincangan yang makin ngawur diatas, dapat dipelajari bahwa pekerjaan spesialis seperti programmer semakin langka. Semakin langka maka otomatis akan semakin diburu. Di buru oleh para headhunter dan HRD perusahaan-perusahaan startup. Semoga hal ini semakin memacu para pembaca untuk menjadi programmer. Sehingga kalau ada produk startup yang rusak tidak perlu capek-capek memanggil programmer dari negeri Bollywood. Amin~

465. Fenomena Uber-Jek!

Halo para pembaca! udah lama banget nih gak nulis lagi di blog. Kenapa kok jadi jarang nulis? DUGH, alasannya klasik sih karena yah makin banyak tanggung jawab dan pekerjaan. Ok, deh untuk membuka tulisan pertama Saya di bulan desember ini yang sudah tanggal 23 akan Saya bahas fenomena yang ringan-ringan saja dan mengghibur. cekidot!

Salah satu cara membuat nama perusahaan Anda mudah di ingat oleh masyarakat adalah dengan cara menggabungkan dua nama atau istilah yang sudah terkenal. Misalnya menggabungkan kata seperti:

Super+Mie

Indo(nesia) + Mie

Indo +nama bulan (Maret) #NgasalBanget

Metal+Gear+Solid

Di dunia startup yang makin penuh dengan layanan ojek Online ini hadirlah salah satu layanan sejenis yang fenomenal. Memakai teknik penggabungan nama Uber(Taxi online) dan Gojek (ojek online) menjadi Uber-Jek (Udah kayak Digimon aja,hehe). Uber-Jek adalah ojek online dari Indonesia yang mengedepankan gaya eksklusif seperti Uber namun,layanannya ojek. Selengkapnya bisa di cek di websitenya Uber-Jek. Semoga menginspirasi! Maju terus Startup Indonesia!

465. Fenomena Uber-Jek! ada tes bau keteknya gan! ini baru FE-NO-ME-NAL!
465. Fenomena Uber-Jek! ada tes bau keteknya gan! ini baru FE-NO-ME-NAL!

Ada juga reviewnya dari techinasia!