476.UX design: 5 Penyebab utama aplikasi Anda di Uninstall!

Tulisan Saya ini saya dedikasikan kepada Anda semua yang ingin mendapatkan pengguna loyal (active user) dan jumlah download yang terus bertambah seiring waktu.

Google Play (oktober 2015) memiliki jutaan aplikasi yang dapat membantu Anda sehari-hari tapi dari jutaan aplikasi disana berapa sih yang ada di HP Anda? Kata Google ternyata orang Indonesia biasanya memiliki 80 Aplikasi di dalam smartphone Androidnya.

Itulah yang mereka katakan pada saat acara google beberapa saat lalu di Indonesia. Dari jutaan hanya 80lah yang dianggap konsumen aplikasi yang mereka anggap layak berada di smartphone mereka. Kasar-kasarnya 1.000.000 vs 80!

Angka 80 itupun masih belum angka yang bersih. Dari 80 itu pastilah ada 12-20 aplikasi bawaan entah dari Google maupun dari pabrikan smartphone. Pengguna amerka malah di tambahin aplikasi dari provider teleponnya juga. Weleh-weleh~ Dari data diatas jelaslah sudah betapa sulitnya suatu aplikasi memiliki pengguna yang loyal bahkan, susah sekali mendapatkan pengguna yang mau mendownload dan mencoba aplikasi Anda. 1.000.000 vs 60!

Dari jumlah pendownload applikasi maka 40% pengguna akan menguninstallnya dalam 1 kali percobaan. Udah susah payah supaya di install, di uninstall dalam 1 x coba lagi! Googlepun menemukan 5 faktor utama kenapa aplikasi Anda di uninstall! Tak peduli betapa hebohnya aplikasi Anda seperti sosial media maupun layanan ojek online maupun sebuah game Indie yang baru rulis haruslah memperhatikan 5 hal ini. Cekidot!

Continue reading “476.UX design: 5 Penyebab utama aplikasi Anda di Uninstall!”

Advertisements

474.10 ribu langkah sehari!

peter-griffin-slowly-walk-down-stairs-fall-family-guy
demi 10 ribu langkah sehari

10 ribu langkah perhari adalah angka yang di sarankan para ahli kesehatan supaya seseorang tetap sehat. 10 ribu langkah bukan hanya memaksa orang untuk lebih sering berjalan-jalan namun, juga membuat tulang kita semakin kuat. Pada hakikatnya toh tubuh manusia memang di desain untuk bergerak.

Kalau gak percaya liat aja orang yang tidur, bisa gak tuh diem terus pas tidur?

Saya sendiri sih kadang capek juga duduk melulu liatin komputer kalau di kantor. 10 ribu langkah sebenarnya gampang banget di capai kalau, Kita sering lari 30 menit sampai 2 jam. Kalau gak suka lari atau emang gak sempat yah harus pinter-pinter mencari alasan kenapa harus jalan,hehehe.

Misalnya daripada nge-chat orang di dalam kantor lebih baik datengin aja orangnya lalu ajak diskusi. Pokoknya temukan alasan untuk lebih banyak bergerak dan berjalan deh. Buat makin termotivasi, Sayapun membeli jam yang bisa mengukur langkah. Sayang kan kalau udah di beli namun, gak di pakai? Daripada mubazir yah, Saya pakai terus aja. Pokoknya perbanyak bergerak dan berjalan deh demi kesehatan!

Salam olah raga!

473. 4 Tips disipilin membaca!

Kemarin, ada teman Saya yang bertanya:

” Kapan sih waktu terbaik untuk membaca? Supaya bisa disiplin gitu?”

Jawabannya adalah

“Tidak Ada!”

Kebanyakan dari kita sudah sibuk dengan pekerjaan dan memang sedikit sekali waktu luang untuk bisa membaca buku. Keterbatasan waktu luang adalah alasan utama orang tidak sempat membaca buku. Kebetulan Saya mulai rajin membaca buku dari 2 bulan lalu. Dalam 2 bulan Saya sudah membaca 8 buku yang tebalnya 1 buku adalah 300 halaman lebih. Berikut ini tips membaca ditengah hituk pikuk Ibu kota dari Saya!

  1. Siapkan waktu khusus!

    Waktu khusus disini maksudnya adalah waktu-waktu dimana Anda bisa senggang dan tidak bekerja. jadi jangan kasih patokan harus membaca dari jam 8 pagi sampai 9. Contohnya sempatkan membaca kalau sedang menunggu KRL, di dalam KRL, ataupun di dalam duduk di dalam transjakarta. Sebisa mungkin membacalah minimal selama 15 menit. Nanti makin lama juga terbiasa dan bahkan bisa membaca sampai 1 jam! weleh-weleh~

  1. Fokus kepada membaca buku!

    Kalau Saya lihat-lihat dari battery usage di smartphone Saya, kebanyakan Saya menghabiskan waktu untuk browsing(Internetan), chatting dan main sosial media. Udah cek FB beralih ke cek Twitter. Dari Twitter cek LinkedIn. Dari LinkedIn cek Path. Abis Path cek Instagram. Instagram abis cek Tokopedia (udah kayak iklan,hehehe). Kayak gak ada abis-abisnya.

    Nah, daripada cek semua sosmed dan chatting-chatting’an lebih baik sih waktu dan nafsu untuk membaca postingan itu dialihkan menjadi membaca buku di smartphone. Begitupula yang suka baca berita di detik atau kompas dot com nafsu dan waktu membacanya, bisa dialihkan untuk membaca buku. Pada dasarnya semua manusia senang membaca toh (membaca sosmed dan chatting) ? jadi yah, tinggal arahkan saja ke membaca buku.

  1. Buku elektronik vs fisik!
    Salah satu alasan orang luar negeri suka membaca buku-buku yang tebal adalah buku-buku disana enteng semua. Walaupun penampilannya tebal-tebal tapi, enteng banget! Banget deh! Kalau gak percaya coba aja bandingin buku Harry Potter cetakan Indonesia dan luar negri! Nah, solusi dari Saya sih ada baiknya membaca buku elektronik atau e-pub (Jangan PDF yah! capek nge zoom-zoom).

    Aplikasi Android seperti Pocket dan Google Play book merupakan pilihan Saya untuk membaca buku dengan format elektronik (e-pub). Apalagi sekarang beli buku di Google Play sudah bisa pakai sistem potong pulsa dan harganya lebih murah dari toko lagi. Tapi kalau pengen sekalian koleksi bukunya sih, mendingan beli versi cetaknya. Biar rumahnya kayak wallpaper orang-orang abis wisuda gitu (banyak buku warna-warni,hehe).

    background2bwisuda2bhd

  2. Sumber bacaan lain selain buku!
    Nah, ini cocok banget buat yang lagi bosen baca buku atau buku yang dibaca udah abis. Bisa mengecek Gibbon dan Medium unyuk ilmu-ilmu terkini yang dibagikan oleh para praktisi. Saya sendiri membaca Gibbon dan medium untuk hal-hal tentang desain, teknologi dan kepemimpinan.

Nah, sekian empat tips dari Saya supaya para pembaca makin rajin membaca, makin sukses dan makin berwawasan. Semoga menginspirasi 🙂

472.Mac dan desainer

Kita hidup di dunia yang tidak adil.

Dimana PC memiliki spesifikasi yang tinggi dan harga yang lebih murah dan Mac memiliki spesifikasi yang lebih rendah.

Namun, dengan harga lebih mahal. Jika dilihat dari kalimat ini sih, pastinya PC menang. Sayangnya komputer lebih dari sekedar spesifikasi dan harga. Belasan tahun Saya menggunakan PC ( sampe tau busuk-busuknya dan lika-likunya) dan hanya 4 tahun menggunakan Mac. Harus di akui bahwa Mac memiliki performa yang lebih baik dibandingkan PC.

macpro13vsspectre13t
Macbook Pro vs HP spectre. Ketika spesifikasi tidak menggambarkan performa komputer.

Seakan-akan semua software dibuat berjalan dengan optimal di Mac. Lebih jarang crash, lebih jarang nge-hang dan pokoknya lancar-lancar aja deh. Hal paling mencolok adalah saat bekerja di kantor Saya memakai laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Mendesain jauh lebih cepat di Mac. Padahal sama-sama pake Adobe.

Dulu Saya sempat bertanya;

“Kenapa sih para desainer lebih banyak yang pake Mac di bandingkan Windows atau PC?”

Saya kira jawabannya karena, buat gaya-gaya’an aja.

Ternyata jawabannya adalah software desain itu RASIS bro!

Banyak software desain yang bagus, enteng dan kece badai cuman, tersedia di MAC doank. Mac doank.

WTF MOMENT BGT

Inilah alasan utama mengapa Saya sekarang mendesain menggunakan Mac. Salah satunya adalah para desainer Facebook yang menggunakan ORIGAMI yang awalnya membutuhkan Quartz composser(ada di mac doank) dan sudah berubah menjadi ORIGAMI STUDIO yang tidak membutuhkan Quartz Composser namun, cuman bisa di pake di Mac.

//giphy.com/embed/Fjr6v88OPk7U4

Ekspresi mbak Jesika jones ketika tau, berita Origami Studio

#SaruaKenehAtuhJang!

Atau software animasi, yang bernama Principle yang bagus keren, enteng dan khusus Mac doank. Weleh-weleh~

P.S: Masih membahas perbandingan: laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Saya coba compile project di Android Studio kok lebih cepet di Mac yah di bandingkan windows? Bedanya bisa 3 menitan sendiri. Btw tulisan ini Saya tulis di PC.

471. UX design: buat pengguna tegila-gila dengan aplikasi Anda!

Aplikasi yang sukses adalah aplikasi yang user-retention alias penggunanya balik-balik terus buka aplikasi itu. Sampai-sampai kecanduan. Kalau bisa setiap 10 menit sekali mengecek aplikasi itu. Setelah membaca buku Hooked dari Nir Eyal dan mempelajari contoh-contoh aplikasi yang adiktif Saya menemukan beberapa pelajaran yakni;

Continue reading “471. UX design: buat pengguna tegila-gila dengan aplikasi Anda!”

470. Disiplin menulis lagi…

Ternyata untuk bisa menulis dengan konstan itu susah juga yah. Waktu berlalu dengan cepat sekali. Tak terasa sepertiga tahun 2016 ini sudah kita lewati. Setelah lebih dari 3 bulan berhenti menulis ternyata, bingung juga yah jadi mau nulis apa lahi,hehehe…

Seiring berjalannya waktu, saya merasa pekerjaan ini benar-benar menyita waktu dan tenaga. Saya sendiri bukan , tipe-tipe yang workaholic. Banyak orang diluar sana yang di saat liburan bingung mau ngapain. walhasil malah buka laptop dan bekerja. Kayaknya gak ada hari tanpa bekerja. Tiada hari dimana kita bisa mendapatkan ketenangan jiwa.

Selamat Hari Belanja Online Nasional