502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking!

502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking!
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! digibank buatan DBS. Bukan DBSK 😉

Kenapa di tahun 2017 ini banyak Startup Financial Tech (Fintech) bermunculan?

Karena, para founder startup fintech melihat banyaknya pain point yang dialami masyarakat berinteraksi dengan bank.

Mau minta pinjaman, repot.

Mau investasi, repot.

Mau menggadaikan barang, repot. Serta berbagai kerepotan lainnya.

Bank-bank di Indonesia (terutama yang besar alias sudah buku 4) menyadari hal ini dan berlomba-lomba menjadi digital banking. Sebagai contohnya BRI sebagai bank dengan asset terbesar di Indonesia sedang menggalakan kolaborasi dengan membuka API mereka. mereka pun mulai melakukan proses development secara SCRUM dan melakukan Design Thinking. Segala produk yang dikeluarkan nantinya harus, berfokus kepada user/pengguna.

502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! JENIUS
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! JENIUS nih karya anak bangsa. Produk yang fenomenal dan membuat banyak bank panas,ahahaha

Dalam eksekusinya, Hal yang para bank-bank besar ini lakukan biasanya membuat 2 divisi yang berbeda. 1 divisi yang konvensional masih menjalankan bisnis bank secara normal. 1 Divisi ini yang menggarap bisnis baru terutama digital banking.

Prinsip digital banking sendiri sebenarnya berakar dari prinsip ;

” Banking is an activity not place”.

Artinya di tahun 2017 ini user Indonesia lebih memerlukan kegiatan perbankan daripada pergi ke banknya. Jangan sampai keterbatasan cabang, ATM dan berbagai infrastruktur lainnya membuat user susah melakukan kegiatan perbankan. Untuk memperbaki hal ini Bank memerlukan banyak investasi di programmer, automated security testing dan tentunya User Experience (UX).

how-square-is-disrupting-banks-6-638
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! Petuah bang Billy.

Di salah satu acara yang Saya ikuti, Salah satu petinggi bank besar mengatakan bahwa,

“Kita melakukan ini karena, gak mau ter distrupt oleh bank asing dan jasa-jasa lainnya. Hal ini udah terjadi dengan industri telekomunikasi yang ter distrupt dengan jasa OTT (Over The Top seperti WhatsApp, FB, Twitter, Google,IG, Telegram, dsb). Di zaman ini kalau, kita gak berubah maka kita akan mati.”

Hal yang Saya perhatikan di salah satu seminar juga adalah kalau bank-bank yang sudah buku 4 ini bisa melakukan transformasi dan bisnis digital  banking nya dengan FULL POWER namun, bank yang lebih kecil biasanya lebih berhati-hati. Melakukan penerapannya lebih lambat bisa di ukur dengan perubahan dari tahun ke tahun (menurut Saya lambat sih kalau tahunan gini).

Bank yang lebih kecil juga biasanya lebih melihat apa yang kompetitor lakukan terlebih dahulu di bandingkan melakukan inovasi karena, keterbatasan budget dan tenaga kerja juga. Tapi yang ini kayaknya tergantung pemimpinnya juga deh, Kalau kita lihat JENIUS dari BTPN malah yang pertama dan heboh membuat Digital banking untuk milenial.

502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! Bank di dunia DIgimon
502. Berlomba-lomba menjadi Digital Banking! Bank di dunia Digimon buatan MRizzi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s