481. Rahasia rajin membaca: 13 Buku dalam 4 bulan!

screen-shot-2016-12-26-at-13-52-52
Gak nyangka bisa baca 13 buku di tahun 2016 ini 🙂

4 bulan lalu saya membuka buku catatan Saya, disana ada salah satu target di 2016 adalah membaca 1 buku untuk 1 bulan! Di kala itu, Saya belum membaca 1 buku pun,ahahahha! Menurut Saya sih ini targetnya gampang banget yah(ceileh~). Di pikiran Saya saat itu saya gak banyak berpikir dan refleksi kenapa kok jarang baca? kenapa target ini kok dilupakan? Dan berbagai pemikiran menghakimi diri sendiri alias guilty pleasure.

Hal yang pertama Saya lakukan adalah menerimanya.

Menerima kenyataan bahwa, selama 8 bulan di 2016 ini Saya belum membaca 1 buku pun!

Setelah menerima kenyataan (tanpa rasa menyalahkan keadaan), Saya pun membuka aplikasi Goodreads. Disana Saya lihat Goodreads cuman menargetkan Saya baca 7 buku dalam setahun. Hal ini dikarenakan, tahun lalu Saya cuman baca 2 buku. Gimana bangsa mau maju!? ahahaha~

Di Goodreads Saya lihat-lihat teman Saya yang suka baca buku baca apa aja sih? Dari situ Saya mulai memasukan judul-judul buku yang ratingnya tinggi dan Saya minati untuk di baca kedalam folder “Want to read” alias mau di baca.

Sesudah terkumpul 20 buku (maruk yah? padahal baca 1 buku aja belom,hehehe) Saya pun mulai mengunduh buku-buku tersebut ke tablet yang saya dedikasikan hanya untuk baca. Ganti waktu untuk bermain sosial media, browsing IG gak jelas dan nonton snapchat dengan membaca buku.

Setelah beberapa buku di unduh dan masukan ke tablet Android tersebut, Sayapun mulai membaca 1 judul selama perjalanan pergi ke kantor memakai bis. Yak, naik bis biar bisa baca soalnya kalau nyupir atau naik motor atau naik Go-Jek pasti susah atau gak memungkinkan.  Awalnya sih hanya kuat baca 20 halaman abis itu ngantuk. Setelah berhari-hari akhirnya kuat membaca 50-60 halaman sekali perjalanan pergi. Rata-rata buku yang saya baca ada 300 halaman. Seminggu bisa kelar 1 buku lah.

Selama membaca ini, jangan pernah buru-buru membaca. Santai saja, toh apa yang dibaca gak keluar waktu ujian,hehehe. Kalau gak ngerti kata-katanya bisa copas di Google translate. Kalau sudah selesai 1 buku, maka selama sehari itu Saya tidak akan membaca buku supaya besoknya masih punya semangat membaca buku yang baru.

Membaca 13 buku selama 4 bulan ini Saya merasa bahwa, banyak sekali ilmu-ilmu yang bisa diterapkan setiap hari dan Saya semakin belajar cara kerja cerdas alias, kerja dengan tenaga seminimal mungkin dengan hasil yang maksimal,hehehe…

Semoga cara-cara diatas bisa menginspirasi para pembaca sehingga, tahun depan bisa lebih rajin membaca. Terutama yang mau lebih rajin lagi membaca agar menjadi manusia yang lebih baik hari demi hari. Amin.

Advertisements

473. 4 Tips disipilin membaca!

Kemarin, ada teman Saya yang bertanya:

” Kapan sih waktu terbaik untuk membaca? Supaya bisa disiplin gitu?”

Jawabannya adalah

“Tidak Ada!”

Kebanyakan dari kita sudah sibuk dengan pekerjaan dan memang sedikit sekali waktu luang untuk bisa membaca buku. Keterbatasan waktu luang adalah alasan utama orang tidak sempat membaca buku. Kebetulan Saya mulai rajin membaca buku dari 2 bulan lalu. Dalam 2 bulan Saya sudah membaca 8 buku yang tebalnya 1 buku adalah 300 halaman lebih. Berikut ini tips membaca ditengah hituk pikuk Ibu kota dari Saya!

  1. Siapkan waktu khusus!

    Waktu khusus disini maksudnya adalah waktu-waktu dimana Anda bisa senggang dan tidak bekerja. jadi jangan kasih patokan harus membaca dari jam 8 pagi sampai 9. Contohnya sempatkan membaca kalau sedang menunggu KRL, di dalam KRL, ataupun di dalam duduk di dalam transjakarta. Sebisa mungkin membacalah minimal selama 15 menit. Nanti makin lama juga terbiasa dan bahkan bisa membaca sampai 1 jam! weleh-weleh~

  1. Fokus kepada membaca buku!

    Kalau Saya lihat-lihat dari battery usage di smartphone Saya, kebanyakan Saya menghabiskan waktu untuk browsing(Internetan), chatting dan main sosial media. Udah cek FB beralih ke cek Twitter. Dari Twitter cek LinkedIn. Dari LinkedIn cek Path. Abis Path cek Instagram. Instagram abis cek Tokopedia (udah kayak iklan,hehehe). Kayak gak ada abis-abisnya.

    Nah, daripada cek semua sosmed dan chatting-chatting’an lebih baik sih waktu dan nafsu untuk membaca postingan itu dialihkan menjadi membaca buku di smartphone. Begitupula yang suka baca berita di detik atau kompas dot com nafsu dan waktu membacanya, bisa dialihkan untuk membaca buku. Pada dasarnya semua manusia senang membaca toh (membaca sosmed dan chatting) ? jadi yah, tinggal arahkan saja ke membaca buku.

  1. Buku elektronik vs fisik!
    Salah satu alasan orang luar negeri suka membaca buku-buku yang tebal adalah buku-buku disana enteng semua. Walaupun penampilannya tebal-tebal tapi, enteng banget! Banget deh! Kalau gak percaya coba aja bandingin buku Harry Potter cetakan Indonesia dan luar negri! Nah, solusi dari Saya sih ada baiknya membaca buku elektronik atau e-pub (Jangan PDF yah! capek nge zoom-zoom).

    Aplikasi Android seperti Pocket dan Google Play book merupakan pilihan Saya untuk membaca buku dengan format elektronik (e-pub). Apalagi sekarang beli buku di Google Play sudah bisa pakai sistem potong pulsa dan harganya lebih murah dari toko lagi. Tapi kalau pengen sekalian koleksi bukunya sih, mendingan beli versi cetaknya. Biar rumahnya kayak wallpaper orang-orang abis wisuda gitu (banyak buku warna-warni,hehe).

    background2bwisuda2bhd

  2. Sumber bacaan lain selain buku!
    Nah, ini cocok banget buat yang lagi bosen baca buku atau buku yang dibaca udah abis. Bisa mengecek Gibbon dan Medium unyuk ilmu-ilmu terkini yang dibagikan oleh para praktisi. Saya sendiri membaca Gibbon dan medium untuk hal-hal tentang desain, teknologi dan kepemimpinan.

Nah, sekian empat tips dari Saya supaya para pembaca makin rajin membaca, makin sukses dan makin berwawasan. Semoga menginspirasi 🙂

381. Kenapa Saya tiap membaca buku kok ketiduran?

381. Kenapa Saya tiap membaca buku kok ketiduran?
381. Kenapa Saya tiap membaca buku kok ketiduran?

Permasalahan ini ternyata dialami oleh banyak orang loh! (Yes, Aku tak sendiri!).

Jengkel juga sih tiap mau baca buku malah jadinya tidur. Setelah Saya teliti selama Saya membaca buku ternyata ada dua hal mendasar yang menyebabkan hal ini terjadi. Hal pertama adalah bahan bacaan yang dibaca membosankan alias tidak memiliki hal emosional. Hal ini sering di dapat dengan buku-buku non-fiksi contohnya buku paket fisika SMP buatan pak Marthen Kangenan atau buku-buku ” how to” (selain How to train your Dragon). Buku yang tidak memiliki konflik atau tidak memicu emosi pada pembacanya membuat detak jantung kita stabil dan akhirnya melemah dan tidur. Atau bahasa kerennya gak ada rasa “cenat-cenut”.

Hal kedua yang menyebabkan tiap membaca buku ketiduran adalah waktu membaca. Saya sendiri ternyata sering membaca di saat malam setelah beraktivitas. Walhasil sisa-sisa energi dan mata yang sudah lelah menatap monitor pun di suruh baca. Walhasil, ketiduran deh. Itulah sebabnya lebih baik membaca di saat pagi atau siang. Lihat aja bule-bule di luar negri yang semuanya sibuk membaca saat di angkutan umum dan TERUTAMA saat menunggu di Bandara.

365. Rajin membaca dan tantangannya!

Ayo rajin membaca! Ayo rajin membaca! Ayo donk akh~

Sudah beberapa kali Saya mengkampanyekan rajin membaca dengan blog ini. Di musim hujan yang dingin dan sangat nyaman ini Saya menemukan tantangan baru dalam membaca. Kalau biasanya orang ingin membaca kan tantanggannya: malas, tidak ada waktu, tempat membaca berisik, gelap, dan sebagainya tapi bagi Saya tantangan terbesar adalah ngantuk.

Acap kali ketika membaca buku cetak maupun yang elektronik, Saya tertidur dengan pulas setelah 20 halaman atau lebih. Duh, gimana yah? Mau membaca pas duduk kasian tulang lehernya. Pas membaca tengkurap pegel pundaknya. Minum kopi pun gak bikin makin seger, udah minum kopi kalau ngantuk yah tetep tdur. Gawat juga kalau begini nih…

Membacanya 20 menit, tidurnya 3 jam lebih,ahahhahaa…Kacau abis! Padahal banyak sekali buku menarik yang Saya ingin baca 😦

210. Membaca buku digital lebih nyaman dengan ini!

Pada postingan sebelum-sebelumnya,  Saya telah mereview beberapa buku yang amat menarik. Semuanya ini demi mendukung program ” Arnold Rajin membaca” yang akan menularkan tren membaca buku kepada kalangan anak-anak muda. Kebanyakan buku yang Saya baca adalah buku yang memiliki format epub. Rata-rata waktu yang saya habiskan untuk satu kali membaca buku adalah 20 menit  hingga 2 jam. Hal inipun menyebabkan mata lelah dan capek.

Salah satu penyebab capeknya mata kita adalah karena saat membaca buku kita menatap layar LCD atau LED terlalu lama. Layar LCD se detail dan serapat apapun pixelnya(retina display) akan memberikan cahaya kepada mata kita. Cahaya itu lah yang membuat mata cepat lelah berbeda dengan membaca lembaran kertas yang tak mengeluarkan cahaya. Cahaya dari layar LCD yang terlalu lama ditatap dalam kondisi kurang cahaya akan menyebabkan pusing, mual dan insomnia.

Lalu bagaimana donk solusinya membaca buku digital tanpa harus mengalami efek pusing?

Continue reading “210. Membaca buku digital lebih nyaman dengan ini!”

159. Review: How to be Interesting in 10 simple steps!

Cover buku yang saya baca
Cover buku yang saya baca

Selamaaat Tahun baruuuu semuanyaaa! Pada akhir tahun 2013 ini Saya berhasil menyelesaikan satu buku yang menarik sekali. Buku karangan Jessica Hagy yang berjudul ” How to be Interseting in (10 simple steps)”. Buku ini yang terbit tahun 2013 ini mengajaarkan kita untuk menjalani hidup lebih menyenangkan.

Salah satu preview diagram
Salah satu preview diagram

Buku ini mengajak kita untuk menikmati hidup, berani menerima tantangan yang dibuat oleh diri kita, dan berpikir out of the box. Buku ini penuh dengan kata-kata yang inspiratif dan terlebih lagi buku ini memiliki banyak sekali gambar tangan Jessica. Gambar ini banyak berupa diagram hasil pemikiran sang penulis.

Buku ini mengajarkan kepada Saya bahwa ” Semua hal dapat dilakukan apabila kita keluar dari zona nyaman kita”.

094. Sik Asik Statistik!

Pada akhir Bulan ini saya melihat statistik daripada Blog saya ini. Baru kali ini Saya menaruh perhatian pada menu statistik di WordPress. Hasilnyapun mencengangkan Saya. Saya tidak melihat jumlahnya namun yang Saya lihat adalah bentuknya yang Eskponensial. WOW!

Bentuk statistik Blog saya yang eksponensial
Bentuk statistik Blog saya yang eksponensial

Kalau dilihat dari Bulan Agustus tahun lalu sampai bulan Juni 2013 tidak ada perubahan yang berarti. Bulan Juli, Agustus dan September terjadi kenaikan yang eksponensial atau bahasa gampangnya ujug-ujug tinggi.

Kok bisa sih Trafficnya menjadi tinggi baik secara viewer dan visitors? Kenapa dari bulan Juni ke September mengalami kenaikan lebih dari 10 kali lipat? Saya sendiri masih mempelajarinya. Kalau nanti ketemu jawabannya Saya janji akan posting di blog ini…