489. Disrupted: Buku dokumenter StartUp Silicon Valley yang sulit untuk di percaya!

 

Disrupted: Buku dokumenter yang sulit untuk di percaya!
Ini dia nih cover bukunya

 

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman kerja Pak Dan Lyons yang sudah berumur 50an yang bekerja ditengah pemuda-pemudi yang umurnya setengah beliau.Sillicon Valley adalah kiblat teknologi dunia. Dimana banyak perusahaan IT besar dan tumbuh disana. Kebanyakan Startup di Sillicon valley itu, anak-anak muda yang baru lulus dari kuliahnya. Banyak orang yang menganggap bahwa, dunia startup adalah perpanjangan dari kuliah.

Efeknya di dunia startup turn overnya sangat tinggi dan gak baik untuk moral. Masalah utama dari Silicon Valley adalah mereka bisa menarik talenta dengan cepat namun, gak bisa mempertahankan talenta/pekerja.

Banyak pekerja yang gila bekerja hingga burn out. Saking sibuknya sang pegawai tidak bisa memiliki kehidupan, keluarga dan anak. Saking parahnya ada Startup yang lebih prefer memilih pegawai yang single dibandingkan yang sudah menikah.

“People are disposable but, they’re don’t realize bacuse, the perks are so good.”

Seharusnya yang membuat orang tetap bekerja dan loyal di perusahaan tersebut bukanlah “perks” kayak cuci baju gratis, tempat fitnes di kantor, makanan gratis, dan berbagai hal lainya. Melainkan  perusahaan seharusnya fokus kepada pengembangan diri dari setiap karyawannya.

“IBM’s phillosophy is contained in theree simple beliefs. I want to begin with the most important: Our respect for the individual”. — Thomas J. Watson Jr.(1963)

Organisasi yang sukses memiliki beberapa ciri yaitu; Kekeluargaan, transparan dan demokratis terhadap kebijakan, tidak formal dan yang terpenting adalah fokus kepada pengembangan diri pekerjanya.

Advertisements

482. Beberapa hal yang Saya pelajari dari dunia Startup 2016!

bootstrap-alley-jakarta
Beberapa hal yang Saya pelajari dari dunia Startup 2016! Dunia Startup IT itu keras bro!

Tahun 2017 tinggal hitungan beberapa jam lagi. Di penghujung tahun 2016 ini, Saya akan membahas beberapa hal yang Saya pelajari di tahun 2016 mengenai startup. Industri startup teknologi memang sangat dinamis dan penuh dengan hal tak terduga. Berikut ini beberapa hal yang Saya pelajari di tahun 2016:

1. Startup pada jualan pulsa

Perusahaan-perusahaan teknologi berbondong-bondong menjual pulsa secara online. Mau itu Bukalapak, Lazada, JD, Tokopedia, Go-Jek hingga, Traveloka mulai menawarkan pulsa ke konsumen. Bukah hanya pulsa, mereka juga menjual paket data. Bahkan startup yang fungsi utamanya adalah fintech yang meng gratiskan transfer bank, menjual pulsa dan paket data juga. Pulsa dan paket data memang komoditas yang menggiurkan karena, banyak orang yang membutuhkan. Kudo sendiri sudah menjual pulsa sejak agustus 2014. Boomingnya jualan pulsa memang sudah kami antisipasi,hehehe.

2. Cicilan dimana-mana

Di tahun 2016 ini, banyak startup membuat program cicilan. Iyak, cicilan yang dibuat sendiri ataupun bekerja sama dengan bank atau pihak ke tiga. Dengan adanya sistem cicilan ini maka, pembeli akan semakin percaya (karena kalau cicilan lebih berkekuatan hukum + ada pihak penjamin) dan barang-barang akan semakin terjangkau terutama barang elektronik. Masalahnya di Indonesia, masyarakat Indonesia kurag terbiasa dengan sistem cicilan dan lebih percaya dengan uang tunai. Program cicilan dengan potongan harga pun mulai menjamur dimana-mana. BTW bukan cuman barang elektronik deh, jualan mobil bekaspun ada cicilan 0%nya.

3. Winter is coming~

Artinya adalah banyaknya startup yang tutup karena, tidak mendapatkan pendanaan seri-A karena, investor lebih selektif dalam menggelontorkan uang. Startup pun harus cermat-cermat dan irit dalam mengeluarkan uang. Kondisi ekonomi dunia yang sedang lesu ini berdampak pada kondisi startup Indonesia. Hal kedua yang menyebabkan banyak startup tutup adalah bakar duit untuk promo gila-gila’an agar mendapatkan konsumen. Banyak startup yang terpaksa membakar duit untuk bertahan hidup dan yang duitnya habis duluan mau gak mau harus tutup.

Hal ini terbukti dari, pengalaman Saya di TechInAsia 2015 di Jakarta yang lalu. Dimana banyak startup di kanan-kiri Saya yang membuka stand sekarang perusahaannya sudah tiada. Startup-startup yang dimana sangat percaya diri dan bersemangat di pameran tersebut banyak yang sudah menghilang. Ada yang karena, kehabisan uang, ribut dengan investor dan bahkan pegawainya banyak di hijack startup lain.

Saran Saya sih, jangan cuman menghabiskan uang untuk promosi doank. Lebih baik habiskan uangnya untuk menjaga tim ( terutama developer ) supaya lebih bahagia dan bisa maju bersama. Selamat tahun baru 2017!

468. Pentingnya menejemen proyek dan tugas!

Bulan Desember sudah hampir berakhir. Sedih rasanya melihat statistik dari blog Saya. Postingan di bulan November yang lalu benar-benar sedikit sekali. Mungkin alasannya sih sangat amat meramat klise sekali yakni SIBUK. Selama awal November hingga pertengahan bulan Desember ini, Saya memang di sibukan dengan pekerjaan yang sudah membanjiri otak, jiwa dan sanubari Saya. Weleh-weleh~

Kok bisa-bisanya yah hal ini terjadi?

Setelah Saya amati selama beberapa waktu. Saya melihat bahwasanya, hal ini bisa terjadi karena memang bobot kerjaan yang besar, kuantitas yang buanyaaak . Kedua hal pertama sih sepertinya merupakan produk dari manajemen proyek yang buruk.

Kok bisa-bisanya mengambil kesimpulan seperti itu?

Logikanya sih yah, Kalau manajemen proyeknya baik maka semuanya akan berjalan seperti seharusnya dan adem ayem. Gak bakal membuat orang yang mengerjakan sampai kehilangan waktu untuk kehidupan pribadinya. Termasuk kehilangan waktu untuk dua aktivitas favorit Saya yaitu olah raga lari dan menulis blog.

Sampai tulisan ini ditulispun Saya belum menemukan solusi yang paling jitu untuk menejemen proyek yang lebih baik. Walhasil yah harus jalanin aja deh keadaan seperti ini. Memang semuanya itu perlu belajar dan semoga dari pengalaman seperti ini bisa banyak belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015!

466. Perebutan talenta di Geekcamp 2015!
466. Perebutan talenta di Geekcamp 2015!

Geekcamp 2015 adalah acara seminar konferens pertama di Indonesia yang isinya itu mayoritas para spesialis. Spesialis disini maksudnya adalah para programer , desainer dan para network engineer. Jarang deh ketemu orang bisnis atau wartawan di acara ini. Topik-topik yang dibawakanpun kebanyakan merupakan hal teknis. Selama saya disana, Saya belum menemukan pembicara yang membawakan topik yang isinya inspirasi-inspirasi dan janji surga dunia Startup. Jenis pembicara yang promosi startupnya pun tidak Saya temui.

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! panggung geek camp. Gede yah?
466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! panggung geek camp. Gede yah?

Hal yang dibahaspun sungguh-sungguh teknis dan teoritis. Bingung juga kalau ikutan sesi yang isinya tidak Saya mengerti. Salah satu keunikan Geekcamp ini adalah sesinya yang paralel. Tiap 20 menit Sekali ada saja penonton yang berpindah-pindah ruangan. Saya melihat ada pembicara yang sempat tertegun atau kaget karena saat dia baru mau bicara 3/4 ruangan pergi ke ruangan lain. Benar-benar harus kuat mental banget.

Di Geekcamp kemarin juga Saya sadar bahwasanya, kemajuan dunia startup di Indonesia tidak di ikuti dengan kemajuan pendidikan di Indonesia. Ternyata susah sekali menemukan spesialis-spesialis seperti Java developer, Php developer bahkan, UX designer! Kalau dari perbincangan Saya dengan beberapa orang pihak yang mengunjungi stand Kudo sih mereka bilang.

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! stand kudo di geek camp. Banyak yang bahagia setelah ke stand ini, cieeee
466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! stand kudo di geek camp. Banyak yang bahagia setelah ke stand ini, cieeee

Pengunjung Programmer (PP): “Kebanyakan temen-temen informatikanya berpindah jalur. Pada bosen ngoding akhirnya kerja jadi, Business development, pegawai Bank, Sales dan bahkan jadi HRD. Katanya sih gajinya lebih menjanjikan daripada jadi programmer”.

Saya: ” lah, terus kenapa lo tetep jadi programmer?”

PP: “Passion sih…kayaknya susah deh jadi programmer kalau emang gak punya passion kesana. Toh, makin langka programmer harusnya makin naik donk gajinya?”

Saya : ” Bacusa aja langka tapi, kaga di gaji,hehehe”

PP: ” Bacusa apa’an bro?”

Saya: “Mirip-mirip Selenium lah… (ngaco banget)”

Dari perbincangan yang makin ngawur diatas, dapat dipelajari bahwa pekerjaan spesialis seperti programmer semakin langka. Semakin langka maka otomatis akan semakin diburu. Di buru oleh para headhunter dan HRD perusahaan-perusahaan startup. Semoga hal ini semakin memacu para pembaca untuk menjadi programmer. Sehingga kalau ada produk startup yang rusak tidak perlu capek-capek memanggil programmer dari negeri Bollywood. Amin~

465. Fenomena Uber-Jek!

Halo para pembaca! udah lama banget nih gak nulis lagi di blog. Kenapa kok jadi jarang nulis? DUGH, alasannya klasik sih karena yah makin banyak tanggung jawab dan pekerjaan. Ok, deh untuk membuka tulisan pertama Saya di bulan desember ini yang sudah tanggal 23 akan Saya bahas fenomena yang ringan-ringan saja dan mengghibur. cekidot!

Salah satu cara membuat nama perusahaan Anda mudah di ingat oleh masyarakat adalah dengan cara menggabungkan dua nama atau istilah yang sudah terkenal. Misalnya menggabungkan kata seperti:

Super+Mie

Indo(nesia) + Mie

Indo +nama bulan (Maret) #NgasalBanget

Metal+Gear+Solid

Di dunia startup yang makin penuh dengan layanan ojek Online ini hadirlah salah satu layanan sejenis yang fenomenal. Memakai teknik penggabungan nama Uber(Taxi online) dan Gojek (ojek online) menjadi Uber-Jek (Udah kayak Digimon aja,hehe). Uber-Jek adalah ojek online dari Indonesia yang mengedepankan gaya eksklusif seperti Uber namun,layanannya ojek. Selengkapnya bisa di cek di websitenya Uber-Jek. Semoga menginspirasi! Maju terus Startup Indonesia!

465. Fenomena Uber-Jek! ada tes bau keteknya gan! ini baru FE-NO-ME-NAL!
465. Fenomena Uber-Jek! ada tes bau keteknya gan! ini baru FE-NO-ME-NAL!

Ada juga reviewnya dari techinasia!

458. Apa yang Saya pelajari dari program internship Kudo!

Sejak bulan Juni 2015, Saya di percayai oleh CEO dan COO dari Kudo untuk memimpin program internship di Kudo. Program intern Kudo ini isinya adalah 10 mahasiswa yang akan mengisi posisi Android Developer, Php developer, copywritter dan marketing designer . FYI buat yang belum tahu, Saya adalah seorang UX designer. Jadi ngerti kan masalahnya?

Gimana caranya bikin program internship untuk para mahasiswa yang kerjanya bukan di bidang kamu? Pada tahun 2011 pun Saya internship juga sebagai 3D Artist di geppetto animation. Secara pengalaman Saya belum pernah me manage program intern. Apalagi di bidang yang bukan Saya lakukan!? orang pekerjaan intern Saya aja beda banget dengan kerjaan Saya sekarang.

Akhir September 2015, ke sepuluh intern pun menyelesaikan program internship dari Kudo. Berdasarkan feedback dari mereka:

7 dari 10 mengaku skill programming/design/copywritingnya berkembang pesat hingga 200%

8 dari 10 menjadi tertarik dengan startup serta belajar tentang project dan time management nya

8 dari 10 intern mengaku senang dan mendapatkan teman baru sesama intern

lebih dahsyatnya lagi,

10 dari 10 intern akan kembali ke Kudo lagi!

Kok bisa?

Tujuan Saya dalam menjalankan program intern ini adalah

“Menjadikan program intern Kudo yang terbaik se-Asia tenggara! “

Gileee ambisius banget ye?

untuk menjadi yang terbaik maka Saya harus cari referensi dan menemukan beberapa prinsip dibawah ini. Demi ekosistem internship di Indonesia yang lebih baik akan, saya bagikan apa yang saya pelajari dan lakukan selama program internship di Kudo. Berikut ini beberapa hal yang Saya pelajari:

Continue reading “458. Apa yang Saya pelajari dari program internship Kudo!”