490. Beralih ke Medium?

Beralih ke Medium?
Tampilan Medium dot com

Medium dot com adalah media untuk menulis layaknya WordPress namun, lebih ke kinian. Ibarat Facebook dengan Snapchat lah,ahahaha~

Medium sendiri sudah ada dari 4 tahun yang lalu, Saya juga sudah memiliki akun nya  ( buat ngambil domain duluan,hehhe) tapi, Medium Saya gak ada isinya.

Medium punya UX design yang jauh lebih baik, lebih sederhana dan lebih aktif komunitasnya di bandingkan wordpress. Sudah banyak teman-teman Saya dari yang biasanya menulis di wordpress atau pun gak pernah menulis mulai mempublikasikan ide-ide dan gagasannya di Medium. Medium juga sepertinya sumber mencari ilmu sih dan promosi juga.

Perusahaan-perusahaan seperti Uber, Facebook, Traveloka, Salestock, Go-jek mulai menulis berbagai artikel tentang desain di Mediumnya. Tim Desain merekalah yang mengisi konten disana dan secara aktif membalas komen-komen serta pertanyaan yang ada. Nah, kembali ke topik utama tulisan ini;

Perlu gak sih Saya menulis di Medium dan meninggalkan WordPress ini?

Sampai saat ini sih Saya belum menemukan alasan yang kuat mengapa harus pindah ke Medium yah? Mengurus dua media menulis juga pastinya memakan waktu dan tenaga juga. Kalau kalian sendiri kira-kira mengapa mulai menulis di Medium?

Advertisements

476.UX design: 5 Penyebab utama aplikasi Anda di Uninstall!

Tulisan Saya ini saya dedikasikan kepada Anda semua yang ingin mendapatkan pengguna loyal (active user) dan jumlah download yang terus bertambah seiring waktu.

Google Play (oktober 2015) memiliki jutaan aplikasi yang dapat membantu Anda sehari-hari tapi dari jutaan aplikasi disana berapa sih yang ada di HP Anda? Kata Google ternyata orang Indonesia biasanya memiliki 80 Aplikasi di dalam smartphone Androidnya.

Itulah yang mereka katakan pada saat acara google beberapa saat lalu di Indonesia. Dari jutaan hanya 80lah yang dianggap konsumen aplikasi yang mereka anggap layak berada di smartphone mereka. Kasar-kasarnya 1.000.000 vs 80!

Angka 80 itupun masih belum angka yang bersih. Dari 80 itu pastilah ada 12-20 aplikasi bawaan entah dari Google maupun dari pabrikan smartphone. Pengguna amerka malah di tambahin aplikasi dari provider teleponnya juga. Weleh-weleh~ Dari data diatas jelaslah sudah betapa sulitnya suatu aplikasi memiliki pengguna yang loyal bahkan, susah sekali mendapatkan pengguna yang mau mendownload dan mencoba aplikasi Anda. 1.000.000 vs 60!

Dari jumlah pendownload applikasi maka 40% pengguna akan menguninstallnya dalam 1 kali percobaan. Udah susah payah supaya di install, di uninstall dalam 1 x coba lagi! Googlepun menemukan 5 faktor utama kenapa aplikasi Anda di uninstall! Tak peduli betapa hebohnya aplikasi Anda seperti sosial media maupun layanan ojek online maupun sebuah game Indie yang baru rulis haruslah memperhatikan 5 hal ini. Cekidot!

Continue reading “476.UX design: 5 Penyebab utama aplikasi Anda di Uninstall!”

472.Mac dan desainer

Kita hidup di dunia yang tidak adil.

Dimana PC memiliki spesifikasi yang tinggi dan harga yang lebih murah dan Mac memiliki spesifikasi yang lebih rendah.

Namun, dengan harga lebih mahal. Jika dilihat dari kalimat ini sih, pastinya PC menang. Sayangnya komputer lebih dari sekedar spesifikasi dan harga. Belasan tahun Saya menggunakan PC ( sampe tau busuk-busuknya dan lika-likunya) dan hanya 4 tahun menggunakan Mac. Harus di akui bahwa Mac memiliki performa yang lebih baik dibandingkan PC.

macpro13vsspectre13t
Macbook Pro vs HP spectre. Ketika spesifikasi tidak menggambarkan performa komputer.

Seakan-akan semua software dibuat berjalan dengan optimal di Mac. Lebih jarang crash, lebih jarang nge-hang dan pokoknya lancar-lancar aja deh. Hal paling mencolok adalah saat bekerja di kantor Saya memakai laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Mendesain jauh lebih cepat di Mac. Padahal sama-sama pake Adobe.

Dulu Saya sempat bertanya;

“Kenapa sih para desainer lebih banyak yang pake Mac di bandingkan Windows atau PC?”

Saya kira jawabannya karena, buat gaya-gaya’an aja.

Ternyata jawabannya adalah software desain itu RASIS bro!

Banyak software desain yang bagus, enteng dan kece badai cuman, tersedia di MAC doank. Mac doank.

WTF MOMENT BGT

Inilah alasan utama mengapa Saya sekarang mendesain menggunakan Mac. Salah satunya adalah para desainer Facebook yang menggunakan ORIGAMI yang awalnya membutuhkan Quartz composser(ada di mac doank) dan sudah berubah menjadi ORIGAMI STUDIO yang tidak membutuhkan Quartz Composser namun, cuman bisa di pake di Mac.

//giphy.com/embed/Fjr6v88OPk7U4

Ekspresi mbak Jesika jones ketika tau, berita Origami Studio

#SaruaKenehAtuhJang!

Atau software animasi, yang bernama Principle yang bagus keren, enteng dan khusus Mac doank. Weleh-weleh~

P.S: Masih membahas perbandingan: laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Saya coba compile project di Android Studio kok lebih cepet di Mac yah di bandingkan windows? Bedanya bisa 3 menitan sendiri. Btw tulisan ini Saya tulis di PC.

462. 3 lapisan dalam UX design!

462. 3 lapisan dalam UX design!
462. 3 lapisan dalam UX design!

UX design mungkin sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi para developer maupun divisi sales+marketing. Mulai dikenalnya UX design sayangnya masih menyisakan mispersepsi akan UX design. Masih banyak orang yang menganggap UX design yang bagus itu adalah produk yang memiliki tampilan yang keren, kece, modern dan sangat sedap di lihat. Hal itu ada benarnya namun, UX design bukan sekedar tampilan indah semata.
UX design lebih dari sekedar tampilan yang indah karena, bagi Saya UX design itu memiliki 3 lapisan atau layer di dalamnya berikut ini penjelasannya:
Continue reading “462. 3 lapisan dalam UX design!”

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai?

451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Ini dia mesin tiket KAI dari desainnya aja udah ribet. Nih mesin pasti mahal sih.
451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai? Ini dia mesin tiket KAI dari desainnya aja udah ribet. Nih mesin pasti mahal sih.

Pada tahun 2015 ini tampaknya pemerintah banyak sekali melakukan perbaikan dibidang transportasi melalui IT. Solusi yang ditawarkanpun beragam dari mesin tiket kereta api otomatis hingga, bus PPD (feeder busway) yang menggunakan NFC dalam pembayarannya. NFC itu bahasa gampangnya kartu ditempel udah kebayar di sistemnya. Sayangnya, udah canggih gitu kok dikit yah masyarakat yang pakai?

Secara UX design saya menemukan beberapa faktor yang membuat produk IT daripemerintah jarang dipakai masyarakat. Hal ini bisa juga diterapkan pada bisnis Anda untuk mendapatkan lebih banyak pengguna loh! Berikut ini beberapa faktornya, cekidot!

Continue reading “451. UX design: kenapa program IT pemerintah jarang yang pakai?”

449. Mahalnya pelatihan UX design!

Mahalnya pelatihan UX design! Acara workshop lokal
Mahalnya pelatihan UX design! Acara workshop lokal

 

Apa yang terpikir di benak Anda saat melihat gambar di atas?

(jawab di kolom komentar)

Kalau di pikiran saya sih ” Astaga! Mahal banget yah?”

Saya gak tahu sih pasaran harga pelatihan UX design itu berapa tapi, yah menurut Saya itu mahal. Pelatihan UX design sendiri atau workshop biasanya diadakan 1 hari penuh atau 4 hari tapi dibagi-bagi menjadi 5 jam per hari. Asyiknya ikut pelatihan ini sih bisa ketemu banyak teman baru, praktek metode UX langsung, tanya jawab lebih memuaskan dan biasanya sih bisa kenalan dengan cewek cakep,hehe. Melihat harga training 4 Juta di Indonesia mahal maka Sayapun melihat yang diluar negeri. Kira-kira berapa yah?

Mahalnya pelatihan UX design! Acara workshop luar.
Mahalnya pelatihan UX design! Acara workshop luar.

WADUH! (sudah kuduga)

Darisini Saya sadar bahwasanya, ilmu itu mahal harganya. Mungkin harga yang mahal juga dipakai supaya peserta yang ikut serius dengan workshopnya. Pertanyaanya dari benak Saya adalah:

Apakah dengan harga yang mahal itu sebanding dengan apa yang pesertanya dapatkan?

Masih menjadi misteri.

Semoga kedepannya Saya bisa (dan mampu) ikut workshop-workshop UX dan bisa berbagi pengalaman kepada para pembaca setia kraukraukdi.wordpress.com. Kalau ada yang pernah ikutan silahkan komen yah 😉

439. UX design:Kutukan capctha!

439. UX design:Kutukan capctha!
439. UX design:Kutukan capctha!

Salah satu tugas UX designer adalah memberikan pengalaman yang nyaman dan cepat dalam produk untuk dinikmati pengguna (user). UX designer haruslah berfokus pada pengguna dan menemukan di bagian mana “pain point” pengguna saat menggunakan produk kita. Produk disini bisa aplikasi maupun website. Salah satu “pain point” dari produk adalah adanya Capctha saat memasuki aplikasi/web.

Capctha adalah penyebab utama pengguna batal atau malas untuk membuat akun pada web/aplikasi Anda. Capctha sendiri berguna untuk mendeteksi bahwa, pengguna yang mendaftar itu benar-benar manusia jadi, server web/aplikasi tidak akan dipenuhi oleh e-mail sampah atau akun palsu. Secara UX design, Capctha menjadi salah satu “Pain Point” dari produk kita karena:

  1. Susah di bacanya. Tulisan atau gambar yang ditampilkan suka abstrak.
  2. Kalau salah mengetik harus mengerjakan lagi dari awal. Tiada ampun kalau salah.
  3. Kemungkinan pengguna salah memasukan Capctha yang dimasuk besar. Hal ini membuat pengguna lama di menu yang ada Capcthanya.

Ketiga hal tersebut pastinya membuat pengguna stres. Masa belom liat dan masuk layanannya udah stres duluan? gak lucu kan? Satu-satunya solusi secara UX design adalah dengan menghilangkan Capctha.

Terus gimana donk, kalau ada bot atau spam di server?

Hal ini sebenanya bisa ditanggulangi dengan berbagai teknik. Slaah duanya adalah dengan mengecek bot dari user agent dan memfilter IP pengguna itu masuk spam bot atau bukan. Saya jamin, dengan tidak adanya Capctha pasti, pengguna baru yang membuat akun pasti bertambah banyak. AMIN!