482. Beberapa hal yang Saya pelajari dari dunia Startup 2016!

bootstrap-alley-jakarta
Beberapa hal yang Saya pelajari dari dunia Startup 2016! Dunia Startup IT itu keras bro!

Tahun 2017 tinggal hitungan beberapa jam lagi. Di penghujung tahun 2016 ini, Saya akan membahas beberapa hal yang Saya pelajari di tahun 2016 mengenai startup. Industri startup teknologi memang sangat dinamis dan penuh dengan hal tak terduga. Berikut ini beberapa hal yang Saya pelajari di tahun 2016:

1. Startup pada jualan pulsa

Perusahaan-perusahaan teknologi berbondong-bondong menjual pulsa secara online. Mau itu Bukalapak, Lazada, JD, Tokopedia, Go-Jek hingga, Traveloka mulai menawarkan pulsa ke konsumen. Bukah hanya pulsa, mereka juga menjual paket data. Bahkan startup yang fungsi utamanya adalah fintech yang meng gratiskan transfer bank, menjual pulsa dan paket data juga. Pulsa dan paket data memang komoditas yang menggiurkan karena, banyak orang yang membutuhkan. Kudo sendiri sudah menjual pulsa sejak agustus 2014. Boomingnya jualan pulsa memang sudah kami antisipasi,hehehe.

2. Cicilan dimana-mana

Di tahun 2016 ini, banyak startup membuat program cicilan. Iyak, cicilan yang dibuat sendiri ataupun bekerja sama dengan bank atau pihak ke tiga. Dengan adanya sistem cicilan ini maka, pembeli akan semakin percaya (karena kalau cicilan lebih berkekuatan hukum + ada pihak penjamin) dan barang-barang akan semakin terjangkau terutama barang elektronik. Masalahnya di Indonesia, masyarakat Indonesia kurag terbiasa dengan sistem cicilan dan lebih percaya dengan uang tunai. Program cicilan dengan potongan harga pun mulai menjamur dimana-mana. BTW bukan cuman barang elektronik deh, jualan mobil bekaspun ada cicilan 0%nya.

3. Winter is coming~

Artinya adalah banyaknya startup yang tutup karena, tidak mendapatkan pendanaan seri-A karena, investor lebih selektif dalam menggelontorkan uang. Startup pun harus cermat-cermat dan irit dalam mengeluarkan uang. Kondisi ekonomi dunia yang sedang lesu ini berdampak pada kondisi startup Indonesia. Hal kedua yang menyebabkan banyak startup tutup adalah bakar duit untuk promo gila-gila’an agar mendapatkan konsumen. Banyak startup yang terpaksa membakar duit untuk bertahan hidup dan yang duitnya habis duluan mau gak mau harus tutup.

Hal ini terbukti dari, pengalaman Saya di TechInAsia 2015 di Jakarta yang lalu. Dimana banyak startup di kanan-kiri Saya yang membuka stand sekarang perusahaannya sudah tiada. Startup-startup yang dimana sangat percaya diri dan bersemangat di pameran tersebut banyak yang sudah menghilang. Ada yang karena, kehabisan uang, ribut dengan investor dan bahkan pegawainya banyak di hijack startup lain.

Saran Saya sih, jangan cuman menghabiskan uang untuk promosi doank. Lebih baik habiskan uangnya untuk menjaga tim ( terutama developer ) supaya lebih bahagia dan bisa maju bersama. Selamat tahun baru 2017!

Advertisements