490. Beralih ke Medium?

Beralih ke Medium?
Tampilan Medium dot com

Medium dot com adalah media untuk menulis layaknya WordPress namun, lebih ke kinian. Ibarat Facebook dengan Snapchat lah,ahahaha~

Medium sendiri sudah ada dari 4 tahun yang lalu, Saya juga sudah memiliki akun nya  ( buat ngambil domain duluan,hehhe) tapi, Medium Saya gak ada isinya.

Medium punya UX design yang jauh lebih baik, lebih sederhana dan lebih aktif komunitasnya di bandingkan wordpress. Sudah banyak teman-teman Saya dari yang biasanya menulis di wordpress atau pun gak pernah menulis mulai mempublikasikan ide-ide dan gagasannya di Medium. Medium juga sepertinya sumber mencari ilmu sih dan promosi juga.

Perusahaan-perusahaan seperti Uber, Facebook, Traveloka, Salestock, Go-jek mulai menulis berbagai artikel tentang desain di Mediumnya. Tim Desain merekalah yang mengisi konten disana dan secara aktif membalas komen-komen serta pertanyaan yang ada. Nah, kembali ke topik utama tulisan ini;

Perlu gak sih Saya menulis di Medium dan meninggalkan WordPress ini?

Sampai saat ini sih Saya belum menemukan alasan yang kuat mengapa harus pindah ke Medium yah? Mengurus dua media menulis juga pastinya memakan waktu dan tenaga juga. Kalau kalian sendiri kira-kira mengapa mulai menulis di Medium?

Advertisements

114. Mau baca blog aja kok repot!?

Demi mendukung program “Arnold Rajin membaca” , Sayapun rajin sekali membaca blog. Waktu favorit saya untuk membaca adalah pada saat akhir pekan(seperti saat ini) .Blog tentang  kuliner, pribadi, bisnis dan terutama blog yang membawa konten lokal. Saya lihat, dewasa ini banyak teman-teman disekitar Saya mulai menulis Blog yang menarik sekali isinya. Blog saya sendiri menggunakan WordPress sehingga untuk membaca blog yang saya follow dari HP saya harus menggunakan Applikasi WordPress (WP apps) .
Continue reading “114. Mau baca blog aja kok repot!?”