KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life


2 Comments

484.Beli E-Book Reader apa enggak yah?

kobo-aura-one-5

Di tengah teriknya matahari layar e-ink masih kebaca, ajaib~

Postingan ini Saya dedikasikan kepada orang-orang yang bingung mau beli e-book reader atau enggak. E-book reader adalah perangkat dengan teknologi layar electronic ink atau e-ink. Tampilannya item putih kayak kalkulator. Bagusnya adalah e-ink ini tampilannya tidak silau dimata, bisa di baca di bawah sinar matahari (gak kayak LCD) dan kedua hal ini menghasilkan mata Anda tidak cepat capek dalam membaca.

Apa gak mendingan pake tablet aja yang berwarna?

Tablet itu baik layar LCD dan LED sama-sama gak kebaca di tengah teriknya matahari. Layar menghasilkan cahaya yang membuat mata kita jadi lebih cepat capek. Saking capeknya bikin pusing. Kalau di tablet juga biasanya banyak gangguan selama membaca. Ada notif ini itu lah. Batere tabletpun paling lama 3 hari lah. E-book reader baterenya 2 mingguan,ahahaha #MONSTERKILL

E-Book reader adalah satu perangkat sederhana yang benar-benar memuaskan dan bagus untuk melakukan satu hal yakni membaca buku. Kalau gak percaya coba aja pinjam e-book reader punya teman dan coba baca beberapa menit/jam dengan perangkat itu. Ajaib sih alat ini dan benar-benar sebanding banget dengan harganya.

Hal inilah yang membuat Saya membeli E-book reader.

Jadi, harus beli e-book reader apa enggak yah?

Jawabannya Iya!

Iya, kalau kalian mau lebih rajin membaca. Capek juga kan bawa-bawa buku sampe numpuk kayak background foto wisudaan? heheheā€¦

amazon_kindle_review03

Kindle 2016 nih, bukan paperwhite. Mirip-mirip lah…

Rekomendasi Saya sih beli Kindle Paperwhite. Harganya antara 1,8 – 2,1 juta lah. Terus jangan di pasangin anti gores yah! Punya saya di pasangin anti gores jadi lebih kinclong gitu layarnya. Harusnya kan layarnya ga kinclong alias ga memantulkan cahaya. Kesalahan pemula nih.


1 Comment

476.UX design: 5 Penyebab utama aplikasi Anda di Uninstall!

Tulisan Saya ini saya dedikasikan kepada Anda semua yang ingin mendapatkan pengguna loyal (active user) dan jumlah download yang terus bertambah seiring waktu.

Google Play (oktober 2015) memiliki jutaan aplikasi yang dapat membantu Anda sehari-hari tapi dari jutaan aplikasi disana berapa sih yang ada di HP Anda? Kata Google ternyata orang Indonesia biasanya memiliki 80 Aplikasi di dalam smartphone Androidnya.

Itulah yang mereka katakan pada saat acara google beberapa saat lalu di Indonesia. Dari jutaan hanya 80lah yang dianggap konsumen aplikasi yang mereka anggap layak berada di smartphone mereka. Kasar-kasarnya 1.000.000 vs 80!

Angka 80 itupun masih belum angka yang bersih. Dari 80 itu pastilah ada 12-20 aplikasi bawaan entah dari Google maupun dari pabrikan smartphone. Pengguna amerka malah di tambahin aplikasi dari provider teleponnya juga. Weleh-weleh~ Dari data diatas jelaslah sudah betapa sulitnya suatu aplikasi memiliki pengguna yang loyal bahkan, susah sekali mendapatkan pengguna yang mau mendownload dan mencoba aplikasi Anda. 1.000.000 vs 60!

Dari jumlah pendownload applikasi maka 40% pengguna akan menguninstallnya dalam 1 kali percobaan. Udah susah payah supaya di install, di uninstall dalam 1 x coba lagi! Googlepun menemukan 5 faktor utama kenapa aplikasi Anda di uninstall! Tak peduli betapa hebohnya aplikasi Anda seperti sosial media maupun layanan ojek online maupun sebuah game Indie yang baru rulis haruslah memperhatikan 5 hal ini. Cekidot!

Continue reading


Leave a comment

472.Mac dan desainer

Kita hidup di dunia yang tidak adil.

Dimana PC memiliki spesifikasi yang tinggi dan harga yang lebih murah dan Mac memiliki spesifikasi yang lebih rendah.

Namun, dengan harga lebih mahal. Jika dilihat dari kalimat ini sih, pastinya PC menang. Sayangnya komputer lebih dari sekedar spesifikasi dan harga. Belasan tahun Saya menggunakan PC ( sampe tau busuk-busuknya dan lika-likunya) dan hanya 4 tahun menggunakan Mac. Harus di akui bahwa Mac memiliki performa yang lebih baik dibandingkan PC.

macpro13vsspectre13t

Macbook Pro vs HP spectre. Ketika spesifikasi tidak menggambarkan performa komputer.

Seakan-akan semua software dibuat berjalan dengan optimal di Mac. Lebih jarang crash, lebih jarang nge-hang dan pokoknya lancar-lancar aja deh. Hal paling mencolok adalah saat bekerja di kantor Saya memakai laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Mendesain jauh lebih cepat di Mac. Padahal sama-sama pake Adobe.

Dulu Saya sempat bertanya;

“Kenapa sih para desainer lebih banyak yang pake Mac di bandingkan Windows atau PC?”

Saya kira jawabannya karena, buat gaya-gaya’an aja.

Ternyata jawabannya adalah software desain itu RASIS bro!

Banyak software desain yang bagus, enteng dan kece badai cuman, tersedia di MAC doank. Mac doank.

WTF MOMENT BGT

Inilah alasan utama mengapa Saya sekarang mendesain menggunakan Mac. Salah satunya adalah para desainer Facebook yang menggunakan ORIGAMI yang awalnya membutuhkan Quartz composser(ada di mac doank) dan sudah berubah menjadi ORIGAMI STUDIO yang tidak membutuhkan Quartz Composser namun, cuman bisa di pake di Mac.

//giphy.com/embed/Fjr6v88OPk7U4

Ekspresi mbak Jesika jones ketika tau, berita Origami Studio

#SaruaKenehAtuhJang!

Atau software animasi, yang bernama Principle yang bagus keren, enteng dan khusus Mac doank. Weleh-weleh~

P.S: Masih membahas perbandingan: laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Saya coba compile project di Android Studio kok lebih cepet di Mac yah di bandingkan windows? Bedanya bisa 3 menitan sendiri. Btw tulisan ini Saya tulis di PC.


Leave a comment

471. UX design: buat pengguna tegila-gila dengan aplikasi Anda!

Aplikasi yang sukses adalah aplikasi yang user-retention alias penggunanya balik-balik terus buka aplikasi itu. Sampai-sampai kecanduan. Kalau bisa setiap 10 menit sekali mengecek aplikasi itu. Setelah membaca buku Hooked dari Nir Eyal dan mempelajari contoh-contoh aplikasi yang adiktif Saya menemukan beberapa pelajaran yakni;

Continue reading


Leave a comment

468. Pentingnya menejemen proyek dan tugas!

Bulan Desember sudah hampir berakhir. Sedih rasanya melihat statistik dari blog Saya. Postingan di bulan November yang lalu benar-benar sedikit sekali. Mungkin alasannya sih sangat amat meramat klise sekali yakni SIBUK. Selama awal November hingga pertengahan bulan Desember ini, Saya memang di sibukan dengan pekerjaan yang sudah membanjiri otak, jiwa dan sanubari Saya. Weleh-weleh~

Kok bisa-bisanya yah hal ini terjadi?

Setelah Saya amati selama beberapa waktu. Saya melihat bahwasanya, hal ini bisa terjadi karena memang bobot kerjaan yang besar, kuantitas yang buanyaaak . Kedua hal pertama sih sepertinya merupakan produk dari manajemen proyek yang buruk.

Kok bisa-bisanya mengambil kesimpulan seperti itu?

Logikanya sih yah, Kalau manajemen proyeknya baik maka semuanya akan berjalan seperti seharusnya dan adem ayem. Gak bakal membuat orang yang mengerjakan sampai kehilangan waktu untuk kehidupan pribadinya. Termasuk kehilangan waktu untuk dua aktivitas favorit Saya yaitu olah raga lari dan menulis blog.

Sampai tulisan ini ditulispun Saya belum menemukan solusi yang paling jitu untuk menejemen proyek yang lebih baik. Walhasil yah harus jalanin aja deh keadaan seperti ini. Memang semuanya itu perlu belajar dan semoga dari pengalaman seperti ini bisa banyak belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.


Leave a comment

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015!

466. Perebutan talenta di Geekcamp 2015!

466. Perebutan talenta di Geekcamp 2015!

Geekcamp 2015 adalah acara seminar konferens pertama di Indonesia yang isinya itu mayoritas para spesialis. Spesialis disini maksudnya adalah para programer , desainer dan para network engineer. Jarang deh ketemu orang bisnis atau wartawan di acara ini. Topik-topik yang dibawakanpun kebanyakan merupakan hal teknis. Selama saya disana, Saya belum menemukan pembicara yang membawakan topik yang isinya inspirasi-inspirasi dan janji surga dunia Startup. Jenis pembicara yang promosi startupnya pun tidak Saya temui.

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! panggung geek camp. Gede yah?

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! panggung geek camp. Gede yah?

Hal yang dibahaspun sungguh-sungguh teknis dan teoritis. Bingung juga kalau ikutan sesi yang isinya tidak Saya mengerti. Salah satu keunikan Geekcamp ini adalah sesinya yang paralel. Tiap 20 menit Sekali ada saja penonton yang berpindah-pindah ruangan. Saya melihat ada pembicara yang sempat tertegun atau kaget karena saat dia baru mau bicara 3/4 ruangan pergi ke ruangan lain. Benar-benar harus kuat mental banget.

Di Geekcamp kemarin juga Saya sadar bahwasanya, kemajuan dunia startup di Indonesia tidak di ikuti dengan kemajuan pendidikan di Indonesia. Ternyata susah sekali menemukan spesialis-spesialis seperti Java developer, Php developer bahkan, UX designer! Kalau dari perbincangan Saya dengan beberapa orang pihak yang mengunjungi stand Kudo sih mereka bilang.

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! stand kudo di geek camp. Banyak yang bahagia setelah ke stand ini, cieeee

466.Perebutan talenta di Geekcamp 2015! stand kudo di geek camp. Banyak yang bahagia setelah ke stand ini, cieeee

Pengunjung Programmer (PP): “Kebanyakan temen-temen informatikanya berpindah jalur. Pada bosen ngoding akhirnya kerja jadi, Business development, pegawai Bank, Sales dan bahkan jadi HRD. Katanya sih gajinya lebih menjanjikan daripada jadi programmer”.

Saya: ” lah, terus kenapa lo tetep jadi programmer?”

PP: “Passion sih…kayaknya susah deh jadi programmer kalau emang gak punya passion kesana. Toh, makin langka programmer harusnya makin naik donk gajinya?”

Saya : ” Bacusa aja langka tapi, kaga di gaji,hehehe”

PP: ” Bacusa apa’an bro?”

Saya: “Mirip-mirip Selenium lah… (ngaco banget)”

Dari perbincangan yang makin ngawur diatas, dapat dipelajari bahwa pekerjaan spesialis seperti programmer semakin langka. Semakin langka maka otomatis akan semakin diburu. Di buru oleh para headhunter dan HRD perusahaan-perusahaan startup. Semoga hal ini semakin memacu para pembaca untuk menjadi programmer. Sehingga kalau ada produk startup yang rusak tidak perlu capek-capek memanggil programmer dari negeri Bollywood. Amin~


Leave a comment

462. 3 lapisan dalam UX design!

462. 3 lapisan dalam UX design!

462. 3 lapisan dalam UX design!

UX design mungkin sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi para developer maupun divisi sales+marketing. Mulai dikenalnya UX design sayangnya masih menyisakan mispersepsi akan UX design. Masih banyak orang yang menganggap UX design yang bagus itu adalah produk yang memiliki tampilan yang keren, kece, modern dan sangat sedap di lihat. Hal itu ada benarnya namun, UX design bukan sekedar tampilan indah semata.
UX design lebih dari sekedar tampilan yang indah karena, bagi Saya UX design itu memiliki 3 lapisan atau layer di dalamnya berikut ini penjelasannya:
Continue reading