KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life


Leave a comment

490. Beralih ke Medium?

Beralih ke Medium?

Tampilan Medium dot com

Medium dot com adalah media untuk menulis layaknya WordPress namun, lebih ke kinian. Ibarat Facebook dengan Snapchat lah,ahahaha~

Medium sendiri sudah ada dari 4 tahun yang lalu, Saya juga sudah memiliki akun nya  ( buat ngambil domain duluan,hehhe) tapi, Medium Saya gak ada isinya.

Medium punya UX design yang jauh lebih baik, lebih sederhana dan lebih aktif komunitasnya di bandingkan wordpress. Sudah banyak teman-teman Saya dari yang biasanya menulis di wordpress atau pun gak pernah menulis mulai mempublikasikan ide-ide dan gagasannya di Medium. Medium juga sepertinya sumber mencari ilmu sih dan promosi juga.

Perusahaan-perusahaan seperti Uber, Facebook, Traveloka, Salestock, Go-jek mulai menulis berbagai artikel tentang desain di Mediumnya. Tim Desain merekalah yang mengisi konten disana dan secara aktif membalas komen-komen serta pertanyaan yang ada. Nah, kembali ke topik utama tulisan ini;

Perlu gak sih Saya menulis di Medium dan meninggalkan WordPress ini?

Sampai saat ini sih Saya belum menemukan alasan yang kuat mengapa harus pindah ke Medium yah? Mengurus dua media menulis juga pastinya memakan waktu dan tenaga juga. Kalau kalian sendiri kira-kira mengapa mulai menulis di Medium?


Leave a comment

487. UX design: 3 Alasan utama pengguna ‘share’ konten

Di suatu siang yang terik, Saya berada di Hotel Kuningan dan mendengarkan presentasi dari perwakilan Facebook. Facebook yang sudah canggih ini ternyata menemukan 3 alasan utama orang membagikan konten ke Facebook. Hal ini juga bisa di tiru aplikasi Anda. Yang perlu dilakukan adalah mendorong 3 alasan ini di dalam aplikasi.

  1. Pengguna ‘share’ karena ingin mengekspresikan diri:
    Seperti postingan Saya sebelumnya; bagaimanapun manusia ingin diakui eksistensinya. Cara terbaik untuk diakui adalah mengekspresikan diri. Contohnya”Gue tuh gini loh! suka main gitar, suka musik Emo, dan suka koding. Pendukung pasangan no.88″. Baik itu tentang hal yang pengguna sukai atau tidak. Baik itu konten yang membuat senang, prihatin atau benci, akan mereka bagikan untuk mengekspresikan respon diri mereka terhadap konten tersebut.
  2. Pengguna ‘share’ karena ingin menjaga hubungan:
    Rasa nostalgia adalah hal yang dimanfaatkan Facebook agar pengguna kembali ke facebook dan membagikan kenangan tersebut ke teman-temannya. Adanya foto-foto kenangan menjadi alasan pengguna untuk menghubungi teman lamanya kembali. kalau ga ada foto bingung juga mau ngomongin apa?hehehe,Menjaga hubungan ini bisa juga dengan cara sesederhana chatting antar teman.
  3. Pengguna ‘share’ karena ingin membantu orang lain:
    Membantu orang lain memberikan kepuasan tersendiri bagi pengguna. Bisa berguna bagi ornag lain adalah salah satu tingkat tertinggi dimana manusia di akui eksistensinya. Banyak pengguna facebook membagikan berita, barang dagangan di toko online, video, dan berbagai hal lainnya karena ingin membantu orang lain.

    Misalnya si A lagi bingung beli rumah. Si A memberi tahu si B. Kebetulan saat si B lagi main internet dia melihat ada rumah mura di bekasi. Di B pun terdorong untuk membagikan konten tersebut ke sosial media yang ditujukan kepada si A. Beda halnya apabila si B mencari rumah untuk dirinya sendiri maka, dia tidak akan membagikannya ke sosial media.

Nah, itulah 3 alasan utama kenapa pengguna membagikan konten ke aplikasi Anda. Apabila ke tiga hal ini di manfaat kan secara benar maka hasil yang didapat adalah pengguna yang aktif untuk produk Anda. Selamat mencoba!


2 Comments

484.Beli E-Book Reader apa enggak yah?

kobo-aura-one-5

Di tengah teriknya matahari layar e-ink masih kebaca, ajaib~

Postingan ini Saya dedikasikan kepada orang-orang yang bingung mau beli e-book reader atau enggak. E-book reader adalah perangkat dengan teknologi layar electronic ink atau e-ink. Tampilannya item putih kayak kalkulator. Bagusnya adalah e-ink ini tampilannya tidak silau dimata, bisa di baca di bawah sinar matahari (gak kayak LCD) dan kedua hal ini menghasilkan mata Anda tidak cepat capek dalam membaca.

Apa gak mendingan pake tablet aja yang berwarna?

Tablet itu baik layar LCD dan LED sama-sama gak kebaca di tengah teriknya matahari. Layar menghasilkan cahaya yang membuat mata kita jadi lebih cepat capek. Saking capeknya bikin pusing. Kalau di tablet juga biasanya banyak gangguan selama membaca. Ada notif ini itu lah. Batere tabletpun paling lama 3 hari lah. E-book reader baterenya 2 mingguan,ahahaha #MONSTERKILL

E-Book reader adalah satu perangkat sederhana yang benar-benar memuaskan dan bagus untuk melakukan satu hal yakni membaca buku. Kalau gak percaya coba aja pinjam e-book reader punya teman dan coba baca beberapa menit/jam dengan perangkat itu. Ajaib sih alat ini dan benar-benar sebanding banget dengan harganya.

Hal inilah yang membuat Saya membeli E-book reader.

Jadi, harus beli e-book reader apa enggak yah?

Jawabannya Iya!

Iya, kalau kalian mau lebih rajin membaca. Capek juga kan bawa-bawa buku sampe numpuk kayak background foto wisudaan? hehehe…

amazon_kindle_review03

Kindle 2016 nih, bukan paperwhite. Mirip-mirip lah…

Rekomendasi Saya sih beli Kindle Paperwhite. Harganya antara 1,8 – 2,1 juta lah. Terus jangan di pasangin anti gores yah! Punya saya di pasangin anti gores jadi lebih kinclong gitu layarnya. Harusnya kan layarnya ga kinclong alias ga memantulkan cahaya. Kesalahan pemula nih.


1 Comment

476.UX design: 5 Penyebab utama aplikasi Anda di Uninstall!

Tulisan Saya ini saya dedikasikan kepada Anda semua yang ingin mendapatkan pengguna loyal (active user) dan jumlah download yang terus bertambah seiring waktu.

Google Play (oktober 2015) memiliki jutaan aplikasi yang dapat membantu Anda sehari-hari tapi dari jutaan aplikasi disana berapa sih yang ada di HP Anda? Kata Google ternyata orang Indonesia biasanya memiliki 80 Aplikasi di dalam smartphone Androidnya.

Itulah yang mereka katakan pada saat acara google beberapa saat lalu di Indonesia. Dari jutaan hanya 80lah yang dianggap konsumen aplikasi yang mereka anggap layak berada di smartphone mereka. Kasar-kasarnya 1.000.000 vs 80!

Angka 80 itupun masih belum angka yang bersih. Dari 80 itu pastilah ada 12-20 aplikasi bawaan entah dari Google maupun dari pabrikan smartphone. Pengguna amerka malah di tambahin aplikasi dari provider teleponnya juga. Weleh-weleh~ Dari data diatas jelaslah sudah betapa sulitnya suatu aplikasi memiliki pengguna yang loyal bahkan, susah sekali mendapatkan pengguna yang mau mendownload dan mencoba aplikasi Anda. 1.000.000 vs 60!

Dari jumlah pendownload applikasi maka 40% pengguna akan menguninstallnya dalam 1 kali percobaan. Udah susah payah supaya di install, di uninstall dalam 1 x coba lagi! Googlepun menemukan 5 faktor utama kenapa aplikasi Anda di uninstall! Tak peduli betapa hebohnya aplikasi Anda seperti sosial media maupun layanan ojek online maupun sebuah game Indie yang baru rulis haruslah memperhatikan 5 hal ini. Cekidot!

Continue reading


Leave a comment

472.Mac dan desainer

Kita hidup di dunia yang tidak adil.

Dimana PC memiliki spesifikasi yang tinggi dan harga yang lebih murah dan Mac memiliki spesifikasi yang lebih rendah.

Namun, dengan harga lebih mahal. Jika dilihat dari kalimat ini sih, pastinya PC menang. Sayangnya komputer lebih dari sekedar spesifikasi dan harga. Belasan tahun Saya menggunakan PC ( sampe tau busuk-busuknya dan lika-likunya) dan hanya 4 tahun menggunakan Mac. Harus di akui bahwa Mac memiliki performa yang lebih baik dibandingkan PC.

macpro13vsspectre13t

Macbook Pro vs HP spectre. Ketika spesifikasi tidak menggambarkan performa komputer.

Seakan-akan semua software dibuat berjalan dengan optimal di Mac. Lebih jarang crash, lebih jarang nge-hang dan pokoknya lancar-lancar aja deh. Hal paling mencolok adalah saat bekerja di kantor Saya memakai laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Mendesain jauh lebih cepat di Mac. Padahal sama-sama pake Adobe.

Dulu Saya sempat bertanya;

“Kenapa sih para desainer lebih banyak yang pake Mac di bandingkan Windows atau PC?”

Saya kira jawabannya karena, buat gaya-gaya’an aja.

Ternyata jawabannya adalah software desain itu RASIS bro!

Banyak software desain yang bagus, enteng dan kece badai cuman, tersedia di MAC doank. Mac doank.

WTF MOMENT BGT

Inilah alasan utama mengapa Saya sekarang mendesain menggunakan Mac. Salah satunya adalah para desainer Facebook yang menggunakan ORIGAMI yang awalnya membutuhkan Quartz composser(ada di mac doank) dan sudah berubah menjadi ORIGAMI STUDIO yang tidak membutuhkan Quartz Composser namun, cuman bisa di pake di Mac.

//giphy.com/embed/Fjr6v88OPk7U4

Ekspresi mbak Jesika jones ketika tau, berita Origami Studio

#SaruaKenehAtuhJang!

Atau software animasi, yang bernama Principle yang bagus keren, enteng dan khusus Mac doank. Weleh-weleh~

P.S: Masih membahas perbandingan: laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Saya coba compile project di Android Studio kok lebih cepet di Mac yah di bandingkan windows? Bedanya bisa 3 menitan sendiri. Btw tulisan ini Saya tulis di PC.


Leave a comment

471. UX design: buat pengguna tegila-gila dengan aplikasi Anda!

Aplikasi yang sukses adalah aplikasi yang user-retention alias penggunanya balik-balik terus buka aplikasi itu. Sampai-sampai kecanduan. Kalau bisa setiap 10 menit sekali mengecek aplikasi itu. Setelah membaca buku Hooked dari Nir Eyal dan mempelajari contoh-contoh aplikasi yang adiktif Saya menemukan beberapa pelajaran yakni;

Continue reading


Leave a comment

468. Pentingnya menejemen proyek dan tugas!

Bulan Desember sudah hampir berakhir. Sedih rasanya melihat statistik dari blog Saya. Postingan di bulan November yang lalu benar-benar sedikit sekali. Mungkin alasannya sih sangat amat meramat klise sekali yakni SIBUK. Selama awal November hingga pertengahan bulan Desember ini, Saya memang di sibukan dengan pekerjaan yang sudah membanjiri otak, jiwa dan sanubari Saya. Weleh-weleh~

Kok bisa-bisanya yah hal ini terjadi?

Setelah Saya amati selama beberapa waktu. Saya melihat bahwasanya, hal ini bisa terjadi karena memang bobot kerjaan yang besar, kuantitas yang buanyaaak . Kedua hal pertama sih sepertinya merupakan produk dari manajemen proyek yang buruk.

Kok bisa-bisanya mengambil kesimpulan seperti itu?

Logikanya sih yah, Kalau manajemen proyeknya baik maka semuanya akan berjalan seperti seharusnya dan adem ayem. Gak bakal membuat orang yang mengerjakan sampai kehilangan waktu untuk kehidupan pribadinya. Termasuk kehilangan waktu untuk dua aktivitas favorit Saya yaitu olah raga lari dan menulis blog.

Sampai tulisan ini ditulispun Saya belum menemukan solusi yang paling jitu untuk menejemen proyek yang lebih baik. Walhasil yah harus jalanin aja deh keadaan seperti ini. Memang semuanya itu perlu belajar dan semoga dari pengalaman seperti ini bisa banyak belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.