KRAUKRAUKDI

Design, Technology, Art and Love for better Life


Leave a comment

492. Belajar Objective C supaya makin objektif,ceileeeh~

38917_26d7_7

Belajar koding itu mudah? Enggak juga sih~

Di tahun 2017 ini, Saya ingin sekali bisa paham tentang iOS dan cara kerjanya. Hal ini Saya maksudkan supaya bisa mengerti bagaimana sih karakteristik dari platform iOS sebelum mendesain.  Hal ini lah yang membuat Saya ingin belajar Objective C yakni bahasa pemrograman iOS sebelum Swift.

Tadinya Saya mau belajar pakai Swift aja langsung namun, kata kawan-kawan programer Saya sih, masih perlu belajar Objective C. Soalnya ada beberapa komponen di iOX atau kalau mau ngotak-ngatik harus pakai objective C. Mumpung ada Mac (punya kantor) dan ada yang ngajarin jadi kenapa enggak?

Desainer butuh belajar pemrograman sih, supaya nanti bisa komunikasi dengan lebih baik dengan programmer( minimal ngerti gambaran besarnya lah), Bisa bantuin ngelayout juga, dan tentunya bisa langsung bikin prototype walopun kodingannya amburadul. Minimal kan prototypenya ada dan tim ngerti cara kerjanya ngertilah,hehehe.

Soalnya kalau pakai prototyping tool (kayak Marvel dan Invision )menurut pengalaman Saya, giliran user di suruh ngetik mereka banyak bingung sih. Misalnya di suruh ngetik form alamat. Eh, tau-tau udah ke isi. Banyak user bingung sih, padahal udah di jelasin ini Prototype,hehehe.

Harapannya sih setelah belajar objective C ini bisa makin khatam lah dengan iOS dan kalau mendesain ngerti gitu gimana cara bikinnya.  Walopun Objective C itu rebek dan buat bikin 1 fungsi aja musti ngetik panjang tapi, saya yakin kalau niatnya + usahanya kuat pasti bisa! Semangat!

Bagi yang mau belajar juga silahkan Klik link ini yah. (harus daftar dulu)


Leave a comment

490. Beralih ke Medium?

Beralih ke Medium?

Tampilan Medium dot com

Medium dot com adalah media untuk menulis layaknya WordPress namun, lebih ke kinian. Ibarat Facebook dengan Snapchat lah,ahahaha~

Medium sendiri sudah ada dari 4 tahun yang lalu, Saya juga sudah memiliki akun nya  ( buat ngambil domain duluan,hehhe) tapi, Medium Saya gak ada isinya.

Medium punya UX design yang jauh lebih baik, lebih sederhana dan lebih aktif komunitasnya di bandingkan wordpress. Sudah banyak teman-teman Saya dari yang biasanya menulis di wordpress atau pun gak pernah menulis mulai mempublikasikan ide-ide dan gagasannya di Medium. Medium juga sepertinya sumber mencari ilmu sih dan promosi juga.

Perusahaan-perusahaan seperti Uber, Facebook, Traveloka, Salestock, Go-jek mulai menulis berbagai artikel tentang desain di Mediumnya. Tim Desain merekalah yang mengisi konten disana dan secara aktif membalas komen-komen serta pertanyaan yang ada. Nah, kembali ke topik utama tulisan ini;

Perlu gak sih Saya menulis di Medium dan meninggalkan WordPress ini?

Sampai saat ini sih Saya belum menemukan alasan yang kuat mengapa harus pindah ke Medium yah? Mengurus dua media menulis juga pastinya memakan waktu dan tenaga juga. Kalau kalian sendiri kira-kira mengapa mulai menulis di Medium?


2 Comments

484.Beli E-Book Reader apa enggak yah?

kobo-aura-one-5

Di tengah teriknya matahari layar e-ink masih kebaca, ajaib~

Postingan ini Saya dedikasikan kepada orang-orang yang bingung mau beli e-book reader atau enggak. E-book reader adalah perangkat dengan teknologi layar electronic ink atau e-ink. Tampilannya item putih kayak kalkulator. Bagusnya adalah e-ink ini tampilannya tidak silau dimata, bisa di baca di bawah sinar matahari (gak kayak LCD) dan kedua hal ini menghasilkan mata Anda tidak cepat capek dalam membaca.

Apa gak mendingan pake tablet aja yang berwarna?

Tablet itu baik layar LCD dan LED sama-sama gak kebaca di tengah teriknya matahari. Layar menghasilkan cahaya yang membuat mata kita jadi lebih cepat capek. Saking capeknya bikin pusing. Kalau di tablet juga biasanya banyak gangguan selama membaca. Ada notif ini itu lah. Batere tabletpun paling lama 3 hari lah. E-book reader baterenya 2 mingguan,ahahaha #MONSTERKILL

E-Book reader adalah satu perangkat sederhana yang benar-benar memuaskan dan bagus untuk melakukan satu hal yakni membaca buku. Kalau gak percaya coba aja pinjam e-book reader punya teman dan coba baca beberapa menit/jam dengan perangkat itu. Ajaib sih alat ini dan benar-benar sebanding banget dengan harganya.

Hal inilah yang membuat Saya membeli E-book reader.

Jadi, harus beli e-book reader apa enggak yah?

Jawabannya Iya!

Iya, kalau kalian mau lebih rajin membaca. Capek juga kan bawa-bawa buku sampe numpuk kayak background foto wisudaan? hehehe…

amazon_kindle_review03

Kindle 2016 nih, bukan paperwhite. Mirip-mirip lah…

Rekomendasi Saya sih beli Kindle Paperwhite. Harganya antara 1,8 – 2,1 juta lah. Terus jangan di pasangin anti gores yah! Punya saya di pasangin anti gores jadi lebih kinclong gitu layarnya. Harusnya kan layarnya ga kinclong alias ga memantulkan cahaya. Kesalahan pemula nih.


Leave a comment

479. FSociety!

mrrobot_s2_cast_carly-chaikin

Darlene salah satu karakter penting di Mr.Robot yang notabene adalah Angelina Jolie KW,hehehe. Darlene adalah pemimpin Fsociety.

Beberapa hari kebelakang ini, Saya rajin sekali menonton serial Amerika melalui layanan streaming yang bernama iflix.
Iya, iflix bukan Netflix.

Serial yang Saya tonton adalah serial buatan USANetwork yang warna dan poster-posternya mirip dengan gaya Netflix. Serial ini berjudul Mr.Robot.

Mr.Robot merupakan sebuah serial yang gelap dan kelam mengenai peperangan antara hacker dan perusahaan besar. Perusahaan besar di serial ini bernama Ecorp alias Evil Corp. Dalam dunia Mr.Robot ini merupakan dunia nyata yang di dalamnya ditambahkan perusahaan Ecorp ini. Semua lokasi, presiden dan bahkan perusahaan IT+produk-produknya ada di dunia nyata.
Mr.Robot merupakan serial yang cocok di tonton oleh orang yang suka IT dan terutama suka dengan film “Fight Club”. Iya, film fight club yang dibintangi Edward Norton dan Brad Pitt. Bahkan, OST Fight Club yang “Where is my mind” di mainkan juga di dalam serial ini. Bagi yang penasaran silahkan nonton aja episode awal Mr.Robot.

mr-robot-cast

Para pemeran Mr.Robot

Harus Saya akui, episode perdana Mr.Robot itu benar-benar bagus. Menegangkan, penuh intrik tapi, bisa dibawakan dalam waktu satu jam. Ibarat kata Click bait nya untuk menonton serial ini sampai habis. Seperti Breaking Bad yang suka memberikan petunjuk di awal acara hal, ini pun dilakukan Mr.Robot dalam mengemas episode-episodenya. Makanya serial ini ramai di perbincangkan karena, banyak pentunjuk-petunjuk yang di ulang-ulang dan sering kita lewatkan tau-tau itu petunjuk episode selanjutnya.

Selamat menonton~

P.S: OSTnya keren2 loh serial ini…


Leave a comment

472.Mac dan desainer

Kita hidup di dunia yang tidak adil.

Dimana PC memiliki spesifikasi yang tinggi dan harga yang lebih murah dan Mac memiliki spesifikasi yang lebih rendah.

Namun, dengan harga lebih mahal. Jika dilihat dari kalimat ini sih, pastinya PC menang. Sayangnya komputer lebih dari sekedar spesifikasi dan harga. Belasan tahun Saya menggunakan PC ( sampe tau busuk-busuknya dan lika-likunya) dan hanya 4 tahun menggunakan Mac. Harus di akui bahwa Mac memiliki performa yang lebih baik dibandingkan PC.

macpro13vsspectre13t

Macbook Pro vs HP spectre. Ketika spesifikasi tidak menggambarkan performa komputer.

Seakan-akan semua software dibuat berjalan dengan optimal di Mac. Lebih jarang crash, lebih jarang nge-hang dan pokoknya lancar-lancar aja deh. Hal paling mencolok adalah saat bekerja di kantor Saya memakai laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Mendesain jauh lebih cepat di Mac. Padahal sama-sama pake Adobe.

Dulu Saya sempat bertanya;

“Kenapa sih para desainer lebih banyak yang pake Mac di bandingkan Windows atau PC?”

Saya kira jawabannya karena, buat gaya-gaya’an aja.

Ternyata jawabannya adalah software desain itu RASIS bro!

Banyak software desain yang bagus, enteng dan kece badai cuman, tersedia di MAC doank. Mac doank.

WTF MOMENT BGT

Inilah alasan utama mengapa Saya sekarang mendesain menggunakan Mac. Salah satunya adalah para desainer Facebook yang menggunakan ORIGAMI yang awalnya membutuhkan Quartz composser(ada di mac doank) dan sudah berubah menjadi ORIGAMI STUDIO yang tidak membutuhkan Quartz Composser namun, cuman bisa di pake di Mac.

//giphy.com/embed/Fjr6v88OPk7U4

Ekspresi mbak Jesika jones ketika tau, berita Origami Studio

#SaruaKenehAtuhJang!

Atau software animasi, yang bernama Principle yang bagus keren, enteng dan khusus Mac doank. Weleh-weleh~

P.S: Masih membahas perbandingan: laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Saya coba compile project di Android Studio kok lebih cepet di Mac yah di bandingkan windows? Bedanya bisa 3 menitan sendiri. Btw tulisan ini Saya tulis di PC.


2 Comments

077. 7 fitur iOS 7 yang mirip Android:

Untuk Postingan ke 077 ini saya membuat ulasan tentang 7 hal yang saya amati. Sebentar lagi iOS 7 atau sistem operasional terbaru perangkat Apple akan keluar. Selamat yah para pengguna iPhone 4, 4s dan 5! Seperti kita tahu Apple menguasai pasar dengan totalitas desainnya. Desain dari perangkat lunak hingga perangkat kerasnya yang semuanya memberik kesan elegan, nyaman dan cepat. Apple sendiri sering mengejek Android karena desainnya yang buruk. Android dan iOSpun sering ditanding-tandingkan. Mengingat sejarah iOS dan Android yang panjang dan penuh intrik dari sisi desainer saya melihat beberapa kemiripan desain User Interface dari iOS 7 ini yang sebenarnya amat mirip dengan Android. Cekidot!

  1. Control Center:

    Kemiripan pertama

    Satu window yang memungkinkan mengontrol berbagai hal pada HP

  2. Lock Screen:

    Miriiip banget yak!?

    Miriiip banget yak!?

  3. Dynamic Wallpaper :

    kemiripan ketiga

    Kalau di Android wallpaper akan bergerak saat di swipe. Kalau iOS wallpaper akan terasa bergerak saat kita memiringkan posisi HP.

  4. Multitasking Previews:

    Android mengusung gaya portrait atau vertikal. Sedangkan iOS 7 mengusung gaya landscape/horizontal. Menurut saya dalam hal ini Android lebih baik karena dengan menampilkan gaya portrait bisa memuat lebih banayk informasi

    Android mengusung gaya portrait atau vertikal. Sedangkan iOS 7 mengusung gaya landscape/horizontal. Menurut saya dalam hal ini Android lebih baik karena dengan menampilkan gaya portrait bisa memuat lebih banayk informasi

  5. Automatic Updates:

    kemiripan kelima

    Preview dari auto update Android: iOS dulunya tidak bisa update otomatis tidak seperti Android. Tapi sekarang? Hmmm…

  6. iCloud keychain:

    Layanan ini memungkinkan pengguna melakukan sinkronisasi user name dan password dari browser safari di mac dan iOS. Jadi ga usah repot-repot ektik user name dan password lagi. Saynagnya fitur ini sudah sejak lama dipakai oleh Browser Chrome dan Firefox di Android.

    Layanan ini memungkinkan pengguna melakukan sinkronisasi user name dan password dari browser safari di mac dan iOS. Jadi ga usah repot-repot ektik user name dan password lagi. Saynagnya fitur ini sudah sejak lama dipakai oleh Browser Chrome dan Firefox di Android.

  7. Browser tab:
     betapa miripnya tab di google chrome Android dan Safari iOS 7. Kiri Android-kanan iOS: Cuman beda sudut doank. Astagaaaa, gak ngerti lagi aku sih.

    betapa miripnya tab di google chrome Android dan Safari iOS 7. Kiri Android-kanan iOS: Cuman beda sudut doank. Astagaaaa, gak ngerti lagi aku sih.

    Nah,sekian ulasan 7 kemiripan User Interface dan User Experience dari iOS 7 dan Android versi saya. Menurut Anda mana yang visualisasinya lebih baik?


Leave a comment

026. Gak Punya Twitter dan WA!? Mau jadi apa?

Sabtu,23 Febuari 2013 pukul 5:11WIB

Hampir satu bulan ini saya tidak menulis apa-apa untuk di blog. Padahal bulan Febuari tinggal 5 hari lagi.Kenapa saya suu~uulliiiit sekali mengisi blog pada bulan Febuari? Nanti akan saya jelaskan di postingan lain.hehehehe,yang jelas pagi ini saya kepikiran sesuatu.

Ya,Sesuatu.

Gak pake banget.

Di pagi nan dingin di Kota kembang ini, Saya menyadari akan sesuatu hal. Apa itu? Saya menyadari kalau dewasa ini tidak memiliki Twitter dan WhatsApp mau jadi apa?

Continue reading