499. Apa yang Saya pelajari dari Social Media Week 2017!

SMW JKT 2017, UXID
499. Apa yang Saya pelajari dari Social Media Week 2017! Ini dia nih panggung SMW jakarta 2017

Beberapa bulan lalu Saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara Social Media Week yang di adakan di SCTV Tower. Saya sendiri menghadirinya karena, dua hal yakni; Dapet tiket Gratis dari kantor dan lokasi nya di seberang kantor Saya. Mubazir banget kan kalau ga ikutan? hehehe…

Berikut ini beberapa hal yang Saya pelajari dari Social Media Week 2017 (SMW);

1. Personalisasi dalam aplikasi dan marketing


Ternyata dua hal ini membuat revenue naik 15% dan mengurangi ongkos marketing 50% (SETENGAH coy!), Efisiensi marketingnya pun naik 30%. Personalisasi ini maksudnya adalah merekam kegiatan user di produk Anda dan coba sodorkan apa yang user mau berdasarkan online activitynya. Contohnya user yang suka browsing tentang sepeda gunung harusnya dapat email promosi yah mengenai sepeda gunung dan aksesorisnya. Jangan malah nawarin popok dan bedak bayi.

Personalisasi ini bisa dilakukan dengan Machine learning yang merekam perilaku user dan sebenarnya di zaman sekarang ini bisa di otomasi. Yang perlu desainernya lakukan adalah membuat layout promonya, tampilkan kata-kata yang menggiurkan dan jangan lupa strateginya supaya email yang di baca user mudah di mengerti + harus bisa di buka di perangkat mobile.

Personalisasi ini bukan hanya dilakukan di email marketing namun,juga di dalam aplikasi atau web. Jadi semua promonya itu relevan dengan apa yang user inginkan. Untuk membuat sistem yang ada personalisasinya ini di butuhkan kerja keras dan komitmen dari tim IT dan marketing. Walaupun developnya lumayan ribet tapi, hasil jangka panjangnya sebanding banget.

2. Micromoment


Salah satu best practice yang disarankan Google supaya bisnis para partnernya maju adalah dengan  memperhatikan dan mendevelop solusi berdasarkan micromoment.  Micromoment sendiri adalah momen-momen kecil yang dialami user.

Contohnya; ” I want to know moment”, ” I want to find moment” dan “I want to buy moment”.

Kalau sudah tau momen mana yang mau di kerjakan darisana mulailah dengan prinsip; Right people, Right time dan Right message.

Kalau dari UX desainer sendiri, mulailah menganalisa atau mencari masalah dari momen-momen ini. Dari momen itu di pilih deh  user seperti apa yang akan di tuju? Kapan waktunya? dan Apa pesan yang ingin diberikan. Contoh paling gampangnya adalah JET dot com yang memberikan pesan kepada user untuk menambahkan barang lainnya supaya user mendapatkan gratis ongkos kirim.

Nah, itulah yang Saya pelajari sebagai UX desainer selama SMW 2017. Saya ikutnya juga ga semua sesi karena, paralel juga jadi harus milih-milih. Semoga tahun depan bisa ikut SMW lagi dan belajar lebih banyak hal lainnya.

Advertisements

495. Membagi waktu; seni yang hilang~

Saya rasa membagi waktu itu ada seni nya deh. Semua orang di berikan waktu yang sama. 24 jam dalam sehari. Anehnya kenapa ada orang yang bisa melakukan berbagai hal dan sukses tetapi, kenapa ada orang yang bilangnya sibuk melulu? Lo bayangin deh hidup sebagai bang Elon Musk. Megang 5 perusahaan sekaligus ?

  1.  Tesla yakin perusahaan mobile elektrik.
  2. Solar City perushaan yang menjual genteng dan pembangkit listrik tenaga matahari.
  3. Space X perusahaan roket ulang alik alias Roket yang bisa di gunakan berkali-kali dan misinya meng eksplorais Mars.
  4. Open Ai adalah perusahaan non-profit yang mengembangkan kecerdasan buatan atau AI yang kemarin semept bikin heboh karena, mengalahkan juara-juara DoTA.
  5. Boring Company; perusahaan yang membuat terowongan bawah tanah sebagai tol otomatis dengan kecepatan luar biasa.

Kebayang gak tuh, gimana sibuknya si Bang Elon. Sebelum memegang ke empat perusahaan itu, Elon dulunya sukses dengan startup bernama PayPal. Itu loh, yang buat bisa bayar sana-sini, hehehe

Ada juga bang Mark Zuckerberg yang memimpin Facebook namun, masih bisa baca puluhan buku tiap hari, bisa bikin yayasan sosial, aktif membangun infrastruktur internet dan ngurus keluarga.  Saya sendiri sebenarnya bingung, Gimana caranya bang Elon dan Mark bisa membagi waktu setiap harinya yah?

Ada juga sih yang bilang; ” Yah, mereka kan udah Boss. Pasti banyak asisten dan pegawainya lah. yang penting mereka tahu garis besar dan hasilnya aja. Gak usah sampe eksekusi. Lo liat aja boss-boss di Indonesia pasti kerjanya rapat disana-sini. Bagian yang ngerjain slide presentasi bahkan, hasil apa yang di rapatkan yah orang lain. Justru di bagian situ kan yang paling berat. Bagian ngerjainnya.”

Sayapun berpikir, bukannya kalau udah jadi boss pasti lebih sibuk yah? Atau enggak? Hmmm…

492. Belajar Objective C supaya makin objektif,ceileeeh~

38917_26d7_7
Belajar koding itu mudah? Enggak juga sih~

Di tahun 2017 ini, Saya ingin sekali bisa paham tentang iOS dan cara kerjanya. Hal ini Saya maksudkan supaya bisa mengerti bagaimana sih karakteristik dari platform iOS sebelum mendesain.  Hal ini lah yang membuat Saya ingin belajar Objective C yakni bahasa pemrograman iOS sebelum Swift.

Tadinya Saya mau belajar pakai Swift aja langsung namun, kata kawan-kawan programer Saya sih, masih perlu belajar Objective C. Soalnya ada beberapa komponen di iOX atau kalau mau ngotak-ngatik harus pakai objective C. Mumpung ada Mac (punya kantor) dan ada yang ngajarin jadi kenapa enggak?

Desainer butuh belajar pemrograman sih, supaya nanti bisa komunikasi dengan lebih baik dengan programmer( minimal ngerti gambaran besarnya lah), Bisa bantuin ngelayout juga, dan tentunya bisa langsung bikin prototype walopun kodingannya amburadul. Minimal kan prototypenya ada dan tim ngerti cara kerjanya ngertilah,hehehe.

Soalnya kalau pakai prototyping tool (kayak Marvel dan Invision )menurut pengalaman Saya, giliran user di suruh ngetik mereka banyak bingung sih. Misalnya di suruh ngetik form alamat. Eh, tau-tau udah ke isi. Banyak user bingung sih, padahal udah di jelasin ini Prototype,hehehe.

Harapannya sih setelah belajar objective C ini bisa makin khatam lah dengan iOS dan kalau mendesain ngerti gitu gimana cara bikinnya.  Walopun Objective C itu rebek dan buat bikin 1 fungsi aja musti ngetik panjang tapi, saya yakin kalau niatnya + usahanya kuat pasti bisa! Semangat!

Bagi yang mau belajar juga silahkan Klik link ini yah. (harus daftar dulu)

490. Beralih ke Medium?

Beralih ke Medium?
Tampilan Medium dot com

Medium dot com adalah media untuk menulis layaknya WordPress namun, lebih ke kinian. Ibarat Facebook dengan Snapchat lah,ahahaha~

Medium sendiri sudah ada dari 4 tahun yang lalu, Saya juga sudah memiliki akun nya  ( buat ngambil domain duluan,hehhe) tapi, Medium Saya gak ada isinya.

Medium punya UX design yang jauh lebih baik, lebih sederhana dan lebih aktif komunitasnya di bandingkan wordpress. Sudah banyak teman-teman Saya dari yang biasanya menulis di wordpress atau pun gak pernah menulis mulai mempublikasikan ide-ide dan gagasannya di Medium. Medium juga sepertinya sumber mencari ilmu sih dan promosi juga.

Perusahaan-perusahaan seperti Uber, Facebook, Traveloka, Salestock, Go-jek mulai menulis berbagai artikel tentang desain di Mediumnya. Tim Desain merekalah yang mengisi konten disana dan secara aktif membalas komen-komen serta pertanyaan yang ada. Nah, kembali ke topik utama tulisan ini;

Perlu gak sih Saya menulis di Medium dan meninggalkan WordPress ini?

Sampai saat ini sih Saya belum menemukan alasan yang kuat mengapa harus pindah ke Medium yah? Mengurus dua media menulis juga pastinya memakan waktu dan tenaga juga. Kalau kalian sendiri kira-kira mengapa mulai menulis di Medium?

484.Beli E-Book Reader apa enggak yah?

kobo-aura-one-5
Di tengah teriknya matahari layar e-ink masih kebaca, ajaib~

Postingan ini Saya dedikasikan kepada orang-orang yang bingung mau beli e-book reader atau enggak. E-book reader adalah perangkat dengan teknologi layar electronic ink atau e-ink. Tampilannya item putih kayak kalkulator. Bagusnya adalah e-ink ini tampilannya tidak silau dimata, bisa di baca di bawah sinar matahari (gak kayak LCD) dan kedua hal ini menghasilkan mata Anda tidak cepat capek dalam membaca.

Apa gak mendingan pake tablet aja yang berwarna?

Tablet itu baik layar LCD dan LED sama-sama gak kebaca di tengah teriknya matahari. Layar menghasilkan cahaya yang membuat mata kita jadi lebih cepat capek. Saking capeknya bikin pusing. Kalau di tablet juga biasanya banyak gangguan selama membaca. Ada notif ini itu lah. Batere tabletpun paling lama 3 hari lah. E-book reader baterenya 2 mingguan,ahahaha #MONSTERKILL

E-Book reader adalah satu perangkat sederhana yang benar-benar memuaskan dan bagus untuk melakukan satu hal yakni membaca buku. Kalau gak percaya coba aja pinjam e-book reader punya teman dan coba baca beberapa menit/jam dengan perangkat itu. Ajaib sih alat ini dan benar-benar sebanding banget dengan harganya.

Hal inilah yang membuat Saya membeli E-book reader.

Jadi, harus beli e-book reader apa enggak yah?

Jawabannya Iya!

Iya, kalau kalian mau lebih rajin membaca. Capek juga kan bawa-bawa buku sampe numpuk kayak background foto wisudaan? hehehe…

amazon_kindle_review03
Kindle 2016 nih, bukan paperwhite. Mirip-mirip lah…

Rekomendasi Saya sih beli Kindle Paperwhite. Harganya antara 1,8 – 2,1 juta lah. Terus jangan di pasangin anti gores yah! Punya saya di pasangin anti gores jadi lebih kinclong gitu layarnya. Harusnya kan layarnya ga kinclong alias ga memantulkan cahaya. Kesalahan pemula nih.

479. FSociety!

mrrobot_s2_cast_carly-chaikin
Darlene salah satu karakter penting di Mr.Robot yang notabene adalah Angelina Jolie KW,hehehe. Darlene adalah pemimpin Fsociety.

Beberapa hari kebelakang ini, Saya rajin sekali menonton serial Amerika melalui layanan streaming yang bernama iflix.
Iya, iflix bukan Netflix.

Serial yang Saya tonton adalah serial buatan USANetwork yang warna dan poster-posternya mirip dengan gaya Netflix. Serial ini berjudul Mr.Robot.

Mr.Robot merupakan sebuah serial yang gelap dan kelam mengenai peperangan antara hacker dan perusahaan besar. Perusahaan besar di serial ini bernama Ecorp alias Evil Corp. Dalam dunia Mr.Robot ini merupakan dunia nyata yang di dalamnya ditambahkan perusahaan Ecorp ini. Semua lokasi, presiden dan bahkan perusahaan IT+produk-produknya ada di dunia nyata.
Mr.Robot merupakan serial yang cocok di tonton oleh orang yang suka IT dan terutama suka dengan film “Fight Club”. Iya, film fight club yang dibintangi Edward Norton dan Brad Pitt. Bahkan, OST Fight Club yang “Where is my mind” di mainkan juga di dalam serial ini. Bagi yang penasaran silahkan nonton aja episode awal Mr.Robot.

mr-robot-cast
Para pemeran Mr.Robot

Harus Saya akui, episode perdana Mr.Robot itu benar-benar bagus. Menegangkan, penuh intrik tapi, bisa dibawakan dalam waktu satu jam. Ibarat kata Click bait nya untuk menonton serial ini sampai habis. Seperti Breaking Bad yang suka memberikan petunjuk di awal acara hal, ini pun dilakukan Mr.Robot dalam mengemas episode-episodenya. Makanya serial ini ramai di perbincangkan karena, banyak pentunjuk-petunjuk yang di ulang-ulang dan sering kita lewatkan tau-tau itu petunjuk episode selanjutnya.

Selamat menonton~

P.S: OSTnya keren2 loh serial ini…

472.Mac dan desainer

Kita hidup di dunia yang tidak adil.

Dimana PC memiliki spesifikasi yang tinggi dan harga yang lebih murah dan Mac memiliki spesifikasi yang lebih rendah.

Namun, dengan harga lebih mahal. Jika dilihat dari kalimat ini sih, pastinya PC menang. Sayangnya komputer lebih dari sekedar spesifikasi dan harga. Belasan tahun Saya menggunakan PC ( sampe tau busuk-busuknya dan lika-likunya) dan hanya 4 tahun menggunakan Mac. Harus di akui bahwa Mac memiliki performa yang lebih baik dibandingkan PC.

macpro13vsspectre13t
Macbook Pro vs HP spectre. Ketika spesifikasi tidak menggambarkan performa komputer.

Seakan-akan semua software dibuat berjalan dengan optimal di Mac. Lebih jarang crash, lebih jarang nge-hang dan pokoknya lancar-lancar aja deh. Hal paling mencolok adalah saat bekerja di kantor Saya memakai laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Mendesain jauh lebih cepat di Mac. Padahal sama-sama pake Adobe.

Dulu Saya sempat bertanya;

“Kenapa sih para desainer lebih banyak yang pake Mac di bandingkan Windows atau PC?”

Saya kira jawabannya karena, buat gaya-gaya’an aja.

Ternyata jawabannya adalah software desain itu RASIS bro!

Banyak software desain yang bagus, enteng dan kece badai cuman, tersedia di MAC doank. Mac doank.

WTF MOMENT BGT

Inilah alasan utama mengapa Saya sekarang mendesain menggunakan Mac. Salah satunya adalah para desainer Facebook yang menggunakan ORIGAMI yang awalnya membutuhkan Quartz composser(ada di mac doank) dan sudah berubah menjadi ORIGAMI STUDIO yang tidak membutuhkan Quartz Composser namun, cuman bisa di pake di Mac.

//giphy.com/embed/Fjr6v88OPk7U4

Ekspresi mbak Jesika jones ketika tau, berita Origami Studio

#SaruaKenehAtuhJang!

Atau software animasi, yang bernama Principle yang bagus keren, enteng dan khusus Mac doank. Weleh-weleh~

P.S: Masih membahas perbandingan: laptop HP yang i7,+RAM 16GB kok bisa kalah performa jauh dibandingkan macbook pro 13 inchi yang i5 dan RAM 8GB. Saya coba compile project di Android Studio kok lebih cepet di Mac yah di bandingkan windows? Bedanya bisa 3 menitan sendiri. Btw tulisan ini Saya tulis di PC.